Selasa, 13 Juni 2017

Bukbar Jangan Sampai Jadi Dosbar




Assalamualaikum calon penghuni surga. .
Alhamdulillah dan tak terasa udah 18 hari kita menjalani ibadah puasa di bulan yang penuh berkah ini. Di bulan ini banyak sekali yang meraup keuntungan dan meraih keberkahan Ramadhan. Ya mulai dari pedagang kecil sampai perusahaan besar. Dari pasar yang awalnya ramai sekarang malah bertambah ramai.  Dari anak kecil sampai orang dewasa merasakan nuansa Ramadhan yang penuh berkah ini. 
Banyak sekali yang dirindukan di bulan yang hanya datang 1 kali dalam setahun ini. seperti tadarus bareng, tarawih, pesantren ramadan,  tadarus Al-Quran, kultum sebelum salat tarawih,  dan masih banyak kegiatan ramadhan lainnya yang selalu kita rindukan.  Oh ya aku hampir lupa satu lagi yang paling penting dalam bulan ramadhan adalah buka bareng atau disingkat dengan bukber.  Kita semua tentu pernah ya, mengadakan buka bersama?, Baik itu dengan teman-teman sekelas ataupun sekampus (bagi yang kuliah), bukber dengan anggota Risma, bukber sekomunitas, bukber seorganisasi, bukber alumni sebagai ajang reuni, bukber bareng keluarga besar, bahkan ada yang bukber bareng teman atau pasangannya masing-masing.  Cieee.. bagi yang udah halal yach.. yang bareng pasangannya biar makin so sweet di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Oh ya, ngomong-ngomong tentang bukber, aku punya cerita nih. Penasaran bagaimana ceritanya?? 
Waktu itu aku baru masuk bangku perkuliahan, terhitung baru lebaran pertama eh,  maksudnya puasa pertama saat aku menduduki bangku kuliah,hehe..  Nah sebelum lebaran kami udah libur duluan karena kami udah melaksanakan UAS, jadi liburannya lumayan panjang. ketika itu alumni kami yaitu alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ipuh, mengadakan acara buka bareng di salah satu kedai di daerah kami yaitu di Ipuh. Yang menghandle semua itu adalah ketua kelas kami ketika masih MAN dulu. Dia yang memboking tempat hingga memesan makanan. Aku ingat betul waktu itu setelah menyantap makanan kami mengantri untuk sholat maghrib. Awalnya yang laki-laki duluan baru kemudian giliran perempuan. kami sholat di mushola tempat makan itu sampai di sini kami baik-baik saja. kami melaksanakan kewajiban untuk salat magrib.
Acara reunian ini, sangat kami tunggu-tunggu. Banyak cerita yang kami dengar dari teman-teman tentang kuliahnya masing-masing. ada juga bagi teman yang gak kuliah mereka bercerita tentang pekerjaannya atau aktivitas lain selama mereka di rumah. Oh ya reunian kami kali ini juga dilengkapi oleh kehadiran wali kelas. Nah, ini spesial banget loo.. jarang kan ada wali kelas yang hadir di alumni muridnya?? tapi kami ada, karena kekompakan kami waktu SMA dulu, luar biasa!!. ., jadi udah kayak keluarga sendiri.  Wali kelas kami ini pun juga udah kayak ibu, teman, sahabat pokoknya komplit deh, hehehe.
Ketika bercerita tibalah waktunya adzan isya Tapi saat itu temen-temen mengajak untuk main dulu.  Nah,  ku aku bingung saat itu tapi nggak aku sendiri sih ada juga beberapa temanku. Mereka mau ikut main tapi juga mau ikut sholat isya dan tarawih. Tapi Alhamdulillah banyak juga yang sholat Isya duluan namun tidak ikut sholat teraweh karena ingin jalan-jalan.  Ya meskipun nggak teraweh, setidaknya teman-teman ini udah mau melaksanakan sholat Isya sebagai kewajiban kami, meskipun tidak melaksanakan salat sunnah tarawih. 
Nah, jadi sahabat hikmah yang dapat kita ambil yaitu setidaknya kita harus melakukan kewajiban kita. Selain dari berpuasa kita juga wajib sholat jangan sampai buka bareng ini menjadi dosa barang karena sama-sama meninggalkan salat magrib dengan alasan keasyikan ngobrol, makan yang tak berkesudahan, chatting dan lain-lain. Banyak kok kejadian di luar sana. Karena keasyikan buka bersama akhirnya mereka lupa untuk sholat maghrib. Mungkin ada salah satu dari mereka yang ingin salat magrib, namun pernah suatu fenomena terjadi ketika temannya mau melaksanakan sholat Maghrib eh malah temannya yang lain melarangnya, “Udahlah... kali ini aja nggak usah sholat. Absen dulu deh!, besok-besok kita sholat. Mumpung kita lagi ngumpul”. Nudzubillah... itulah yg namanya setan berwujud manusia meskipun di bulan ramadan ini setan dibelenggu, namun setan yang berwujud manusia ini tidak dibelenggu sobat, malah makin liar daripada binatang, upsss.. daripada setan yang sebenarnya maksudku hehehe. Ya Semoga kita semua tetap menjalankan kewajiban kita Jangan sampai kita puasa tapi tidak melaksanakan shalat. Seperti perkataan Asy-yaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, “Orang yang mennggalkan sholat puasanya tidak sah dan tidak diterima.
Nah..nahh.., jadi Sob, puasa tanpa melaksanakan sholat itu sia-sia. Ibarat pakaian, shalat adalah celananya dan puasa adalah baju. Yang keduanya saling melengkapi.
Semoga kita semua tidak terlena dengan kebahagiaan sesaat sehingga meninggalkan kewajiban kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ketika bukber ajak teman-teman untuk melaksanakan salat Maghrib dulu baru kemudian melanjutkan dengan shalat isya. Seperti kita nih, yang juga sering mengadakan bukber, Namun kita tidak meninggalkan shalat Maghrib dan Isya bahkan kalau bisa lanjut juga dengan shalat tarawih bareng (buan riya yakk, hehee).
Tipsnya agar tidak lalai bagi kita yang imannya masih lemah nih, usahakan cari tempat makan atau kedai untuk bukber yang dekat dengan masjid, atau enggak cari yang ada musholanya. Jangan sampai buka bareng yang kita lakukan untuk memperoleh tali silaturahmi dengan manusia malah menjadi dosa yang akan menjauhkan kita dari Allah subhanahu wa ta'ala, yang telah memberikan nikmat berlimpah, yang apabila kita hitung tidak mungkin dapat kita menghitungnya.
Oke sahabat, Selamat melaksanakan puasa. Semoga di bulan Ramadan ini kita bisa memanfaatkan dengan maksimal. Makin rajin beribadah, makin erat tali silaturahmi, makin banyak rezekinya, makin sehat dan semoga kita mendapat malam yang lebih baik daripada malam Seribu Bulan yaitu malam Lailatul Qadar yang hanya ada di bulan yang penuh barokah ini amin..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
This entry was posted in

