Datang ke Festival Tabut Bengkulu? Ada Apa, Yaa Disana? (Sejarah Serta Hal Menarik di Festival Tabut Bengkulu)

 

Tabut (Sumber: @thekriezhna)
Hallo semua, udah pada datang ie Festival Tabut, belum? Belum?? Aduhh kita sama. Hehee.. Dan sepertinya absen dulu nonton Tabut di tahun ini. Tapi nggak apa. Tahun-tahun belakang Alhamdulillah selalu ada kesempatan untuk melihat festival Tabut waktu di masa-masa gadis. Hehe. Kalo sekarang jadi terbatas karena status sudah punya suami dan anak, juga lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal.

Festival Tabut 2023

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam sambutan Pembukaan Festival Tabut 2023

Nah, buat kamu yang belum nonton Festival Tabut terutama warga lokal kota Bengkulu, wajib banget nih datang. Karena Festival masih terus berlangsung dari tanggal 1-10 Muharram 1445 H atau 18- 28 Juli 2023 ini. Kebanggaan tersendiri bagi kita warga Bengkulu, karena event ini masuk ke dalam salah satu Kharisma Event Nusantara diantara ribuan Festival yang ada di Indonesia, dipilih dan ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (Rohidin Mersyah, dalam sambutannya)

presiden Jokowi mengunjungi Festival Tabut Bengkulu 2023
(Sumber foto: @mediacenterbkl)
Festival tahunan Provinsi Bengkulu tahun ini didatangi oleh Bapak Jokowi selaku Presiden RI dalam kunjungan kerjanya. Hal ini tentu memberi antusias tersendiri buat masyarakat Provinsi Bengkulu. Mulai dari masyarakat kota, hingga warga-warga di pelosok desa. Semua bersemangat untuk berduyun-duyun meramaikan acara Tabut yang di laksanakan di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu ini.

Sejarah dan Filosofi Festival Tabut

Nggak salah emang kalau ada yang bilang, Tabut adalah rekreasi atas peristiwa tragis. Yap!

Festival Tabut sejatinya untuk mengenang kematian Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW di padang pasir Karbala. Sekaligus penghormatan terhadapnya.

Menurut sejarah, pada tahun 61 dalam Kalender Islam, dalam perjalanannya ke Irak, Hussein disergap oleh pasukan Ubaidillan Bin Ziyad. Pertempuran sengit terjadi di padang pasir Karbala, tempat Hussein akhirnya terbunuh.

Diyakini bahwa ritual Tabot pertama kali dipentaskan di Bengkulu pada 1685 oleh Syeh Burhanuddin, juga dikenal sebagai Imam Senggolo. Dia adalah orang pertama yang menyebarkan Islam di Bengkulu di mana dia menikahi seorang gadis lokal. Keturunannya kemudian dikenal sebagai keluarga Tabut/Tabot. Ritual itu diturunkan dari generasi ke generasi yang kemudian dikenal sebagai "Komunitas Keluarga Tabot".

Festival Tabut adalah cermin kekayaan budaya Bengkulu. Juga memperkaya potensi wisata religi Bengkulu. Festival ini juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat dengan banyaknya UMKM yang ikut meramaikan acara Festival Tabut.

Filosofis Rangkaian Tabut

ritual pengambilan tanah
(sumber: detikcom)
Festival Tabut diawali dengan Pelepasan Keluarga Tabut dan Pengambilan Tanah. Tanah diambil di dua lokasi. Yaitu, Cugung Tapak Padri dan Belakang Hotel Grage/Horison. Makna pengambilan tanah yaitu, untuk mengingatkan bahwa manusia berasal tanah dan akan kembali ke tanah.

Berikutnya, dilakukan Ritual Arak Bakul Penja dan duduk Penja. Ritual ini dilakukan di Gerga Tabut Imam (Barqash) dan Gerga Tabut Bansal (Samping Forth Marlborough).

