Sabtu, 23 Juni 2018

Lebaran Telah Usai


Assalamualaikum wr.wb

Apa kabar ni teman-teman? Alhamdulillah ya kita masih bisa bersua lagi usai lebaran ini. dan alhamdulillah banget masih bisa nulis. Hehhee

10 hari mudik rasanya udah kangen aja sama blog. Maklum eeiii.. di kampung nggak bawa laptop dan susah signal. Hehe

Btw aku mau cerita apa ni ya? Hmm.. mengenai lebaran ya tentunya. Ok lah. Meskipun lebaran telah usai namun cerita tentang lebaran jangan dulu usai yak.. hohoo

Yappss.. 10 hari mudik bisa di bilang waktu yang sebentar namun juga lama sich bagi yang  nggak da kerjaan. Hihii.. dan aku ada dipertengahan itu. Aduhh.. gimana yak? Aku juga bingung. Wkwk

Malam Takbiran

Euforia lebaran tentu sudah terasa di malam takbiran yaa.. di daerah kami di Kecamatan Sungai Rumbai yang bertetangga dengan kecamatan Ipuh, biasa kalau malam takbiran mengadakan konvoi takbiran keliling. Dan seperti biasa aku mantengin dari teras rumah. melihat aksesoris di mobil yang beragam. Bentuk kubah masjid yang diukir dengan begitu indahnya. Dihiasi lampu warna warni. Dan diiring dengan gema suara takbir yang mengalun menggetarkan hati. Masyallah..

Shalat Ied

Nah, di waktu sholat ied ini, aku nggak bisa ikutan sholat. Yahh.. apalagi kalau bukan tamu bulanan yang mengurung niat untuk bisa sholat bersama. Sedih sich… tapi yam au gimana lagi. Udah kodratnya sebagai wanita. Tak tanggung-tanggung, ramadhan kali ini aku bolong 10 hari. Ya Allahh… pertama kali ni bakal ganti puasa sebanyak ini. wkwk.. coz, tamunya datang ketika awal dan akhir ramadhan. Jadi yaaa gitu dech. Sedihnya yaa terasa beda aja. Cz ini juga perdana kali nggak ikutan sholat ied. Pengalaman tahun yang sudah-sudah, kalau udah hari raya pasti bangunya lebih awal. Mandi lebih dulu, bersiap, sarapan dan berangkat dengan semangnya. Tentu tak ketinggalan amalan-amalan sunnah hari raya mulai berangkat hingga pulang. Lah, tahun ini?? hanya bisa melihat keberangkatan mereka doank. Huhuu

Usai Sholat Ied

Dan usai sholat ied, seperti biasa warga desa kami pasti melakukan ziarah kubur. Tak ketinggalan juga keluarga kami. Menziarahi kubur kakek dan nenek. Namun berhubung cuaca tidak mendukung karena hujan, ziarah ditunda hingga esok hari

Silaturahmi Keluarga

Okay berhubung ziarah nggak jadi, kita langsung kumpul di rumah bibi untuk bermaaf-maafan. Tentu sebelum bermaaf-maafan dengan yang lain aku utamain dulu sama orang tua. Ayah dan ibu. Kan sunnahnya seperti itu. Setelah itu baru yang lain. Dan di sesu maafan inilah titik haru muncul. Banyak yang haru bahkan nangis meminta maaf. Seediiihhhh..

Dan setelah itu lanjut lagi ngeliling ke rumah paman. Harusnya sich kita bawa kue yang dimasukkan ke dalam rantang. Karena itu juga merupakan bagian dari tradisi yang perlu untuk dilestarikan. Nahh,,,, bagi yang punya banyak saudara, akan makin sering juga kue masuk ke rantang dan di antar. Biasanya kue kita nanti akan diisi balik dengan kue yang berbeda dari tuan rumah. dan berhubung kami nggak masuk kue banyak ketimbang tahun lalu, jadinya nggak gandeng rantang dechh.. cukup bawa badan aja dengan niat ikhlas buat minta maaf dan silaturahmi. Hehhee

Lebaran Ke-2

Di lebaran kedua ini, biasanya di daerah kami, yaitu daerah Ipuh (Mukomuko) dan sekitarnya, biasa ngadai sebuah acara kayak pesta di pantai. Tak tanggung-tanggung ada organ dan artis ibu kotanya juga loo.. dan tentu ada tiketnya. Rame jangan di Tanya. Pokoknya pantai melimpah ruah dech..

