Minggu, 31 Desember 2017

Self Reminder 2017



Catatan akhir tahun

Tak terasa 2017 akan segera berlalu, tinggal menghitung jam. Tentanh 2017, banyak kisah yang telah terlewati. Masa-masa sulit, sedih, bahagia, tawa, canda, afa, khilaf bahkan catatan suram pernah tertulis disini.
Aku, manusia biasa, wanita yang penuh kekurangan. Salah satu orang yang berada di tahun ini. Tentang keluarga, persahabatan, cinta, luka, bahkan sebuah usaha untuk berdamai dengan masa lalu.
Ku ingin menuliskan semua ini sebagai catatan akhir tahun bagiku. Sebagai muhasabah diriku. Tentang aku yang dulu, aku yang sekarang, dan aku yang akan datang.
Awal tahun 2017, aku hadir dengan sebuah harapan yang indah. Sebuah harapan baru yang mungkin juga akan terazzam di awal tahun 2018 esok hari. Sebuah keinginan menjadi wanita lebih baik.
Awal 2017, dititik dimana aku berada diposisi zona nyaman. Namun, aku lebih memilih untuk keluar dari zona nyaman. Bukan apa-apa. Bukan karena sok bisa, sok berani atau apalah itu. Tapi keluar dari zona nyaman agar bisa berekspesi lebih bebas. Mengikuti langkah kaki bersama orang-orang yang hebat. Aku ingin bergerak lebih luas. Tapi disanalah.. disanalah semua dimulai. Emm..aku tak mampu menulis semuanya. Menceritakan secara detailnya. Yang jelas banyak hal positif bahkan juga hal negative yang membuat aku selalu menyesal tatkala mengingatnya. Tapi yang pasti, aku takan pernah berputus dari rahmat Allah. Allah yang Maha Penyayang, yang sayangnya tiada terbilang.
Di tahun 2017, 1 tahun jatah usiaku berkurang. Terselip harapan disini. Harapan ingin segera mendapatkan pendamping halal. Tempatku mengadu, bersandar, mencurahkan segala keluh kesah, gundah gulana, seseorang yang akan membuatku merasa aman dimanapun aku berada. Tapii… bicara masalah jodoh, sama saja dengan bicara masalah kematian. Hanya Allah yang tau kapan masanya. Bisa jadi, mautku lebih dahulu menjemput ketimbang jodohku. Dan sekarang, aku ikhlaskan semuanya kepada Allah. Aku akan menjalani hari-hariku yang semestinya. Menjalani kewajibanku, pendidikanku.
Di tahun 2017 akhir, aku berusaha lebih baik lagi dan lagi.. tinggal di asrama dan bahkan diamanahkan untuk menjadi musyarifah di Rusunawa Siti Walidaah 1 UMB. Bukan hal yang mudah. Tapi aku bisa menjalani ini semuanya bersama rekan-rekanku. Dengan semua suka dukanya.
Dan sekarang, inilah aku.. aku yang selalu berpasrah terhadap takdir. Aku yang telah berdamai dengan masa lalu, aku yang siap menjadi lebih baik lagi dalam ibadah dan studyku, aku yang insyaAllah istiqamah sampai nafas berakhir. Aku yang selalu siap menjalani hari, aku yang harus slalu siap kapan jodoh itu datang dan bahkan siap kapan maut datang.
Untuk 2018, selamat datang dalam kehidupan kami. Engkau hadir dengan sejuta harapan. Beripu do’a dan impian. Aku siap.