Selasa, 06 Juni 2017

Agenda Rihlah Dakwah KompaQ


KompaQnya Makin Kompak aja Nichhh..😍😍

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Teman-teman Apa kabarnya?? Semoga selalu sehat aja yaaa.., dan tentunya tetap kuat dalam menjalankan ibadah puasa. Nggak terasa gitu udah memasuki puasa ke 11 di bulan Romadhon 1438 Hijriah ini.  Nah,  nggak terasa kan..?? Perasaan baru kemarin tanggal 1 Ramadhan,  eh sekarang dah tanggal 11 aja. Teman-teman jangan hitung harinya yaa..biar nggak terasa lama, tapi itung aja jumlah Bulan.  Uppss.. Jumlah Minggu maksudnya.  Kan kurang dari 3 mnggu lagi kita puasa.  Hihii...
Oya,  beberapa hari yang lalu kan,  Nengsih udah nulis tentang bagaimana kegiatan KompaQ alias Komunitas Mahasiswa Pecinta Qur'an.  Mulai dari persiapan berangkat,  mobil mogok yang menunda perjalanan, makan siang sekaligus malam, solat magrib dan Isya berjamaah,  Materi 1 dan 2 di malam harinya, istirahat malam, terus bangun untuk melaksanakan Tahajud, di lanjut dengan sholat subuh berjamaah, kultum alias kuliah tujuh menit dari salah satu anggota KompaQ,  dan Tilawah Alqur'an.
Nah.. Nah..  Itu di tulisan pertama masih ada yaaa yg belum di certain, kayak tahajud jamaah, solat subuh, kultum,  tilawah,  dll..  Maklum ingatan ini ada batasnya buat nulis.  Hehee..
Ok.. Setelah tulisan season pertama kemaren,  (udah kayak sinetron aja yaa..  Ato nggak kayak novel best seller gitu pake seasonnya,  wkwk)  sekarang nengsih mau lanjutin ke season ke dua. Coz udah di tagih sama temen-temen ni bagaimna kelanjutan ceritanya.. Penasaran yaaa??  Bagus dech kalo penasaran.  Hehee..  Bagaimana cerita selanjutnya???  Ini dia!!!