Sementara aku, karena ada tugas kampus yang harus diselesaikan, di lebaran kedua nggak bisa ikutan ke pantai. Karena harus ke kota MukoMuko yang jaraknya kisaran 2 jam perjalanan. Dan itu pulang hari. Capek euyyy… but, demi tanggung jawab nggak apa laahhhh.. hehee

Lebaran Ke-3

Di lebaran ketiga ini, aku pergi ke Ipuh buat silaturahmi ke rumah sahabat dan ke rumah guru-guru waktu MAN dulu. Namun berhubung guru-gurunya pada mudik semua, jadinya Cuma bisa ke rumah sahabat. Da dari rumahnya cuuusss ke pantai juga. Pantai Air Buluh. Hehee

Okay.. kayaknya itu aja dach ceritaku di lebaran yang telah usai ini. hehee.. tetap semangat nulis yaaa.. bye.. byee

Wassalamualaikum wr.wb

Note:

Maaf yaaa.. nggak banyak moment lebaran yang sempat aku ambil gambarnya. Bahkan bisa di bilang nggakda. Kehilangan moment dechhh.. Huhuu..

Jumat, 08 Juni 2018

Memburu Malam Lailatul Qadr


Assalamualaikum wr.wb

Apa kabar ni teman-teman? Sudah beli baju lebaran kah? Upsss…hehee

Meski pada sibuk dengan pernak pernik lebaran, namun ibadah tetap harus diprioritaskan yaa.. sangat baik jika kita lebih memilih untuk meramaikan pasar, swalayan, mall dan pusat perbelanjaan lainya ketimbang meramaikan masjid untuk ibadah.

10 Malam Terakhir

Nggak terasa ya kita udah berada di 10 malam terakhir bulan ramadhan. Ahh.. . ada 2 rasa yang kita rasakan.

Pertama, bahagia karena kita akan bertemu dengan hari kemenangan. Hari raya idul fitri setelah 1 bulan penuh kita menahan lapar dahaga dan semua sifat buruk selama bulan ramadhan.

Kedua, sedih. Karena kita akan berpisah dengan bulan yang penuh kemuliaan penuh keberkahan, dimana ampunan Allah terbuka luas, Pahala berlipat ganda, pintu neraka ditutup dan setan di belenggu. Tiada yang menggoda kita. hanyalah nafsu yang menjadi lawan kita di bulan ini.

Yaa.. tak bisa ku pungkiri, aku sendiri merasa bahagia akan menyambut harikemenangan yang tinggal beberapa hari lagi ini. namun tak bisa di pungkiri juga ada rasa sedih di hati. Bulan ramadhan akan segera berlalu. Ntahlah.. aku melihat ramadhan akan segera pergi. Sementara kita semua belum tentu bisa memamfaatkan bulan ini dengan sebaik dan semaksimal mungkin.

Ya Ramadhaann.. Ya Ramadhaan.. aku akan segera merindukanmu kembali. Semoga di tahun yang akan datang kita akan segera bersua lagi. Aaminn..

Hmm.. di 10 malam terakhir semua berburu pahala dan ibadah kepada Allah. dimana pada 10 malam terakhir ini lah malam lailatul qadr lebih besar kemungkinan untuk datang. Malam itu, malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Siapa Yang Meraih Malam Lailatur Qadr?


Ini pertanyaan yang rasanya ingin sekali kita tau apa jawabanya. Dan berharap sekali kitalah salah satu orang yang mendapat kan malam terbaik itu. Apakah yang memperoleh itu adalah orang yang paling banyak ibadahnya? Paling rajin ibadahnya? Ataukah orang-orang pilihan yang tidak kita duga sedikitpun.

Saya punya sebuah cerita. Cerita ini sebelumnya dituturkan oleh Bang Nover. Yaitu Imam di asrama kami pada waktu beliau mengisi kultum taraweh. Ceritanya kira-kira begini,

Ada seorang nenek yang sudah tua sekali namun ia tetap bekerja dengan berjualan pisang. Ketika beliau berjualan pisang, ada seorang lelaki yang baru saja pulang dari masjid dan mengendarai mobil melihat nenek ini yang jualan. Lalu beliau berhenti dan bertanya,

“Kenapa Nenek masih jualan? Nenek kan sudah tua. Harusnya Nenek berhenti bekerja. Istirahat saja di rumah, dan banyak-banyak beribadah”, tutur lelaki itu.