Selasa, 05 Desember 2017

semilir pagi


Kemarahan Ayah

Pagi itu cuaca cerah sekali.  Berbeda dengan cuaca hatiku yang sedikit mendung.  Sudah lama aku merindukan kampung halaman.  Merindukan keluarga yang sudah berulang kali menelponku untuk pulang.  Kring.. Kring... Handphone ku berbunyi.  Nomor baru.  Ntah siapa yang nelpon. lalu ku angkat. Ternyata Bapak menelpon. Bapak yang sudah lama berpisah dengan ibuku.
Hatiku makin redup mendengar suaranya melalui telepon.  Nada suarang beda.  Nada tinggi.  Aku hanya bisa mendengar kan dan menjawab sekali-kali.  Dadaku sesak mendengar omelanya.  Air mataku terjatuh.  Rasa ku berhambur jadi 1. Haru,  sedih,  marah,  kesal,  kasihan,  simpati,  dll..  Dari telpon alu menjawab 'iya',  'maaf'..  Lalu tertawa getir.
Iya..  Bapak menelpon.  Beliau marah kepada aku yang sudah lama tak bertandang ke rumahnya.  Seakan aku sudah melupakanya. Sebenarnya bukan aku tak ingin menjenguk.  Tapi aku sudah berkeluarga.  Otomatis aku harus patug terhadap suamiku.  Beliau bekerja sampai sore dan malam nya beliau istirahat karena kecapek an.  Pernah suamiku mengajak untuk menjenguk bapak.  Tapi aku bilang minggu depan.  Karena sekarang dia haris istirahat.
Tapi aku tak menjelaskan itu kepada bapak.  Aku tau watak ayahku yang keras dan egois. Apapun penjelasanku pastilah ia merasa dia yang paling benar.  Takan ia mau mendengar penjelasanku. Aku malas berdebat.
Benar.., Pak..,  Engkau lah yang paling benar.  Benar ketika dulu masih kecil engkau tinggalkan.  Benar ketika dulu masih kecil engkau sia2kan.  Benar ketika dulu ketika masih kecil dan butuh perhatian,  kasih sayang,  teladan,  namun engkau tidak ada.  Engkaulah yang paling benar bapakku.  Aku menangis sesak dlam diam.  Tangis tak bersuara.
Sekarang aku telah dewasa,  telah berumah tangga dengan lelaki yang mencintaiku apa adanya.  Lelaki yang memberikan semua yang aku butuhkan dulu darimu namun tak kau berikan.  Dialah suamiku saat ini.  Dan sekarang engkau telah renta.  Engkau telah sepuh, ak.. Dan sekarang engkau baru mencariku.  Butuh perhatianku.
Aku bukan anakmu yang pendendam.  Bukan anakmu yang pemarah. Aku berusaha mengerti dengan segenap pemakluman yang aku punya.  Aku sungguh sadar kau tak lagi sekokoh dan sekuat dlu.  Bahkan mngkin sebentar lagi kau akan kembali seperti anak2. Mudah merajuk,  selalu butuh perhatian,  minta dimanja, dan berbagai rasa sebagimana yang dulu Rinai Kecil rasakan saat bapak tak ada di samping.  Aku sadar betul engkau sudah memiliki tanda2 itu..  Aku tak pernah menyesal memiliki bapak sepertimu.  Bapak yang meninggalkan anaknya dan memilih kebahagiaan baru dengan keluarga yang lain.  Bapak yang secara tidak langsung mengajariku menjalani krpahitan hidup secara tertatih tanpa dukungan darinya. Rinai kecil yang hidupnya terlunta-lunta,  kerja sani kerja sini,  tinggal sana tinggal sini demi meneruskan hidup.
Bapak..  Bagaimanapun engkau tetap bapakku.  Aku darah dagingmu. Aku akan berusaha patuh sebisa mungkin di usia senjamu.  Melupakan semua rasa sesal dan benci yang dulu sempat aku rasa kepadamu.  Biaralah masa2 sulit itu menjdi kisah sendiri bagiku. Masa lalu mu adalah milikmu.  Dan semua salahmu padaku dan pada ibu menjdi masa lalu mu juga.  Aku takan katakan padamu pagaimana pahitnya menjalani hidup sampai akhirnya kita bersua kembali di lorong itu.
  Berjumpanya anak dan bapak yang telah lama tak jumpa. Aku takan ceritakan.  Toh engkau pun tidak pernah menanyakanya.  "Bagaiman denganmu anakku?  Bagaimana kau menjalni hidup seperginya bapak?  Bagaimana kau menghapus air mata kala hatimu terluka tanpa ada bapak?  Bagaimana kau melukis senyum kala hatimu berduka?  Dan bagaimana bisa kau ikut bahagia tatkala kau lihat mereka bergandengan tangan dengan keluarganya yang lengkap sementara engkau harus bekerja keras demi melanjutkan hidup??". Kau tak pernah bertanya itu dan aku tak pernah ceritakan ini.
Bagiku menemukan mu saja aku sudh bahagia.  Menikmati memiliki seorang ayah meski ayahnya sudah berusia senja.