Setelah ritual Penja, ritual dilanjutkan dengan Menjara 1 dan 2. Menjara menjadi duplikasi perjalanan Husein menuju Karbala dan replika perang. Di situ juga akan diikuti ritual ‘kunjungan’ Tabut Bansal ke Tabut Imam.


Lalu, dilanjutkan ritual Arak Jejari dan Arak Seroban. Ritual ini jadi simbol bila Sorban milik Husein sudah ditemukan dan direbut kembali.

Bila Arak Seroban sudah dilakukan, ritual berikutnya adalah Gham. Inilah momen masa berkabung usai wafatnya Husein. Saat berkabung, beragam aktivitas akan dilarang. Alat musik Dhol juga tidak boleh dibunyikan.

Tabut Besanding
(sumber: @thekriezhna)
Berikutnya, Tabut Besanding. Yaitu semua Tabut disandingkan atau dibariskan berderet di lokasi Festival Tabut dilaksanakan. Yaitu di sekitaran Lapangan merdeka.

Puncak dari rangkaian ritual ini adalah Pelepasan Tabut Menuju Karbala. Atau disebut Tabut Tebuang. Dalam sebuah parade, kegiatan diikuti oleh 17 Tabut dengan inti Imam dan Bansal.

Dalam Wikipedia ditulis, tidak ada catatan tertulis sejak kapan upacara Tabut mulai dikenal di Bengkulu. Namun, diduga kuat tradisi yang berangkat dari upacara berkabung para penganut paham Syiah ini dibawa oleh para tukang yang membangun Benteng Marlborought (1718-1719) di Bengkulu. Para tukang bangunan tersebut, didatangkan oleh Inggris dari Madras dan Bengali di bagian selatan India yang kebetulan merupakan penganut Islam Syiah.

Baca juga: Mengenal Tabut

Para pekerja yang merasa cocok dengan tata hidup masyarakat Bengkulu, dipimpin oleh Imam Senggolo alias Syekh Burhanuddin, memutuskan tinggal dan mendirikan permukiman baru yang disebut Berkas, sekarang dikenal dengan nama Kelurahan Tengah Padang. Tradisi yang dibawa dari Madras dan Bengali diwariskan kepada keturunan mereka yang telah berasimilasi dengan masyarakat Bengkulu asli dan menghasilkan keturunan yang dikenal dengan sebutan orang-orang Sipai.

Baca juga: Traveling Bahagia

Tradisi berkabung yang dibawa dari negara asalnya tersebut mengalami asimilasi dan akulturasi dengan budaya setempat, dan kemudian diwariskan dan dilembagakan menjadi apa yang kemudian dikenal dengan sebutan upacara Tabut. Peringatan dan Festival nya dilaksanakan setiap tahun.

Apa saja hal menarik di Festival Tabut?

Ada banyak hal unik dalam Festival Tabut yang menarik perhatian masyarakat Bengkulu. Seperti:

1. Penampilan beragam kesenian dari pelaku seni di Provinsi Bengkulu

Dalam pegelaran seni ini, dilaksanakan berbagai lomba untuk memeriahkan Festival Tabut seperti lomba tari kreasi, atraksi dol, telong-telong, ikan-ikan, dll

2. Ritual dan Pertunjukan Tabut

Tentu saja ritual Tabut sendiri tak lepas dari perhatian masyarakat. Mulai dari pengambilan tanah, Tabut Besanding di malam hari, hingga Tabut Tebuang di siang hari. Sedih, ya. Hihii.. Jangan sampe kisah cintamu seperti Tabut, yaa.. Nyesek!
But, aku suka banget kalau liat Tabut besanding. Cantik-cantik bentuknya dan penuh warna. Apalagi kalau malam hari. Tambah, meriah dengan lampu yang berkerlap-kerlip.

3. Atraksi Dhol

atraksi dhol
(sumber: www.rumahperkusi.com)
Dhol adalah alat musik khas masyarakat Bengkulu. Dhol ini adalah alat serupa tambur. Body-nya terbuat dari kayu, lalu ujungnya ditutup dari kulit sapi atau kerbau. Cara memainkannya dengan di tampur oleh banyak orang. Ketukannya yang berirama dan atraksi pemainnya bikin meriah suasana. Biasanya atraksi Dhol ditunjukkan pada acara pembukaan, selanjutnya dilombakan antar kelompok seni Dhol di Bengkulu.

