Jangan Bangga


Ditulis pada 5 Oktober 2018

Aku tidak katakan aku adalah wanita yang sempurna. Pun jauh dari kata Akhwat yang sangat menjaga. Aku wanita yang msih harus belajar dalam keistiqamahan. Menata hati dari puing-puing sakitnya mencintai. Dan tak ingin lagi disakiti akibat kata "Cinta, sayang, rindu, dan semua tetek bengeknya". 

Aku menjaga dari smua kata-kata itu.  Bukan aku tak suka.  Namun indahkah itu jika apa yang dikatakan belum waktunya?  Bukan pada tempatnya,  bukan hak nya. Tidak Halal!!!.. Iyaaa..  
Bahagia namun menimbun dosa. Kebahagiaan yang semu.

Aku pernah mencintai. Lalu apakah aku bahagia?  Tentu. Smua org pasti merasa bahagia ketika mencintai. Apalagi saling mencintai.  Memadu kasih. Namun kusadari semua Cinta itu hanyalah "semu". Lebih banyak mudhorat ketimbang manfaatnya. 

Yaaa..  Aku keras terhadap diriku sendiri.  Demi kebaikan ku sndiri. Jgn ada lagi luka dan kecewa, dan paling penting,  jangan lagi ku buat Allah cemburu dan aku merasa tidak tenang dalam ketaatan kepada-Nya. 

Berulang kali ku berdebat dengan diriku sendiri.  Menahan semua ego. Terpengaruh oleh lingkungan, lalu mendekat kepada teman/sahabat yg senantiasa mengingatkanku akan kebaikan.. 

Maaf.  Aku tidak menyindir siapapun.  Hanya saja aku prihatin melihatnya.  Melihat orang pacaran dengan begitu mesranya lalu mengumbarkan kemesraan di media sosial. 

Pun prihatin dengan yang katanya "Akhwat", namun tersembunyi inbox di media sosial nya pesan dari sang kekasih dengan panggilan "sayang".

Hmm.. Yang ini pun berbeda kasus.  Merusak citra akhwat karena tingkah nya jika orang-orang tau.  Meski tak semuanya seperti itu. 

Aku menulis ini namun tak langsung ku publish.  Biarlah tersimpan dulu di draft blog. Suatu saat pasti akan aku publish. Aku juga punya masa lalu.  Tidak semua orang mau menerima masa lalu itu.  Namun ku berdo'a dan berharap.  Semoga mereka segera putus lalu bertobat seperti yang pernah aku alami.  Atau putus lalu berlanjut ke jenjang pernikahan. 

Jangan bangga dengan pamer pacaran. Jangan bangga pamer kemaksiatan.. 

Jika orang yang pacaran secara diam-diam karena malu takut ketahuan sama orang, kau sebut munafik,  lalu apa gelar yang pantas untuk kau yang bangga pamer kemaksiatan?

Jangan baca ini jika kamu sensitif. Semoga banyak manfaat dibalik tulisan yang sedikit berani ini. Mari sama-sama kita membuka hati. Menerima jika itu benar dan menolak jika itu salah. 😊😊

No comments

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah

Blogger Perempuan Network

Komunitas Blogger Bengkulu (BoBe)