This entry was posted in

Kamis, 23 November 2017

Ikhlas Melepasmu


Pagi ini, aku bangun lebih awal, tak biasanya. Karena biasanya aku lebih sering kesiangan. Tapi, Alhamdulillah masih bisa untuk solat subuh. Seperti biasa, usai melaksanakan solat, aku beres-beres rumah. Rumah kecil milik orang tua yang menjadi istana kami. Sederhana tapi istimewa.
Setelah beres-beres, aku bersantai. Masih pukul 07.10 pagi. Rencana hari ini mau ngantar ibu ke pasar. Sambil menunggu waktu, aku buka akun facebook. Ada sebuah aplikasi tebak-tebakan disana yang saat ini lagi viral dimainkan oleh netizen facebook. Aku iseng memainkanya dengan log in melalui facebook terlebih dahulu. “Siapakah orang yang selalu ada untuk mu disaat kamu membutuhkan?” pertanyaan yang membuatku penasaran. Dan ternyata nama yang keluar adalah nama sahabatku, ia adalah Rani. Sahabat yang memang benar-benar ada saat aku membutuhkan. Aku tak percaya dengan games ini. Bagiku ini hanya games semata. Nggak lebih. Karena kalau kita percaya nanti malah terjebak ke dalam syirik. Naudzubillah.. tapi untuk yang 1 ini memang benar adanya, dia(sahabatku) adalah orang penting bagiku.
Fikiranku jadi melayang teringat masa-masa sulit ketika aku terpuruk 6 tahun silam. Ketika aku dinyatakan mengindap penyakit Leukimia, aku benar-benar down.  Sekolahku amburadul. Terus bolak-balik dari rumah ke rumah sakit. Dan Rani, sahabatku itu, ia selalu setia menemaniku. Tak jarang ia menginap dirumahku. Tentunya dengan seizin orang tuanya. Iya, kami memang telah bersahabat sejak kecil karena ibuku dan ibunya juga bersahabat.
Tapi aku merasa telah berkhianat dengannya. Dulu kami pernah berjanji untuk focus dengan masa depan. Tidak dulu mikirin soal cowok dan harus berani nyingkirin smua penghalang kita dalam menempuh pendidikan. Tapi sekarang, kami telah terpisah. Ia kuliah di Yogjakarta dan orang tuanya pun juga pindah. Namun meski begitu kami tetap saling komunikasi. Baik melalui telpon  maupun melalui media social.
Beriring waktu, 7 bulan setelah aku ditinggalkan Rani, sahabatku, ada seseorang yang selalu mengisi hariku dengan canda tawa.
Namanya Randi, lelaki yang selama ini dekat denganku. Bahkan sangat dekat. Kami tidak pernah pacaran karena memang tidak ada kata jadian dalam menjalani hubungan kami yang dekat ini. Sebenarnya Randi ini menaruh hati padaku, menurut pengakuan dia,  ia sudah lama mengagumiku. Randi ini adalah teman seangakatanku ketika masih SMA. Dulu dia pernah mengungkapkan perasaanya melalui Rani bahwa ia menyukaiku. Namun saat itu ia tak ku gubris. Apalagi setelah aku tau ternyata Rani menyukai Randi. Aku tidak ingin menyakiti hati sahabatku yang paling baik ini.
Tapi perhatian Randi padaku begitu besar. Apalagi skrang kami kuliah di kampus yang sama dan fakultas yang sama. Jadi hanya beda jurusan. Ia sering mengajak ku makan bareng, pulang bareng, terus mengerjakan tugas juga bareng. Maklum.. di awal-awal kuliah kami memang banyak mata kuliah yang sama. Sehingga kami pun juga sering belajar bareng. Di kelas hanya Randi temanku yang paling dekat. Kami memang hanya sebatas teman. Namun, dengan terus berjalan nya waktu dan dengan banyak nya hari dan kegiatan yang kami lalui bersama, perasaan sayang ku itu mulai tumbuh.  Dan aku juga telah mengatakanya pada Randi. Tidak ada kata jadian untuk memulai hubungan seperti tak ada kata putus untuk mengakhirinya.
Iyaa.. kedekatan kami telah berkahir. Aku yang telah mengakhirinya.. mungkin bagi randi aku ini kejam. Karena memutuskan hubungan ini disaat ia memang lagi sayang-sayangnya dengan aku. Maafkan aku Randi, ini demi kebaikan bersama. Selain karena aku merasa telah mengkhianati Rani, namun lebih dari itu karena aku ingin memperbaiki diriku terlebih dahulu.
