Review Drakor Splash Splash Love (Drama terpendek hanya 2 episode)


Hallo semua, kali ini aku bakal ngereview drakor yang baru aja aku tonton. Kalau biasanya aku nonton drakor dari 16-20 episode, kali ini lebih pendek. Yaitu hanya 2 episode aja. Sebenarnya apa benar sih ini 2 episode doank?  Atau cuma disingkat-singkat filmnya hingga jadi dua episode? Baca sampai tuntas yaa.. 

Awal aku tau drakor ini adalah karena liat cuplikannya di salah satu sosmed. Dalam hati aku bergumam, kayaknya menarik nih! Lalu meluncurlah ke telegram buat nyari filmnya. Cuma 2 episode. Awalnya aku nggak percaya. Tapi aku baca lagi sinopsisnya, ternyata bener. CUMA 2 EPISODE. Tumben ya? Hehee.. Nggak bakal bikin mata hitam lah ya kayak drakor pada umumnya karena begadang demi menamatkan drakor. Wkwk

Namun ternyata, serial televisi ini pada awalnya disiarkan di platform web Naver TV Cast dalam format 10 episode, loh. Lalu kemudian, serial ini ditayangkan lagi oleh MBC pada tanggal 13 dan 20 Desember 2015 dalam dua episode dengan durasi masing-masing 60 menit. (Sumber: Wikipedia) 


Drama korea yang diperankan oleh Kim Seul-gi dan Yoon Doo-joon ini bercerita tentang kisah seorang raja yang jatuh cinta dengan seorang kasim (pengawal raja). Identiknya kasim adalah seorang pria. Namun ternyata di drama ini kasim adalah seorang wanita yang menyamar menjadi kasim (Kim Seul-Gi). 

Baca juga: Review Lagu Anak Hoala Koala

Eh tapi??  Koq mirip dengan drama Moonlight ya?  Udah nonton moonlight? Ya bener. Memang mirip hanya saja tentu ada perbedaan mencoloknya. Jika di drakor Moonlight, kisahnya memang pada masa kerajaan, namun di Splash splash Love, kisahnya adalah cerita masa kini (era modern) yang kemudian tokoh wanitanya terlempar jauh ke masa kerajaan Joseon. 

Koq bisa? Jadi begini ceritanya! 

Dan-Bi (Kim Seul-Gi) adalah seorang wanita pelajar SMA yang sangat sulit sekali memahami pelajaran matematikan. Saat ujian tiba, ia merasa stress dan tertekan karena orang-orang bilang ujian itu menentukan masa depannya. Saat hampir sampai di sekolah untuk ujian, ia malah kabur ke arah lain. Saat itu tengah hujan deras. Ia berlari jauh lalu duduk disebuah kursi, merenung. Lalu berguman dalam hati dan meminta untuk menghilang. Ternyata permintaannya dikabulkan. Ia lompat ke dalam genangan air. Dan taraaaaa!!!  Ia udah sampai di kerajaan Joseon. Heheh.. Unik ya! 


Kerajaan Joseon waktu itu sedang musim kemarau panjang. Dan tengah melakukan ritual untuk menurunkan hujan. Di tengah ritual itulah Dan-Bi muncul. Singkat cerita ia menjadi Kasim karena semua orang mengira ia adalah pria. 

Ia menjadi dekat dengan raja Joseon karena menurut raja ia pintar dan bisa diandalkan untuk memastikan kapan hujan turun secara ilmiah. Raja tidak percaya takhayuk dan segala ritualnya. Menurut raja, Dan-Bi orang terpintar matematika di kerajaan. Padahal aslinya, di dunia modern ia begitu bodoh. Ya bagaimana tidak, ia mengajarkan pertambahan, perkalian, dan hitung-hitungan mudah lainnya. Wkwk..  Simple banget, kan? 

Baca juga: Review Buku Tentang Kamu

Karena sering bersama, raja menyukainya. Tentu raja telah dulu tau bahwa ia adalah wanita. Ada juga pengkhianat kerajaan yang berusaha membunuh Dan-Bi karena dianggap berbahaya akan kemampuannya bisa melihat masa depan (karena Dan-Bi hidup di masa depan alias modern), namun selalu gagal. Raja menyukainya, bahkan ratu dan istri raja pun menyukainya karena sikapnya yang bersahabat dan apa adanya ini. 


Lalu ia ingin dijadikan selir di kerajaan. Namun Dan-Bi menolak meski sesungguhnya ia juga menyukai raja. Ia ingin kembali ke era modern. Ia rindu dengan ibunya. Dan ia akan pulang saat hujan turun. Tugasnya di kerajaan juga sudah selesai. Hujan telah turun membasahi kerajaan. Tentu saja raja sedih dan awalnya tidak ingin melepaskan. Namun akhirnya raja mengizinkan. Dan-Bi kembali ke era modern dan raja memerintah dengan aman dan damai. 

Review singkat

Raja belajar berhitung

Menurut ku drakor dua episode ini, dari ceritanya sendiri telah nampak kalau sejatinya bukan hanya dua episode. Mengapa? Karena ada beberapa scene dimana mendadak udah di plot ini, udah di plot itu. Jadi seolah meloncat-loncat. Kisahnya dua episode ini juga kurang kompleks. Seperti peran ratu yang belum jelas, pengkhianat yang berakhir bagaimana nasibnya juga belum dijelaskan secara tuntas disini. Perubahan Dan-Bi dari Kasim lalu menjadi wanita juga belum jelas disini. Juga banyak lagi hal-hal lain yang disingkat dan mengandung tanda tanya. 

Dan meskipun ini drama yang tentunya fiksi, namun jelas sekali kurang masuk akal antara peralihan era modern ke era kerajaan. Saat keduanya sudah kembali ke zaman masing-masing, tapi barang kenang-kenangan atau barang yang ada di zamannya ikut terbawa juga. Misal spidol yang ada di era modern, tetap tinggal di era kerajaan. Padahal sudah jelas terlampau jauh. Terus tusuk konde zaman kerajaan pemberian dari raja, juga ikut terbawa oleh Dan-Bi ke zaman modern. 

But over all, aku menikmati dramanya. Suka dengan adegan para bintangnya yang mampu memainkan drama dengan totalitas. Kesan lucunya juga dapat. Dua episode ini membantu banget buat aku yang nonton drakor tapi malas begadang alias kecanduan. Hehee.. 

Penasaran? Tonton aja langsung, yuk! Filmnya.. 😊


5 comments

  1. Aku udah nonton drakor ini, kocak banget, malah jadi ngayal juga kalo di posisi kayak cewek itu wkwk

    ReplyDelete
  2. Aku belum nonton drama ini, mungkin nanti kalo senggang, sekrang lagi banyak muhasabah, hahaha. banyak hal yag harus difokuskan

    ReplyDelete
  3. pendek nih drama bisa nonton sama keluarga , seru yah gak makan lama yah waktunya

    ReplyDelete
  4. Wah asyik nih ceritanya.. aku plg suka drakor it yg Its ok not to be ok.. Keren bgt menurutku. Tp kykny blh sesekali aku tnton jg splash2love ini. hehe

    ReplyDelete
  5. Jadi pingin nonton deh hahaaa
    Seru banget ini kayaknya yahhh

    ReplyDelete

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah

Mom Blogger Community

Mom Blogger Community

Blogger Perempuan Network

Komunitas Blogger Bengkulu (BoBe)