Minggu, 23 Oktober 2016

Bahagia itu Pilihan…

Tak ada manusia yang mampu memilih jalan hidupnya sebelum ia lahir di dunia ini.. tak ada manusia yang mampu menebak akan seperti apa hidupnya di dunia. Begitu juga kami.. aku, kakakku, dan adek-adek ku.. semua manusia ingin bahagia. Ya tentu,!!.. kita semua harus bahagia.  Setiap anak ingin selalu berada di bawah perlindungan dan kasih sayang orang tua nya. Ya itu sudah pasti. Tapi bagaimana kalo orang tua nya sudah pisah? Apakah kebahagiaan itu masih ada???
Disini aku tidak ingin menceritakan tentang bagaimana pisahnya orang tua kami. Tapi, aku ingin menceritakan tentang kebahagiaan ala-ala aku. Yaa.. aku bahagia, meskipun tidak selalu berada di dekat orang tua. Meskipun tidak selalu mendapat kasih sayang dan perhatian mereka. Aku menciptakan bahagia dengan caraku sendiri? Bagaimana aku bisa bahagia? Hmzz… Alhamdulillah.. aku terdidik mandiri sejak kecil. Yaa masa kecil ku sulit. Sejak ayah ibu berpisah, aku seakan kehilangan tempat berlindung. Kadang ketika aku mulai beranjak dewasa, aku berfikir. “kenapa orang tua ku sekejam itu? Meninggalkan aku di waktu kecil. Padahal aku lagi butuh kebersamaan bersama mereka” namun, sekarang aku faham mengapa mereka berpisah. Meski kadang kerap juga aku berantak dengan alasan itu. Tapi ini sudah takdir hidup ku. Seperti yang katakana di awal tadi, tak ada anak manusia yang mampu memilih jalan hidupnya. Kebahagiaan dan masa depan yang indah yang sudah di rancang oleh orang tua sekarang musnah sudah. Tak ada masa depan bagiku jika hanya mengandalkan harta orang tua. Mereka sudah tidak punya harta untuk pendidikan kami. Puncaknya ketika mereka berpisah..
Ahh sudahlah, tak perlu lagi mengingat yang sudah terjadi. Yang lalu biarkan saja berlalu. Setidaknya sejak saat itu aku menjadi anak yang mandiri meskipun jauh dari orang tua. Kerasnya hidup mengajarklan aku arti kesabaran. Dan waktu telah menghantarkan aku menuju pribadi yang tangguh sekarang. Meskipun tinggal bukan dengan orang tua, tetapi dimanapun aku berada, semua memberi pelajaran dalam hidup ini. Menempa mental dan psikisku. Keagamaan, kekerasan, ketulusan, kasih sayang, perbedaan, dan hampir semua tentang hidup telah aku kenyam dari orang-orang yang berbeda yang aku temui di manapun aku berada.
Guruku dulu pernah berkata.”seorang anak yang broken home, hanya ada 2 pilihan dalam hidupnya. Pertama, jika ia sukses, maka ia benar-benar sukses. Dan jika ia gagal, maka ia akan hancur sehancur-hancurnya”. Dan aku ingin berada pada pilihan pertama. He em.. aku ingin menjadi orang yang sukses. Apapun akan aku lakukan demi sekolahku selagi itu baik dimata Allah.
Di Tanya tentang kebahagiaan, apa sich yang membuat mu bahagia? Banyak.. orang bijak berkata, jika hidup memberi bnyak alasan untuk menangis, maka pastikan kamu punya seribu alasan untuk tertawa. Iyahhh.. banyak yang membuat aku bahagia. Dan hampir semua moment bisa aku ciptakan kebahagiaan. Meskipun kadang dalam bahagia itu juga aku sembunyikan air mata. Tapi Bahagia itu bukan untuk di cari. Tapi bahagia itu untuk diciptakan. Kita hanya perlu merenung sejenak, bertafakur lalu bersyukur.
Disetiap kejadian pasti ada ibrahnya. Dan kita harus mengambil ibrahnya itu. Tak ada manusia yang mampu menyikap tabir kehidupan yang telah di rancang oleh Allah.. Manusia punya rencana. Allah juga punya rencana. Dan sebaik-baik rencana adalah rencana Allah Swt. Kadang hidup tak sedikit kita rasakan pahit. Kadang manusia terlalu egois untuk menolak yang pahit. Mereka selalu ingin merasakan yang manis-manis tanpa tau akibat di balik itu. Manis jangan langsung di telan siapa tau adalah racun. Dan pahit jangan langsung di buang, siapa tau itu adalah obat. Ya benar saja.. pahitnya obat mampu menyembuhkan sakit. Manisnya racun mampu mematikan walau sekejap.
Kebahagiaan dan kesedihan itu tak bisa di pisahkan. Karna kebahagiaan akan kehilangan makna tanpa diiringi dengan kesedihan. This is Life… jangan menunggu bahagia lalu bersyukur. Tapi bersyukurlah maka kita akan bahagia. Happy is choice guys.. apapun yang terjadi dalam hidup ini, pastikan kamu bahagia melewatinya. Jika bahagia itu adalah hujan, maka kamu harus berada dibawahnya. Bukan saja menikmati basahnya. Tapi kamu harus menari bahkan menyanyi disana. Menyanyikan lagu keindahan, lagu kabhagiaan.
Dan yang terpaling penting yang mesti kita ingat adalah sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Insyirah. Innama’al ‘usri yusroo.. fa innamaal ‘usri yusroo.. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. So, tak ada alas an lagi bagimu untuk tidak bahagia. Come on bahagia bersama.. nikmati hidupmu, nikmati peranmu..you’re special. J
Senin, 17 October 2016