Beberapa hari setelah aku mengakhiri hubungan kami aku mengirim ia sebuah surat lalu setelah itu aku menghilangkan semua kontaknya. Bukan bermaksud untuk memutus tali silaturahmi, namun karena aku tau Randi akan selalu menghubungiku dan itu akan membuat aku sulit untuk melupakan nya. Meski kami 1 fakultas namun aku selalu berusaha menghindar darinya. Mungkin ini menyakitkan. Tapi ini yang terbaik untuk kita.
Di dalam surat itu kurang lebih aku menulis nya seperti ini:
Teruntukmu yang pernah mengisi hari-hariku..
Randi, maafkan aku jika harus kuakhiri kedekatan kita. Mungkin ini berat bagimu, juga bagiku. Tapi aku yakin kita pasti bisa melewati ini semua. Terimakasih untuk kebersamaan dan perhatianmu selama ini.
Jika kau Tanya apa alasanya? Alasanya aku ingin sendiri dulu dan memperbaiki diri menjadi wanita yang lebih baik. Aku ingin hijrah, aku berharap kamu pun juga begitu nantinya.  Aku ingin memperbaiki diriku agar bisa mendekatkan diriku dengan Allah. Mencintai Allah melebihi orang yang aku cintai. Mencintai sang Khalik melebihi Makhluknya. Menjadi orang yang pantas utuk dicintai oleh lelaki yang juga mencintai Allah. Aku ingin dipertemukan oleh seorang lelaki yang melabuhkan cintanya kepada Allah. Dan suatu saat nanti bila kami bertemu, maka ia pun juga akan mencintai aku karena cintanya kepada Allah.
Aku ingin memantaskan diri, Rand, memantaskan diriku untuknya kelak. Agar ia tidak menyesal karena telah milih aku untuk menjadi pendamping hidupnya.
Dan jika kau tanyakan  apakah aku mencintaimu?? Yaa.. aku memang benar-benar mencintaimu selama ini. Semua rindu itu benar adanya. awalnya memang tidak. Tapi lama-kelamaan aku benar-benar jatuh hati padamu.
Apakah Engkau tau siapa yang aku inginkan untuk menjadi pendampingku kelak?? Orang itu adalah kamu. Jika boleh aku meminta kepadamu, aku ingin kamupun juga berubah seperti yang dulu pernah kamu katakan padaku. Kamu ingin menjadi laki-laki yang baik, yang soleh dan mapan agar bisa membahagiakan kedua orang tuamu dan menjadi teladan bagi adek-adekmu..
Randi, lelaki yang selalu kurindu namun ku tak ingin berjumpa denganmu. Kamu kusebut dalam do’aku. Meski hati kecil ku berkata aku ingin kamu, namun do’aku semoga aku dan kamu diberikan yang terbaik oleh Allah.. anggap saja perhatian dan kebersamaan kita kemarin adalah hadiah dari pertemuan kita.  Suatu saat nanti jika kamu sudah merasa lebih baik, dan sudah mapan dan siap menghadapi semuanya, maka temuilah aku. Temui aku jika aku masih sendiri. Temui aku jika memang rasa itu masih sama. Allah yang membolak-balikan hati kita, kita hanya bisa berdo’a smga hati ini tetap dalam iman dan nama yang sama. Maafkan jika aku tak lagi menghubungimu. Namun, jika ada perlu kamu bisa menghubungiku melalui akun facebook ku.
Kita berpisah Karena Allah, smga nanti kita juga berjumpa karena Allah.
Semoga kita dipertemukan lagi oleh Allah dalam hubungan yang lebih diridhoinya. Aamiinn…
Dari orang yang ikhlas melepasmu
Yahh… surat itu aku tulis tepas 1 tahun kami kuliah. Jadi hanya beberapa bulan saja kami dekat.  sejak saat itu aku tak lagi menghubunginya. Sekarang kami udah semester akhir dan hampir tak pernah lagi bertemu denganya. Mungkin saja ia lupa dengan surat yang pernah aku tulis. Tak apa.. setidaknya sekarang aku merasa lebih baik dari dulu. Dan aku dengar dari teman-teman yang sekelas denganya, ia pun sekarang udah menjadi pribadi yang sholeh. Seperti yang aku tau ia adalah ketua dari organisasi islam kampus.
Tentang disuatu hari nanti apakah kami berjumpa atau tidak? Biarlah itu hanya akan menjadi rahasia Allah yang nanti menjadi surprise untuk kami. Jika ia memilih orang lain untuk menjadi pendamping hidupnya, aku pun ikhlas. Sebagaimana dulu, aku ikhlas ketika harus melepasnya demi kebaikan bersama.
This entry was posted in

Apa kabar Rohingya??