Outbound,  Makin Akrab Makin Tau Sifat Masing-Masing Temen..
Instruksi Outbond dari Kak Nanang
 
Yaa.. Setelah paginya kami melaksanakan serangkaian kegiatan keagamaan, sekitar jam 6 lewat,  kita beraksi lagi dengan kegiatan selanjutnya. Outbond! Ya, outbond.  Siapa sich yang gx suka outbond?  Saya rasa hampir semua orang suka outbond.  Mulai dari anak kecil sampai orang tua pasti suka kegiatan ini.  Hanya orang yang tidak suka olahraga dan gak tau keasikanya aja yg gak suka.  Hehee
Outbond kita di Pandu oleh instruktur yang kece, yang pasti orangnya asik donkk..Kak Nanang!!. Ehem.. Beliau yang memimpin kegiatan outbond pagi itu, dan dibantu oleh Bang Nover yang gokil bingittss.. Hohoo..
Outbond di awali dengan pemanasan terlebih dahulu. Yang di mulai dari pergerakan badan paling atas (kepala), berurutan sampai badan paling bawah (kaki). Setelah pemanasan kami diberi games seru, yang aku ingat gamesnya yaitu:
Uji konsentrasi dan kefokusan, games kelompok seperti estafet pipet (menghantarkan karet gelang dan tisu kecil dengan menggunakan pipet yang di jepit pake mulut ke anggota kelompok lainnya),
Lalu mencari pipet yang diletakkan di suatu titik sementara mata kita di tutup dan anggota kelompok yg lain memberi aba-aba dimana letak pipetnya,
Ada juga lomba kelompok untuk mencapai garis finish dengan berjongkok yang caranya memegang kaki masing2 kawan,
Ada juga games yang kita disuruh melingkar dan  berlari kecil dengan menyanyikan sebuah lagu. Kemudian kak Nanang memberi aba-aba yaitu kalau di sebut angka 1 kita harus membentuk sebuah gerakan layaknya pancuran, kalau 2 kita harus nyari teman untuk gerakan dansa, kalau 3 nyari teman lagi dngan jumlah 3 untuk membentuk lampu merah, kalo 4 gerakan mendayung.  Hahaa..pokoknya seru abiiss...
Ada lagi games yang kita di suruh memasukkan besi ke dalam kaca dengan badan terbalik yang di aba-abai oleh ketua kelompok, dan yang terakhir yaitu kita disuruh untuk membuat lingkaran dengan tangan disilangkan, lalu kita harus berbalik badan melepaskan silangan itu dengan tangan yang tidak terlepas.
Lalu serunya dimana? Seru bangeetttt lah pokoknya. Kalo mau diceritain bagaimna keseruan kita? Nggak bakal selesai dech, kalopun selesai pannjaaannnggg banget.. Yang jelasnya di outbond ini bikin aku ngakak abis pada saat games yang hitung acak dengan membentuk pancuran, dansa, lampu merah, dan dayung. Kenapa ngakak?? Karena ada kejadian unik disana yang bikin mulut ini tergelitik untuk tertawa. Teman kami yang awalnya pendiam, saat di sebut angka 3, ia sontak panik lalu mencari kawan-kawannya. Setelah ketemu dan lengkap 3, ia merasa bahagia banget seakan bebas dari maut. Wkwk, lalu sontak ia bergerak melambaikan tanganya dan membunyikan mulutnya. Wiww..wiw..wiww.. Hahahaa... Perut kami sampai sakit liat nya.. 
Ada juga nich, kejadian lucu yang nguji kesabaran. Lomba memasukan besi ke dalam botol dengan tubuh terbalik yang di aba2 oleh ketua kelompok tadi. Waktu lomba itu kan, kami dibagi menjadi 3 kelompok. Nahh..kelompok 2 dan 3 udah berhasil memasukan botol. Sementara kelompok 1 masih terus berjuang. Kami memperhatikan terus bagaimana kerja kelompok 1. Nah, ketuanya ini dengan sabar memberikan aba-aba. Tapi tiba-tiba ntah kenapa?, ketuanya maju perlahan lalu memegang besi dan memasukkan besi tersebut ke dalam botol dengan tanganya sendiri. Nah, itukan melanggar aturan. Hahahaaa... Ternyata dirimu juga nggak sabaran kakk..kakk...wkwkk
Okay, cerita outbaond selesai yaa.. Kita lanjut ke cerita berikutnya.
 