4. Bazar murah meriah dari UMKM

Ini hal yang paling ditunggu ibu-ibu pada umumnya. Banyak banget bazar barang murah disini. Mulai dari sendal, pakaian, perabotan dapur, hingga wewangian. Semuanya menjadi primadona dalam rangkaian Festival Tabut. Kalau ke Tabut, jangan lupa bawa uang banyak-banyak, ya Makk.. Biar bisa belanja banyak pula. Kan jarang-jarang ada Festival Tabut. Setahun sekali, loh. Hehe

5. Wisata Kuliner

menggiurkan nggak, tuh?
(sumber: dokpri @mardhatilla_sy)
Selain bazar pakaian hingga perabotan dapur, yang satu ini juga tak kalah menariknya. Yap! Aneka santapan kuliner yang wajib di cicip oleh anak-anak muda. 
Mango-nya Suegerrrr🤤
(sumber: Dokpri @mardhatilla_sy)
Mulai dari makanan dan minuman yang biasa kita temui di pasaran, hingga makanan dan minuman yang sedang viral saat ini. Oya, jangan lupa beli dodol banyak-banyak, ya. Dan jangan lupa juga cicipi aneka makanan khas Bengkulu seperti Pendap, kue Tat, Sirup Kalamansi, dll.
Dodolnya banyak banget, kan?? Bisa jadi oleh-oleh ekonomis
(sumber: Dokpri @mardhatilla_sy)
Jadi gimana, udah ada rencana untuk datang ke Festival Tabut? Yuk datang ajak bestie dan keluargamu, lalu nikmati setiap moment di Festival Tabut Bengkulu.

Sumber sejarah:

-  Indonesia.go.id

Disclaimer:

#Tulisan ini dalam rangka Nulis Serempak Blogger Bengkulu

22 komentar

  1. 💖(Siska Haryani)

    BalasHapus
  2. Wah, kalau saya sih pengen Kak datang. Apalah daya saya orang Madura. Hehehe, semoga ada kesempatan datang ke Bengkulu dan melihat langsung Festival Tabut ini. Pasti seru karena ada acara kesenian dan wisata kulinernya.

    BalasHapus
  3. Fesitval Tabut ternyata juga ada di Bengkulu, meriah dan banyak makanannya.
    Acara festival sekalian kulineran, maknyus bener.
    Semoga ada kesempatan ke Bengkulu untuk melihat festival ini.

    BalasHapus
  4. Baru tau akutuh kalo ada istilah Kharisma Event Nusantara, berarti memang harus selalu diadakan ya, sekaligus memperkenalkan budaya Bengkulu. Dan cukup menarik juga nih sejarah mulanya Festival Tabut Bengkulu. Semua kegiatannya juga pasti ditunggu-tunggu, terutama bazar dan wisata kulinernya, hihihi..

    BalasHapus
  5. wah saya baru tahu event besar ini Festival Tabut bahkan sampai masuk event di Kementerian Pariwisata, keren banget berarti memang acaranya sangat menarik ya sampai dimasukan dalam kalender kemenpar. berarti kalau mau lihat eventnya harus pas Muharaman ya kak dan ternyata untuk mengenangi cucu Rasulullah, masyaalah tabarakallah

    BalasHapus
  6. gara-gara baca ini malah pengin lihat atraksi dhol, dari pakaiannya udah meriah, nggak kebayang tabuhannya pasti bikin meriah suasana. Rangkaian festivalnya khidmat ya mbak, dan ada suasana mistis nggak sih mbak, sepertinya dilakukan malam hari, hihihi.. wajib nih ke sini, banyak makna yang terkandung dan mau dong wisata kuliner

    BalasHapus
  7. Festival budaya yang perlu untuk terus dilestarikan ini ya kak, terlebih untuk generasi muda jaman now.
    Terlebih banyak nilai-nilai filosofinya yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

    BalasHapus
  8. Ooo rupanya Festival Tabut yang digelar di Bengkulu ini untuk mengenang tragedi sang cucu Rasulullah di masa lampau ya. Baru eungeuh kalau di Bengkulu saja ada kalangan keluarga yang dinamai keluarga Tabot juga karena pesan yang pendahulunya dulu bawa ke tanah Bengkulu. Kebayang sih kalau lagi festival gini tuh bakalan banyak banget kuliner yang bisa diicip.

