Kamis, 01 Juni 2017

Rihlah Dakwah KompaQ



Leadership, Training, And Rihlah dakwah KompaQ
(Komunitas Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an)

Assalamualaikum.. Apa kabar  antum semuanya? Alhamdulillah yaa.. masih diberi kesempatan untuk bisa bernafas di bulan yang penuh berkah ini. Dan Alhamdulillah kita sudah memasuki Ramadhan ke-5 hari ini.  
“Makin Seru, Makin KompaQ, Yaa ..”
Kali ini Nengsih mau ceritain bagaimana keseruan dari salah satu agenda Rihlah Dakwah kita di KompaQ. Sebenarnya agenda kita ini udah berlangsung seminggu yang lalu, tepatnya hari Rabu-Kamis tanggal 24-25 Mei kemarin. Dan sekarang udah tanggal 31. Nahh..Nah…udah seminggu kan?? Tapi gak apa-apalah.. kan gxda kata terlambat untuk memulai. Hihii
Okey, sebenarnya udah lama sich agenda ini kita rancang. Yaitu Rihlah Dakwah Anggota dan Pengurus KompaQ. Tentunya dengan tujuan untuk “Menghasilkan Generasi UMB yang Qur’ani”. Dan Alhamdulillah acara ini berlangsung tanpa ada kendala yang berarti. Untuk masalah pendanaan, kami udah mengajukan proposal ke pihak kampus permohonan bantuan dana untuk transport, perlengkapan, dll. Sementara untuk konsumsinya, kami ngumpulin uang masing-masing 30 ribu rupiah dan beras 2 canting per orang, tapi karena dananya belum cair, kami memakai dana yang ada dulu yang nanti akan digantikan kalau sudah cair. Oya, kami berjumlah 19 orang peserta dengan 12 akhwat dan 7 Ikhwan, ditambah lagi dengan 4 pembina yaitu Ustadz Malito Sebagai pemateri Strategi Dakwah, Ustadz Hardi sebagai pemateri From Nothing to be Everything, Kak Nanang sebagai pengisi Outbond dan Bang Nover sebagai Pembina KompaQ. Dan 2 lagi Pembawa mobil kami alias supir yaitu Kak Zul dan Kak Iqbal, hehee..
Acara Rihlah Dakwah ini bertempat di Curup, tepatnya di Pondok Pesantren Muhammadiyah, Kampung Delima. Kegiatan dimulai dari hari Rabu pagi sampai Kamis sore. Pada mulanya, agenda kami hari Rabu itu berangkat jam 8 pagi, tapi karena ada kendala sedikit dengan supir, akhirnya kami bagi menjadi 2 kloter dengan 2 mobil. Kloter 1 berangkat jam 9, dan kloter kedua jam 11. Karena hanya di jam-jam itu supirnya bisa. Nah, bagaimana keseruan kita?? Cekidoott…

Sempat mogok di Kepahiang
Bang supir lagi berusaha menyelamatkan mobil:-D
 
Nah, ini Dia.. niat awalnya pengen cepat nyampe, ehh.. akhirnya jadi yang terakhir nyampe. Hahahh.. yappss, mobil kami mogok. Dari Bengkulu ke Kepahiang sich, lancar-lancar aja nggak ada macet-macetnya. Tapi pas kami berhenti di depan gang rumah Bang Nover untuk ngantarin adek Ipar bang nover (yang numpang kami untuk balik dari Bengkulu ke kepahiang) tepatnya di depan Indomaret, dan mau berangkat lagi, ternyata mobilnya nggak mau dihidupin.. hadehh,, ujian x ni yaa. Wkwk.. namun, pada akhirnya mobil yang kloter kedua kami suruh jalan duluan dan kami akhirnya menyusul dengan minjam mobil Kak Zul karena montir mobil untuk membengker mobil kami lagi nggak ada, mungkin karena banyak kesibukan. Kebetulan juga Kak Zul yang orang tuanya tinggal di Kepahiang ini juga ada mobilny dan sedang nggak dipake.. Dan Alhamdulillah kami bisa sampai juga meski udah tertinggal jauh dari kloter ke dua.
Sampai di Curup, Rencana berubah
Keadaan ketika baru sampai curup
 
Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan. Nah, kata-kata ini tepat banget untuk kami saat itu. Karena kami tadi mogok, akhirnya rencana kami berubah, yang awalnya berencana nyampe sebelum zuhur, sehingga masih bisa untuk bersantai-santai dan bisa masak serta makan siang, namun berubah dengan masak Cuma sorenya aja langsung makan malam. Yahh.. namanya aja waktu yang terjepit. Semua serba dipercepat. Dan yang awalnya berencana Ta’aruf jam 13.30 Wib, Berubah menjadi Ba’da Ashar. Selagi para Konsumsi lagi memasak untuk persiapan makan malam, kami dikumpulkan oleh bang Nover untuk Ta’aruf.. eitss.. jangan mikir macam-macam dulu, Sob.. :-D, ta’aruf kita bukan kayak orang-orang yang mau nikah, tapi maksudnya adalah perkenalan diri kami masing-masing kepada sesama anggota Kompaq, biar kami lebih mengenal satu sama lainya. Biar lebih akrab gitu lohh.. Oya, aku hampir aja lupa kalo untuk solat Zuhur dan Asar sudah Kami Jamak Qashar kan di Masjid Kepahiang sewaktu mobil kami mogok. Rencana memang berubah untuk hari Rabu pagi dan siangnya. Namun untuk Rabu malam dan hari kamis, acara tetap berjalan sesuai rencana. Alhamdulillah..
Materi 1, Strategi Dakwah
Penyampaian materi dari Ust. Malito
 
Setelah Solat Magrib, kami dipersilahkan untuk istirahat sebentar nich, dilanjutkan dengan solat Isya berjamaah. Dan setelah salat Isya, kami berkumpul di dalam masjid dengan membawa buku dan pena untuk masuk ke Materi yang pertama yaitu, strategi Dakwah yang diisi langsung oleh Ust. Malito dari jam 20.00 Wib – 21.30 Wib. Di Materi ini, kami di motivasi bagaimana kita harus menjadi seorang pendakwah yang berdakwah atas dasar Cinta. Saya masih ingat betul kata-kata dalam materinya. “ Dakwah itu persoalan Cinta, Cinta kita kepada Allah, Cinta kita kepada Rasul, Dan.. Cinta kita terhadap saudara muslim karena Allah Swt.” , selain itu juga dalam materinya Ust. Malito mengatakan  “Kenapa Allah ingin kita yang berada di Jalan dakwah ini? Itu Karena Allah sayang pada kita. Karena sejatinya bukan dakwah yang membutuhkan kita. Tapi kitalah yang membutuhkan Dakwah.”. MasyaAllah.. kami benar-benar termotivasi olehnya..
Dan diakhir-akhir materi, ust. Malito membagi kami menjadi berkelompok-kelompok untuk diberi sebuah kasus dakwah pada masing-masing kelompok lalu kami diperintah untuk memberikan pandangan kami tentang kasus itu dan bagaimana stategi kami menangani kasus tersebut dan harus diuraikan secara sistematis. Nah, seperti contoh ni, kasus yang untuk kelompok kami malam itu adalah dimana ada anak-anak muda (remaja)  yang hobinya begadang, Geng motor, dll, yang pada intinya melakukan kegiatan yang tidak bermamfaat.

Salah satu kelompok sedang diskusi
 
Pandangan kelompok kami pada waktu itu mungkin saja itu karena mereka kurang perhatian dari orang tuanya, atau karena terlalu dimanja, atau karena terlalu diberi kebebasan, dan untuk yang anak-anak kos, mungkin karena jauh dari pengawasan orang tua, nah srategi kami yaitu awalnya melakukan pendekatan kepada anak tersebut, kalau yang dihadapi kasus geng motor, maka yang kami dekati adalah ketua gengnya, karena ia yang berpengaruh disana. Lalu diajak bercerita kenapa dia bisa terjun ke dalam hal yang tidak bermamfaat tersebut, lalu setelah dekat dan akrab, diajak untuk main ke rumah kita. Diajak nonton bareng, makan bareng, dll , yang intinya membuat dia nyaman bersama kita. Setelah itu barulah kita perlahan menceritakan komunitas kita kepada dia, menceritakan hal-hal unik yang pernah terjadi, bagaimana perjuangan kita, sehingga membuat ia penasaran dan tertarik untuk bergabung. Setelah ia bergabung dengan komunitas kita, akhirnya ia kita jadikan pengurus agar ia konsisten dan disibukkan dengan hal-hal yang positif. Nah, jika sudah begitu, barulah kita berdakwah bersama-sama mengajak yang lainya. Okey.. itu kalo yang kasus untuk kami. Kalo yang lainya yaaa lain lagi. Hmhm..
Materi 2, From Nothing to be Everything
Bang Hardi ketika menyampaikan materi ke-2
 