Tangisan Darah Rohingya

Penduduk terpencil yang terkucil
Kini harus menyingkir oleh mereka yg mengusir
Apa yang salah dengan mereka??  Apakah mreka mengganggu ketenteraman?
Apakah mereka merusak tatanan kehidupan kalian??
Tidaakk..  Mereka hanya butuh tempat tinggal.
Mreka hanya butuh perlindungan.  Dan mereka adalah manusia yang ingin diperlakukan layaknya manusia??
Tapi kenapa kalian yang berhati iblis memperlakukan mereka bak binatang??  Dimana hati nurani kalian??  Jika karena beda agama, Tak bisakah kalian meletakkan sudut pandang kalian melihat mereka sbg sesama manusia?
Kalian mungkin tak kan bisa mendengar suara kami yg saudara kami kalian siksa.  Kalian musnahkan.  Kalian BAKAR HIDUP2!!!  tapi Adzab Tuhan kami pasti akan datang untuk kalian. Kalian.. Iya,  kalian smua makhluk berwujud manusia yg berhati iblis.
Dan kepada kalian yg merasa bahwa mereka saudra kita,  kepada kalian yg meski beda agama,  etnis dan golongan namun mempunyai peri kemanusiaan dan miliki hati nurani. Jgn tutup mata kalian. Jgn tutup telinga kalian.  Berdo'a adalah cara paling mudah yg bsa klian lakukan.
Kita..  Kita bisa makan enak,  tidur nyenyak, dan tempat tnggal serta pakaian yg layak.  Tapi mereka???  Terusir dari tanah kelahiran.  Terusir dari kmpung sndri.  Tak da yg melindungi mereka dari dinginya hujan dan panasnya matahari.  Mereka di Buru bak binatang yg meresahkan.
Rohingya..
Penduduk terpencil yg butuh pertolongan.
Penduduk kecil yg butuh perlindungan.

This entry was posted in

Rabu, 22 November 2017

PERTERMUAN SINGKAT aktivis..