Fun Cooking, Uji Kreativitas dengan Masakan

 
Salah satu kelompok sedang berkreasi dengan masakanya
 
Nah ini adalah games masak memasak dengan menu utama adalah mie goreng Sebelumnya kami dibagi menjadi dua kelompok. Setelah terbagi, kami diberi bahan masing-masing lengkap dengan alat masak yang telah disediakan. Bahannya yaitu mie telur, cabe, sayur, timun, tomat, minyak goring, bawang,  tahu dan tempe.  Nah di kegiatan fun cooking, kita disuruh mengolah mie instan dengan ide-ide yang sudah kita siapkan dan sudah kita rapatkan bersama kelompok masing-masing. Kekompakan dan kerja sama benar-benar diharapkan dalam kegiatan ini karena tidak kompak maka masakannya akan beragam rasa mending kalo rasanya enak tapi kalau rasanya nggak enak? Emm.. Nano-nano deh pokoknya. Hahaha.
Oke di kelompok 1, yaitu kelompok kami yang beranggotakan saya sendiri, Mbak desi, Mbak Iis,  Mbak Ima,  Tryandha, Een,  Istiqamah,  Kak Asep,  Bambang,  dan Kak Taufik, memasak empat menu meskipun agak telat sih masaknya.  Hehee. Menu pertama yaitu mie orak-arik asam pedes manis,  terus mie kriting Fyung Hai  alias Pizza mi alias martabak mie. hehe,  ada juga mi tahu bunting isi mi sambal cocol, dan terakhir mi cinta yang datang terlambat.  Wkwk (karena dihidangkan paling terakhir. Gkgkk) 

Hasil kreasi masakan kelompok 1
 
Dan kelompok kedua yaitu kelompok Mbak Novi,  Nurul,  Mas Niko,  kak Ari,  Kak Kamil,  Anisa,  Uli,  Mbak Eva,  Yuk Novia,  dan Kak Ali,  memasak menu yang pertama yaitu Mi Tabaruj.  Karena mi nya bervariasi.  Namun,  bukan berarti namanya ini buruk ya,  menurut Anisa yang mempresentasikan hidangan mereka,  tabaruj itu istilahnya aja. Curup
 Dalam bahasa yang sebenarnya tabaruj itu kan artiny berlebihan dalam menghias dan nggak baik.  Tapi kalau ini berlebihan dalam menghias menu untuk mempercantik dan ini baik.  Emang sichh..  Masakannya agak banyak variasi dan agak ribet dibandingkan dengan masakan kelompok kami yang semua serba simple.  Hehee
Nah,  masakan kedua mereka adalah Mie Cinta.  Karena dimasak dengan penuh Cinta,  begitu juga dengan dakwah yang harus disampaikan dengan cinta.  Ciee..  (Oupss:-D) 

Kreasi masakan kelompok 2

Dan pemenangnya adalahhhhhh....??
Kelompok 1. Yaahhh..  Kami kalah dech,  tapi gx apalah.  Biarlah kelompok 2 senang.  Hihiii.. Kalo menurut juri, kelompok 2 masakannya lebih terasa.  Seperti bumbu mi nya yang lebih terasa dibandingkan dengan mi hasil kami.  Terus juga penyajianya yang rapi dan agak rumit,  serta presentasinya juga bagus.  Berbeda dengan kami yang mengandalkan sambal untuk menunya.  Karena mie kami yang kurang berasa, katanya. hehee
 Tapi nggak apalah..  Yang penting kita udah menyelesaikan Fun Cooking ini dengan baik,  dengan kompak. Alhamdulillah,  menang kalah mah,  belakangan.. 