Nenek itu menjawab, “Saya menghidupi anak-anak jalanan, Nak. Jadi saya harus bekerja untuk memberi makan mereka”.

Singkat cerita akhirnya lelaki ini merasa salut dengan nenek ini lalu beliau memborong semua pisang yang nenek itu jual.

Dan ketika dia membayar pisang, uang yang ia bayarkan itu tidak ada kembalian. Namun si Nenek lalu menukarkan uang itu untuk membalikan uang pemuda tersebut. Meskipun awalnya pemuda itu sudah mengatakan tidak usah dikembalikan. Ketika Nenek itu pergi mencari tukaran uang, lelaki itu pun pulang ke rumahnya tanpa menunggu Nenek itu kembali.

Dan keesokan harinya, lelaki ini datang lagi ke tempat Nenek itu jualan. Namun ia tidak menemukan Nenek disana. Akhirnya ia pun bertanya kepada pedagang lain yang juga berlapak di samping lapak Nenek.

“Maaf Bu, Menek yang jualan disini kemaren itu dimana ya, Bu?”, tanyanya

“Dia hari ini nggak jualan, Nak. Oya, kamu yang kemaren kesini memborong pisang nenek itu ya?”, Tanya Ibu itu kemudian.

“Iya, Bu” jawab lelaki itu

“MasyAllah, Nakk.. nenek itu bahagia sekali kemaren. Ia bahkan sujud syukur. Dia fikir dia telah mendapatkan Lailatul Qadr”, kata ibu itu.

Kemudian lelaki itu pulang dengan pelajaran yang sangat membekas pada dirinya. Bahwa malam Lailatul  Qadr tidak mesti harus didapatkan dengan memaksimalkan 10 malam terakhir itu saja. Dengan berdiam diri di masjid untuk ibadah. Seperti nenek ini, dia bekerja untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Dan itu merupakan perbuatan yang sangat mulia.

Masyallah.. kita memang tidak tau kapan malam Lailatul Qadr itu datang dan siapa saja yang bisa mendapatkanya. Tugas kita adalah beribadah dengan sebaik mungkin sejak dari awal Ramadhan hingga akhir ramadhan. Tidak hanya di 10 malan terakhir saja lalu mengabaikan 20 malam sebelumnya. Wallahualam Bish Shawwab

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan malam yang lebih baik daripada malam 1000 bulan. Aaminn ya Rabbal Alamiinn..

Wassalamu’alaikum wr. wb

Sabtu, 02 Juni 2018

Sop Bakso Magic Ala Anak Asrama

Assalamualaikum wr.wb

Hay.. hay apa kabar semuanya??

Sudah makan belum nich??

Upss.. puasa yak.. nggak boleh makan siang. Kecuali yang berhalangan. Hehehee..

Btw, aku mau cerita ni, kemaren kan dapat email untuk ikut lomba resep masakan dari so good. Bahagia banget laahhh.. bisa bereksperimen dengan masakan. Hihii

Dan masalahnyaaaaa??? Masalah nya adalah kami tidak punya kompor. Hahahaa.. koq bisa?

Jadi gini, kami kan kuliahnya tinggal di asrama. Di asrama kami gedung bertingkat. Jadi nggak boleh bawak kompor dan ngidupin api. Tau kan alasanya?? Yahh karena khawatir akan terjadi kebakaran dan sebagainya. Dan kalau itu terjadi, berabe dahh.. apalagi aku yang tinggal di lantai 3. Huahuaaa..

Ok fix, kita tidak kehilangan akal dong yaa.. kalau kata pepatah, tiada rotan akar pun jadi. So, meski tidak ada kompor kami masak nya di magic nasi. Yes, terkadang keadaan darurat membuat kita lebih berfikir kreatif. Dan masak di magic ini mah udah biasa anak asrama praktekin. Coz, bosan em kalau lauk makan nya beli teruss.. kadang rasa nggak sesuai selera.