    BalasHapus
  9. Pernah jadi ghostwriter yang tokohnya bercerita banyak tentang festival tabut ini. Pengen banget suatu hari nanti bisa nonton secara langsung sekalian eksplor Bengkulu. Mesti di planning nih someday

    BalasHapus
  10. wahh meriah banget yaa acaranya, ada berbagai macam acara dan hiburan juga.
    kayak Natsu matsuri di Jepang nih Festival Tabut Bengkulu

    BalasHapus
  11. Aku kira itu bade (tempat utk membawa jenazah di Bali). Dan Tabot ini jg perayaan mirip masyarakat Bali.

    Ternyata aku salah besar. Malah ini ada cerita peringatan Husein ya. Unik jg perayaannya.

    Wisata kultural spt ini yg bs menarik.kunjungan wisnus dan smg ada wisman ya. Biar ekonomi bergerak. Masyarakat bs tabh sejahtera dr event2 spt ini.

    BalasHapus
  12. Aih suka saya baca artikel cerita seperti ini. Nambah wawasan dan jadi tahu banyak terkait Festival Tabut. Ya meski belum tahu bisa melihat langsung atau enggak. Semoga saj ada rezeki dan kesempatan ya

    BalasHapus
  13. Wah senangnya bisa lihay festival kebudayaan seperti ini
    Bisa jadi kenangan yang terlupakan ya mbak

    BalasHapus
  14. Ritual Tabutnya kupikir akan mengandung hal hal yang mistis gitu kak, ternyata engga ya hihi.. alhamdulillaah bisa lah dinikmati kalau kesana

    BalasHapus
  15. ahhhh seru Dan rame banget yaa festival tabut ini, dulu aku denger nya tabot, hihi. dulu ada temen bengkulu yg suka cerita2 ttg ragam kebudayaan Dan tradisi disana, seru banget

    BalasHapus
  16. Festival Tabut Bengkulu menjadi salah satu pengingat kita semua akan cucunda Nabi kita sholallahu 'alaihi wa salam yang semoga Allah merahmatiNya.
    Sungguh senang karena bisa berkumpul bersama dengan perayaan besar dan makan bersama.

    BalasHapus
  17. pai tabot biasnyo nengok lomba kek keliling dak nentu kak. tahun ini kito dikunjungi Bapaknyo Indonesia. bangga niann!!

    BalasHapus
  18. ternyata menarik juga yaa kak, jadi salah satu festival yang ramai juga di bengkulu dalam menyambut bulan muharram. thanks for sharing kak

    BalasHapus
  19. Semoga tahun depan festival Tabut lebih meriah lagi yaaaa

    BalasHapus
  20. wah ini di pameran tabot banyak juga kuliner ya kak pasti menambha semangat pedagang buat jualan nih

    BalasHapus
  21. Aku baru tah nih festival tabut.keren ya bantak atraksinya. Mau dong lihat secara langsung

    BalasHapus
  22. Setiap ke Tabot, selain untuk melihat stand yang banyak jumlahnya, keinginan untuk melihat tabot besanding sangat besar. Benar apa yang ditulis nih, bentuknya menarik dan warna warni. Namun, kalau hendak melihat tabot besanding maka harus siap berdesak-desakan ya kan dek :).

    BalasHapus

Thanks udah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya. No SARA. Syukron Jazakallah..😊

Komunitas BRT Nerwork

Komunitas BRT Nerwork
Logo Komunitas BRT Network

Komunitas Mama Daring

Komunitas Mama Daring
Logo Mama Daring