Foto bersama setelah Fun Cooking berakhir
Dan selanjutnya...
Kami berkemas untuk pulang,  masakan yang kami masak tadi kami kemas juga untuk dimakan nanti pas nyampe di Kebun Teh Kepahiang. Sebelum mobil kami meluncur kami tentu tak lupa untuk berfoto terakhir di masjid Pesantren Muhammadiyah Curup  

sebelum pulang, foto dulu cikk..:-)
Setelah nyampe di Kota Kepahiang,  kami Mampir dulu di Masjid Raya untuk melaksanakan silat Zuhur sekaligus di jamak dengan solat Asar. Barulah kemudian kami berangkat menuju kebun teh.
Subhanallah..  Indahnya pemandangan kebun teh Kebawetan. 
Okay. Sekarang kami udah nyampe di kebun teh kebawetan, Kepahiang.  Jujur ini pertama kali nya aku ke kebun teh langsung (katrok banget yach gue, selama ini kemana aja?  Hahaa)  tapi kalo lewat aja sich udah pernah, cuma nggak mampir ke kebun teh langsung untuk menikmati keindahannya. Sesampai disini kami sempatkan diri untuk berfoto dulu sebelum acara makan-makan.
Nah,  akhirnya masakan di keluarkan dari mobil dan dengan mengantri kami mengambil masakan nasi kami masing-masing. Huhh.. Lahapnya..

 
Situasi  saat mengantri untuk makan

Kegiatan apa yang kami lakukan di kebun teh ini?? Seperti biasa donkk…, Yaitu foto2..ahaaa.. Tapi tunggu dulu, sesudah makan dan sebelum berfoto-foto, kami masih ada agenda nich.  Yaitu acara tukar kado secara acak.  Nah, sebelumnya kan,  kami sudah di instruksikan untuk membawa kado masing2 dengan jumlah 10 ribu dan di bungkus dengan koran.
Isi kadonya macam2 ni guys,  ada yang kaos kaki,  jepit kuku,  sekotak jarum pentul,  juz amma,  buku tulis serta pena,  kaca,  dan bahkan mi instan pun ada yang ngasih.  Hayooo sapa tu yang ngasih?  Hahaa
Ok, setelah acara tukar kado selesai, ada sambutan dulu dari Ketua Umum KompaQ yaitu Kak Ari,  dan dari Pembina KompaQ,  yaitu Bang Nover. Setelah sambutan, kami bermaaf-maafan. Smga di bulan yang penuh berkah yang tanggal 1 Ramadhan jatuh keesokan harinya,  kami semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, dan dengan hati yang lapang dan bersih dari segala macam penyakit.. 
Sejenak menikmat keindahan kebun teh..  masyaallah..  Betapa indahnya ciptaan mu Tuhan.. Hamparan teh yang luas di bawah langit yang biru,  di atas perbukitan,  dengan gunung yang menjulang tinggi. Aku teringat dengan salah satu ayat dalam suar Ar-Rahman.  Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan??  Maafkan kami Ya Allah jika masih kufur akan nikmatmu..
Sempat selfi dengan pemandangan kebuh teh

Kami mengabadikan foto bersama di tengah-tengah kebun the. dan yang dominanya selfi adalah para akhwat.  Hihii..  Para akhwat ini yang emang hobi foto atau laki-laki nya yang nggak sempat foto yaa?  Hehee..
Foto bareng kaum Hawa :-D

Setelah semua acara selesai,  kami berkemas lagi.  Namun,  kami masih menyempatkan dulu untuk mampir sebentar di rumah salah satu anggota KompaQ yang rumahnya di Kepahiang. Yaitu rumah Mbak Ima. Disini kami bisa istirahat barang sejenak untuk meluruskan kaki dan pinggang.  Hehee..  Disini kami juga dihidangkan dengan roti dan teh dari orang tuanya Mbak Ima,  dan setelah itu barulah kami berpamitan untuk pulang ke Bengkulu karena hari juga sudah mulai sore dan Ust. Malito pun ada agenda pengajian di kota Bengkulu.  Cusss.. Kita pun berangkat semua ke Bengkulu.  Kecuali Mbak Ima,  Mbak Novi dan Bang Nover yang tinggal di Kepahiang karena rumah mereka di Kepahiang sekalian juga mau liburan menjelang Ramadhan.
Baik semuanya, itulah akhir dari perjalan kami dari curup,  Kepahiang dan balik lagi Ke Bengkulu.  Harapan kami setelah agenda ini,  tentunya kami lebih bersemangat lagi dalam dunia Dakwah, lebih erat lagi tali kekeluargaan KompaQ ini, lebih Mensyukuri Nikmat Allah,  bertambah Ketaqwaan kepada Allah Swt., menjadi pribadi yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran (Qs Al-Asr: 1-3) dan menjadi salah satu kelompok orang-orang yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran (Qs. Ali-Imran:104)
Terimakasih atas ketersediaanya membaca Blog ini dan smoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya. Serta mohon maaf bila ada salah dalam penulisan. 
Wassalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh..