Dan setelah materi 1 yang hampir jam 10 malam baru berakhir, akhirnya tibalah saatnya kami lanjut ke materi kedua. Meski mata udah mulai ngantuk, tapi kami tetap semangat mengikuti materi ini sampai usai. Dan Alhamdulillah juga kami disediakan gorengan serta teh untuk dinikmati sambil materi berjalan. Lumayanlah untuk penawar ngantuk ni. Hohoo..
Okeyy.. materi kita kali ini diisi oleh seseorang yang luar biasa, pendiri PAUD Langit Biru, yang merupakan sekolah idaman anak-anak, serta seorang penulis sekaligus sejarawan Bengkulu. Dialah Bang Hardiansyah.
Materi kali ini juga nggak kalah menariknya dari materi sebelumnya. Di materi ini, kami lebih ditekankan untuk mencari potensi diri, pengenalan diri, dan memotivasi diri kami. Ada sebuah sesi atau kuis, atau apalah namanya itu yang disebut dengan “Tallent Mapping” Disini kami diperintah mencari 20 kelebihan dan 20 kekurangan pada diri sendiri. Setelah itu kita diperintah lagi untuk melingkari kata kerja dan menyilangi kata sifat. Lalu kita milih 7 kelebihan yang gua banget dan 7 kekurangan yang gua banget, lalu pilih lagi 7 yang tidak gua banget. Nah, dari sana nanti kita tau apa yang menjadi bakat dan kekuatan kita dan profesi apa yang bagus untuk pribadi kita. Kata kerja yang kita lingkari itu sebagai kekuatan, dan kata sifat yang kita silangi itu sebagai bakat kita. Lebih kurangnya seperti itulah Talent Mapping yang disampaikan Bang Hardi. Dan untuk lebih jelasnya gimana?, sobat bisa tanya langsung sama beliau, maklum.. ingatan saya terbatas. Hehee
Tugas dari Bang hardi adalah kita diperintahkan untuk memulai langkah dari sekarang. Yaitu:
1. Memahami visi diciptakanya manusia sebagai khalifatullah fil ”ardh yang   rahmatan lil Alamin untuk beribadah kepada Allah
2. Interaksi dengan Al-Qur’an. Ingat bahwa Al-Qur’an tidak cukup untuk dibaca tapi  diamalkan karena akhlak rasulullah adalah Al-Qur’an
            3. Tingkatkan “Valensi” Kurangi “To Have”
4. Ubah mindset dari pencari kerja menjadi orang yang melamar orang lain untuk bekerja   bersama kita. Bukan bekerja untuk kita.
Materi selesai tepat jam 12 malam. Lama banget yaachh.. tapi nggak apa-apa, yang penting ini bermamfaat sekali untuk kami. Dan Bang Hardi juga mentotalkan dirinya untuk kami malam itu, karena beliau nggak bisa mengikuti acara ini samapai selesai. Beliau harus ke Bengkulu lagi subuh-subuh karena beliau juga ada mengisi materi pada sebuah acara di Bengkulu. Terimakasih ya Bang, ilmunya… 
Ok Sobat, sampai disitu dulu ya cerita kita tentang keseruan Rihlah Dakwah KompaQ, masih banyak koq keseruan lainya seperti bagaimana serunya kita di Outbond sehingga tau karakter teman masing-masing, lalu keseruan sewaktu Fun Cooking, Suasana Lunch kita di Kebun the Kebawetan dan keindahan pemandangnya, serta masih banyak keseruan-keseruan lainya.. jadi ikuti terus tulisan kita yaaa…
Terimakasih dan Wassalamualaikum wr.wb J

3 komentar:

  1. Luar biasa neng...
    semoga menjadi penulis terkenal...aaminn
    jgan lupa ya di sambung lagi ceritanya..

    BalasHapus
  2. Aaminnn... Mksh Bambang. Hehee

    BalasHapus