Kembali lagi ke cerita awal nich yaa.. dan setelah dapat brief email tersebut tak lama beberapa hari kemudian kita langsung nihh cuss ke minimarket terdekat nyari produk so good. Dan alhamdulillah ketemu. Ternyata pas nyampe di sana dan nyari produk yang di maksud yaitu so good, ada beberapa pilihan produknya. Ada ayam, nugget dan bakso. Sebenarnya masih ada jenis-jenis produk dari so good yang lainya. Tapi berhubung di minimarket tersebut cuma ada itu, maka  aku menjatuhkan hati ke bakso.


Kenapa Bakso??


Karena kita masaknya di magic, kami agak kesusahan untuk goreng-menggoreng. Jadi aku milih bakso buat masak sop. Selain simple dan praktis juga cocok untuk menu buka lanjut ke sahur. Masak nya gampang koq. Nggak jauh beda sama sop kebanyakan. Hanya saja bakso nya yang bikin beda? Ya iya donk.. karena bakso kita dari produk so good yang special. Ingin tau resepnya? Aku kasih tau yaa..

Bahan-bahan:

1. Siapkan wortel 2 buah, iris

2. Siapkan kol, potong kasar ¼ buah

3. Siapkan 1 bks bakso so good

4. Buncis, potong-potong 8 buah

5. Daun bawang, iris 1 batang

6. Seledri, iris 2 batang

7. Kaldu bubuk ayam 1 sachet

8. Garam, 1 sdt

9. Air, 1 liter

10 .Minyak untuk menumis, secukupnya

Bahan Halus:

1. Bawang putih 3 siung

2. Bawang merah 5 siung

3. Jahe, secukupnya

4. Lada 1 sdt

5. Pala ½ sdt

Cara Memasak:

1. Masukkan air dalam magic hingga mendidih, lalu air nya di keluarkan

2. Tumis bumbu halus hingga harum di dalam magic yang tadi sudah dikeringkan. Lalu masukkan air rebusan tadi ke dalam magic bersama bumbu. Aduk rata.

3. Masukkan bakso so good dan wortel, masak hingga sedikit empuk

4. Masukkan kol, kacang buncis, seledri, dan bawang. Aduk rata.

5. Masukkan kaldu, garam, dan gula. Aduk rata. Biarkan masak hingga semua sayuran layu. Koreksi rasa.

6. Angkat dan siap disajikan.

Taraaa.. selesai kann?? Gampang banget dah. Makan praktis dan sehat ala anak asrama. Mmm.. yummy..
maafkan penampilanya yaaakkk.. kami minim tempat. huhuu
sekali lagi maafkan penampilan yaa, percaya dech rasanya ini enak lo. hee

Selain masak produk so good yang bakso, bisa juga dengan bahan yang lain juga nii. Ada nugget, stick, seafood, shaped nugget, whole muscle, dan sausage. Pokoknya olah sesuai kreativitas kamu dechh..

Btw aku rekomended banget ni make produk dari so Good. Kenapa?

Enak dan Kaya Protein

Yes.. terbukti pas aku udah masak sop bakso tersebut, bakso nya enak banget. Cocok di lidah. So good ini diolah dari bahan-bahan terbaik dan diproses dengan teknologi tinggi untuk memastikan rasa yang enak dan kualitas gizi protein yang terjaga utuh saat di hidangkan.

Praktis dan Higienis

Nah, emang praktis koq. Toh buktinya anak asrama yang alatnya serba terbatas aja bisa. Hehee.. seluruh produk so good ni temen-temen, diolah dan dikemas dengan teknologi tinggi untuk meminimalisir kontaminasi, sehingga kehigienisan terjaga. Rangkaian produk So Good sangat praktis untuk dihidangkan diberbagai kesempatan.

Kualitas Terjaga

Nah, selain enak, kaya protein, praktis, dan higienis, produk So Good ini juga kualitasnya terjaga. So Good melewati proses pemasakan hingga suhu 170 derajat C. selama tidak kurang dari 3 menit, langsung dibekukan cepat menggunakan teknologi IQF untuk menjamin kesegaran, kelezatan, dan nutrisi kandungan produknya.

Nah.. gimana??? Masih ragu buat gunain produk So Good, nggak usah ragu dech.. insyllah aman dan halal tentunya.

Udah dulu yachh… aku tunggu resep unik dan kreatif mu dengan produk So Good ini yaa.. bye.. byee

Wassalamu’alaikum wr.wb
This entry was posted in