Rindu Ayah



"Rindu Untuk Ayah.., !!! "
Hari ini aku serasa sibuk sekali dengan jadwal perkuliahan.  Presentasi makalah,  tugas kelompok,  hafalan ayat-ayat Al-Quran,  buat makalah,  huhhh...  Rasanya aku ingin punya tangan sepuluh biar bisa menuntaskan semua tugas kampus ini.  Biar cepat selesai dan cepat juga tenangnya nich fikiran. Tapi itu nggak mungkin.  Akhirnya aku dengan bismillah terlebih dahulu,  aku kerjakan tugas pertama yang harus di kumpulkan besok.  Yaitu presentasi makalah dengan judul literasi kebudayaan Islam Di  Indonesia. 
Disaat aku lagi mengetik tugas,  entah kenapa,  tiba-tiba adek bungsuku, Hazel, kirim pesan di whatsapp, 
"Mbak lagi apa? "
Aku penasaran,  tumben Hazel whatsapp..  Bukan aneh sich,  tapi kemaren adekku bilang bahwa ia lagi ujian Nasional dan untuk sementara nggak mau di ganggu, termasuk hp.  Tapi ntah kenapa pagi ini dia mengingkari ucapanya.
"Mbak lagi ada kegiatan kampus dek,  ada apa?"
Tapi ia tak membalas lagi chat ku dengan kata-kata.  Ia hanya mengirim emoticon wajah cemberut dan sedih.
"Kenapa sayang?  Lagi ada masalah ya? "
"Macam-macam mbx,  banyak :-(" balasnya lgi dengan emoticon sedih.
"Kapan kita bisa cerita,  Mbx?  malam nanti bisa? "
"Iya dek,  nanti malam telpon mbx ya,  karena mbx lagi nggak ada pulsa"
"Iya,  tapi apa mbx nggak sibuk? "
"Walaupun mbak sibuk,  mbx akan luangkan waktu untuk adek mbx tersyang ini. " ucapku untuk membuat hatinya senang.
"Makasih,  mbak,. Nanti malam setelah isya aku telpon.:-)" kali ini ia mengirim emoticon senyum.
Begitulah.. Akhirnya kami menyepakati untuk nanti malam telponan.  Aku masih bertanya-tanya kira2 ada masalah apa ya adek yang biasanya selalu ceria ini,  koq jadi cemberut dan sedih.  Apa karena ujian nya ada masalah?  Apa karena di marah bunda?  Setau aku bunda juga jarang marah..  Atau karena ada masalah dengan sahabatnya?   Ahh,  entahlah..  Daripada aku pusing mikirin yang nggak pasti ini lebih baik aku tunggu saja kabarnya nanti malam.
Detik berganti menit,  menit berganti jam.  Dan malam pun tiba.  Setelah melaksanakan salat Isya,  aku lihat di hp ku belum ada tanda2 Hazel akan menelpon.  Aku sms,  "Nggak jadi nelpon, Dek? " tapi belum ada balasan.
Aku fikir mungkin dia masih belajar.  Kan bsok ujian terakhirnya.
Yasudahlah aku melanjutkan dulu bacaan novelku yang berjudul Bumi yang ditulis oleh Chintia Febrianti
Aku sedang membaca titik konflik di novel ini,  dimana sebuah persahabatan yang di bangun oleh Aghni,  Doton,  Ken,  dan Windi. Karena pertemuan mereka pada organisasi yang sama di kampus.  Organisasi yang mempertemukan mereka pada hobi yang sama. Yaitu Jurnalistik atau pers kampus.  Mereka memang satu kampus..  Dan di organisasi ini ketua pers nya adalah Ken. Mereka bersahabat seakan mereka telah mengetahui semua tentang ssahabatnya.  Padahal tidak. Banyak rahasia yang mereka simpan erat-erat dari sahabat mereka yang lainya.  Mulai dari Windi yang seperti gadis polos nan lugu,  namun sejatinya ia adalah wanita yang kebahagiaanya tergantung dengan orang lain.  Yaitu Kelvin, pacar yang hanya ingin memanfaatkan Windi saja.  Namun Windi takut kehilangan dia karena ia berfikir Kelvin inilah satu-satunya orang yang menjadi tempat ia menghibur diri dikala orang tuanya sibuk dengan pekerjaan dan tidak memerhatikanya.  Sehingga Windi rela menjadi pelampiasan nafsu bejat Kevin karena ia takut kehilangan,