At 04:046 pm

Kamis, 13 Oktober 2016

Dikala Hati Gundah
                                                                                Cerpen by: Nengsi Hariyanti


Hufffttt…aku menghempaskan tubuh ku di atas kasur yang lusuh, yang berserakan berbagai macam benda mainan anak-anak.. aku menghempaskan badan sekaligus nafas yang serasa begitu sesak. Berharap dengan begitu semua masalahku juga ikut terhempas dan hilang. Aku merasa begitu letih akibat semua aktivitas kampus siang tadi. Bertambah lagi dengan semua permasalahan di rumah, di organisasi dan di tempatku bekerja.
Sambil menatap atap rumah, aku teringat akan semua kejadian demi kejadian siang sampe sore hari yang membuatku pulang terlambat lagi sore ini.. hahh.. rasanya ia ingin segera berlalu. Capek hati, capek fikiran, capek badan. Begitulah yang aku rasakan.
“ini tidak pas. Semua ini harus segera di robah. Mana mungkin sebanyak ini jumlahnya!”
Itu lah kata-kata yang menyebalkan yang membuat aku sedikit merasa kesal. Padahal aku sudah merincinya dengan serinci mungkin. Tapi yaa sesuai instruksi dari senior, aku harus merobah lagi dari awal dan menyederhanakan lagi semua pembiayaan. Maklumlah saat ini aku sedang sibuk dalam Organisasi yang aku geluti.
Aku yang saat ini kuliah di salah satu Universitas swasta di Bengkulu tinggal bersama dengan paman. Yaa.. keputusan untuk tinggal bersama paman itu aku ambil mengingat kondisi keekonomian keluarga yang tidak memungkinkan kalau aku harus mengekos. Yaa.. setidaknya aku tidak lagi memikirkan uang makan dan juga uang kontrakan. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membantu, mengingat paman juga termasuk baik dan perhatian.
Tapi entah mengapa hari ini aku merasa risau. “ Ohh apakah aku sedang jauh dengan Allah sampai  aku merasa sedih begini??” Fikirku..
Tiba-tiba saja handphone jadul milikku berbunyi tertulis satu nama yang sangat aku cintai. Yaa.. nama Ibu, wanita luar biasa yang telah melahirkan dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Lalu,  secepat mungkin aku mengangkat telpon ibu. Tak ingin aku membuatnya menunggu lama.
“Hallo,Assalamualaikum?”
“Waalaikumsalam, Nak. Apa kabar?” sapa ibu ku.. ahhh,, Suara itu menyejukan bagiku.
“Alhamdulillah sehat Mak. Amak apa kabar? Ayah n adek-adek juga gimana?”
“Sehat smua. Nak..”
“amak kemana aja sich gxda ngasih kabar? Rianty rindu taw?”
Entah mengapa saat itu aku langsung mewek, tak terasa air mataku pun menetes.
“eh.. eh.. kenapa ni anak gadis amak tiba-tiba nangis. Padahal gak lama-lama amat amak gx ngasih kabarnya!”
Aku bukanya menjawab tapi malah bertambah nangis. Tpi aku usahakan sebisa mungkin menahan air mata itu agar gak di dengar sama paman dan ponak an-ponak an ku. Selain malu aku juga takut nanti malah salah faham. Takut mereka mengira aku kenapa-kenapa.
Lalu tanpa menunggu jawaban amak langsung bilang,
“Udahh.. gx usah nangis. Anak amak kan kuat. Kalo ada masalah ngomong sama amak”
 Yaa begitulah seterusnya amak (panggilanku untuk ibu) memberiku nasehat dan semngat lagi kepadaku. Lalu setelah mengobrol-ngobrol lagi, amak menanyaiku:
“ada yang maw Rianty sampaikan gak sama amak?”
“gak da mak.. doakan saja Rianty selalu sehat dan Selamat selama perkuliahan. Aminn”
Lalu amak lagi-lagi meberi semngat dan motivasi agar segera berlalu dari kegundahan yang aku rasakan. “udahh.. gx usah terlalu difikirin. Kalo di kasih amanah yaa jalankan. Artinya orang percaya sama kita. Dan kamu pasti bisa menjalankanya dengan baik. Yakinlah, Allah selalu menolong orang-orang yang menolong agama Allah. Tohh yang Rianty lakukan sekarang ini kan dalam rangka menolong Agama Allah juga. Keep Patient, Always Spirit ya sayankk.. Smile You don’t Cry” amak berusaha menghiburku.
“iya, makk.. Trimaksih untuk semuanya mak. Rianty sayang amak”
“amak juga sayang anak gadis mak yang pintar dan cantik ini. Jaga diri ya sayankk..”
Lalu amak mematikan telpon. Huffttt.. Alhamdulillah setelah mendengar wejangan dari amak, aku merasa sedikit lebih tenang sekarang. Lalu untuk memulihkan fikiran yang sudah agak mulai membaik, aku mengambil air wudhu yang juga tak terasa sudah adzan magrib.
Ahh..aku selalu ingat ayat yang mengatakan “hanya dengan Mengingat Allah hati akan menjadi tentram” salah satu ayat di dalam Al-Qur’an. Surat Ar-Rad ayat 28.
Iyappp… aku melaksanakan salak magrib, menenggelamkan kepalaku dalam sujud terakhir. Dan memperbanyak do’a-do’aku. Allahumma Yasir wa laa Tuatsir.. ya Allah mudahkanlah dan Jangan Dipersulit. Hanya karna Mu semua akan terasa Mudah. Laa Hawla wa laa Quwwata Illaa billahhh.. Amin Allahumma Aminn..

Rabu, 28 September 2016
Jam 19:28 WIB