  Ken,  yang kelihatanya adalah laki-laki maco,  namun ternyata pekerjaanya pada malam hari adalah sebagai waria yang menggoda om-om perut buncit yang tidak tau lagi mau ditarok kemana uangnya.  Dan mungkin juga karena ada kelainan pada dirinya sehingga ia lebih memilih waria seperti Ken daripada gadis cantik yang banyak berkeliaran di bar-bar,  di kafe,  atau di hotel-hotel.
Lalu Aghni,  yang seperti memiliki keluarga bahagia dengan limpahan kasih sayang dari kakak dan ibunya sehingga kadang membuat iri Windi,  namun ternyata ia memiliki keluarga yang broken home,  kakak yang tempramental sejak di tinggal meninggal oleh ayahnya.  Dan ibunya, sosok wanita pekerja keras dan selalu sabar menghadapi kakaknya meski tak jarang ia mendapat perlakuan kasar dari anaknya sendri.
Lalu Doton,  seorang anak yang tinggal dengan nenek tirinya sementara ibunya telah menikah lagi dan hidup bahagia dengan laki2 lain tanpa memikirkan anaknya,  sementara ayah tirinya yang baik hati telah meninggal dunia.
Menarik sekali novel ini dan membuat aku penasaran untuk terus membacanya. Aku membaca sampai titik dimana Ken ditangkap polisi saat razia karena ketangkap sedang berduaan dengan om-om perut buncit di suatu gubuk,  dan naasnya polisi itu adalah ayah dari murid Ken yang ia Les Privat kan. Iya,  Ken selain kerjanya sebagai waria itu,  ia juga mengajar Les Privat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 
Ken meminta maaf kepada ayah dari muridnya ini,  dan...  Bacaanku terhenti.
Hp ku berdering.  Ku lihat ada sms masuk disana.  "Adek Hazel"
Akhirnya ia menghubungiku juga fikirku.. Meskipun jam sudah menunjukkan puku 22.14 wib.
"Lagi apa mbak?  "Sapanya
"Ini lagi baca novel" balasku
Akhirnya ia cerita kalo tadi ia ketiduran sehingga lupa menelpon.  Dan sekarang ia baru saja bangun dan selesai mencuci muka. Ia nggak jadi nelpon karena ternyata pulsanya juga habis.  Ia lupa mengisi pulsa dan mau keluar juga udah malam.  Akhirnya ia hanya bisa sms karena masih ada bonusnya.
"Adek mau cerita apa? "
"Pokoknyu kita harus sukses di masa akan datang ya, Mbak :'(, doakan adikmu semoga kuat dan ikhlas walau hati masih terasa beku dan lama rasanya ingin meleleh. Dan mungkin hanya keajaiban lah yg bisa merobah nya. "
Aku ketik lagi sms balasan. "Kenapa adek ngomong seperti itu? "
Tak lama ada balasan. "Ntahlah mbak,  ntah kenapa hati ini iba. Adek bisa nerima keadaan tapi entahlah seakan ada tersirat dalam hati kecil yg masih ada kata-kata belum sepenuhnya ikhlas".
Mata ini serasa panas,  tak tahan lagi memendung air mata yang seakan menyeruak ingin menumpahkan kesedihan..  Yaa..  Air mata adalah cara kita mengungkapkan ekspresi hati ketika mulut sudah tak mampu lagi berbicara.
Aku tau apa yang dirasakan adek ku.  Jika ia sudah bicara seperti itu,  itu artinya ia lagi merindukan almarhum Ayah.  3 bulan yang lalu Ayah kami meninggal saat lagi mencari nafkah. Ayah kami adalah seorang nelayan.  Pagi itu cuaca baik2 saja sebelum ayah pergi melaut dengan rekan2nya.  Tapi di siang hari cuaca yang tenang itu menjadi bergemuruh.  Badai kencang,  bahkan ada salah satu pohon yang roboh menimpa salah satu rumah warga. 
Kami mulai cemas dengan keadaan Ayah yang masih berada di tengah laut.  Kami terus berdoa semoga Ayah baik2 saja dan pulang dengan selamat.  Namun Allah berkehendak lain. Perahu milik Ayah terbalik,  Ayah dan rekan-rekannya terhempas di laut.  Hanya satu yang selamat,  yaitu Pak Fandi,  karena saat itu ia masih mampu memegang satu papan serpihan kapal yang pecah sehingga msih bisa bertahan sampai Tim Sar menemukanya.  Saat itu pak Fandi sendiri antara hidup dan mati.  Tapi Allah memang menginginkan ia hidup lebih lama di dunia ini, sehingga ia terselamatkan.  Tapi Ayah..  Jangankan selamat,  bahakan jasad nya pun tak kami temukan.  Kami benar-benar terpuruk saat itu. Kami semua kehilangan sosok Ayah dalam hidup kami. Ibu menangis histeris bahkan pinsan,  adekku  Hazel, saat itu hanya menangis.  Namun aku tau ia juga sangat kehilangan Ayah karena ia yang paling dekat dengan Ayah, yang paling manja sama Ayah. Dan akuu..  Apa yang bisa aku lakukan?  Menjadi santri 3 tahun wktu di pondok itu sudah lumayan cukup menempa imanku. Setidaknya aku yang paling tegar di antara yang lainya.  Kehilangan?  Sedih?  Itu sudah pasti.  Namanya juga manusia.  Namun,  yang aku tau,  bahwa,  jodoh,  rezki,  dan maut itu di tangan Allah.  Hanya Allah yang tau kapan itu tiba.  Tak ada yang bisa mengendalikan sesuatu yng sudah menjadi takdirnya.  Termasuk juga kematian Ayah.
Kehidupan kami benar-benar berubah,  Ibu yang awalnya adalah seorang Ibu rumah tangga biasa,  namun sekarang harus menjadi tulang punggung keluarga.  Ayah memang meninggalkan kebun untuk kami.  Tapi kami tidak bisa hanya mengandalkan itu.  Kami harus berhemat.  Belum lagi kami harus menyelesaikan study yang mnjadi amanah dari Ayah. Ayah, kami merindukan mu, rindu sosok lelaki seperti mu. Hanya Engkau yang kami Rindukan saat ini. Rindu ini hanya untuk Ayah. Semoga kau tenang di alam sana dan mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT.
Hazel,  adek bungsu dan adek satu-satunya ini,  ia sedang galau.
Dia bercerita bahwa besok adalah ujian terakhirnya di bangku SMA.  Dan minggu besok adalah perpisahan kelas.  Nah,  seperti biasa di acara perpisahan,  setiap siswa harus membawa orang tuanya karena disana nanti ada penyerahan siswa dari guru ke orang tua,  nah di sekolahnya tadi,  setelah melaksanakan ujian,  di kelas,  Hazel tiba-tiba ditunjuk oleh gurunya sebagai perwakilan untuk penyerahan.  Hazel,  adekku yang pintar dan manis ini dipercaya untuk mewakili puluhan temanya yang lain. Tapi itu tidak membuat Hazel gembira.  Ia bahkan sedih.  Karena ia harus menolak tawaran itu.  Bukan karena ia tak mampu.  Tapi karena Ayah telah meninggal, jadi ia menolak tawaran itu.  Biasanya selalu ayah yang datang disaat ada undangan dari sekolah.  Tapi kali ini enggak. Apalagi di acara perpisahan SMA nya.  Dimana ia telah menyelesaikan 3 tahun di bangku putih abu-abu ini. 
Aku hanya bisa mensupport adekku,  agar ia tetap tegar,  dan mengikhlaskan kepergian ayah.  Aku yakini dia bahwa suatu saat kita pasti akan sukses.  Membahagiakan ibu,  dan ayah di surga sana.  Aamiinnn..


This entry was posted in