Hufttt… aku menarik nafas panjang malam ini, tdi sore kami melaksanakan meeting di kampus. Rapat tentang kegiatan MASTA kami di tahun 2016 ini.
Ketika mengikuti rapat, perasaan ku biasa aja. Tapi entah mengapa ketika pulang dari meeting aku merasakan hal yang beda.. ada semacam rindu yang aku rasakan. Ahh.. bagaimana aku bisa merasakan rindu ini? Padahal sudah sejak lama aku tidak lagi memendam rasa ini untuknya.. bagaimana mungkin aku bisa memikirkanya bahkan hingga detik ini..
Ingatanku melayang ketika pertama kali aku bisa akrab denganya. Anggap saja namanya Riyan. Saat itu aku baru saja selesai mengikuti MASTA. Dan berniat untuk melanjutkan mengikuti salah satu organisasi di kampus kami. Yaitu IMM atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dan utuk mengikuti IMM, kami harus mengikuti DAD alias Darul Arqom Dasar
Saat itu tiba-tiba ada pesan masuk di hp ku, yang di isinya ternyata sebuah pengumuman kalo ingin melaksnakan DAD maka kami harus mendaftar dulu. Stand pendftranya di bawah pohon rindang kampus kami,. Dan aku merasa  penasaran dengan yang kirim sms ini. Siapa ya? Cowok apa cewek yachh.. walopun di tanda tangan hp nya waktu itu ada tulisan nama riyan fransiska. Jadi, aku bingung dia wanita apa laki-laki? hehee
Lalu aku balas sms itu, “Maaf ini dengan siapa ya?”
Lalu langsung ada balasan ”Ini dengan Riyan”
“Owhh…cowok apa cewek?”  lanjutku bertanya
“Cowok” katanya sambil mengirim emoticon senyum.
Singkat cerita aku berkenalan denganya yang saat itu ia sedang semester 5. Di luar dugaan ku ternyata ia ramah dan mau membalas pesan singkat ku. Karna penasaran akhirnya aku minta pin BB nya. Kami chatting sampai demikian akrab. Dan hari berganti minggu, minggu pun telah berganti bulan. Sejauh itu kami masih mengobrol biasa. Tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu yang aneh di dadaku. Dia pun juga sepertinya merasakan hal yang sama. Dia sudah mulai berani menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi terhadapku.. yachhh,…dan aku jawab sejujurnya. Sampai pada titik dia mengungkapkan rasa suka dan kagumnya terhadapku..
Dan di saat itulah aku mulai bingung.. aku memang suka denganya. Sama sperti dia suka aku. Dan aku pun juga merasa kagum sama halnya dia mengagumi ku. Tapiii…aku tidak bisa melnjutkan hubungan ini lebih jauh lagi. Meskipun status kmi hanya sebagai teman. Teman tapi mesra. Astagfirullah… aku takut sekali, aku tidak ingin lagi di sakiti. Yang aku tau ketika  kita sudah siap jatuh cinta maka kita juga harus siap untuk jatuh sakit. Sakit hati.. apalagi, aku tidak ingin menjalin sebuah hubungan yang namanya pacaran. Aku takut Allah marah terhadapku karna setau ku pacaran itu salah satu pendekatan terhadap zina. Sesuai dengan QS. Al-Isra’:32, yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”
Begitu seterusnya. Dia tidak pernah mengatakan ingin jadi pacar dan aku pun juga tak pernah mencoba membahas itu denganya. Status kami tak ada. Tapi aku memang menyukainya,. Jujur ku akui itu. Kami saling menyukai. Dia pernah mengungkapkan isi hatinya padaku. Tapi aku tak menanggapinya. Dan akhirnya lama kelamaan kami sudah jarang saling menghubungi lagi.
Bahkan perasaanku pun sudah menjadi biasa-biasa aja. Aku pernah melihat dp bbm nya masang foto ceweknya. Tapi aku merasa biasa aja. Dan bahkan pernah ceweknya sms sama aku ngomong kata-kata kasar seakan aku perebut kekasihnya. Tapi aku tetap biasa aja dan keep enjoy..
Tapi kenapa?? Virus merah jambu itu kembali hadir dalam hatiku?
Tuhan.. aku merindukanya. Tapi aku tak berani ngomong ini kepada siapapun.. ya Allah .. bahkan namanya pun ku sebut dalam doa usai solatku.Begitulah caraku mencintai. Ku sebut namanya dalam do’a kala aku rindu. Aku benar-benar rindu.. pertemuan singkat itu menyisakan sebuah kerinduan yang mendalamm di hatiku.. tapi pada siapa aku akan curhat??
Riyan.. kamu benar-benar hebat. Kamu telah mampu membuat aku terus memikirkanmu hingga saat ini.
Ya Allah.. Dzat yang membolak-balikan hati manusia… tolong jaga hatiku.. agar aku tidak terjerumus ke dalam cinta semu yang aku sendiri pun masih ragu. Aku takut nanti jadi luka yang akan membuat aku kecewa.. aminnn
Setelah berdo’a, aku pun langsung memejamkan mata. Berharap besok tak ada lagi kerinduan terhadap cinta semu yang akan membutakan cintaku terhadap sang pemberi cinta.. berharap rasa rindu itu Tuhan ambilkan kembali. Dan digantikan dengan rasa Rindu pada perjumpaan dengan kekasihNya. Rasulullah SAW
This entry was posted in

Kamis, 26 Oktober 2017

Rabu, 09 Agustus 2017

KALA MENDUNG MENGUNDANG HUJAN




Ada kala aku merasa tersudutkan.
Tersudut karena sebuah pengorbanan
Tersebut karena sebuah pilihan
Tersudut karena sebuah keinginan.
Tak ada yg disalahkan.
Ini tentang sebuah rotasi waktu
Fatamorgana kehidupan yang menipu
Setiap lembaran yang senantiasa berkolaborasi.
Kala hitam,  putih,  menjadi abu.
Tuhan ada masa Aku ingin kembali,  kembali merindukanmu
Ada ketentraman disana yang tak ku dapatkan disini.
Tapi terkadang diri ini terlalu egois.
Memandang hanya sekejap akan keindahan yang semu.
Oh..  Maafkan aku,  lagi-lagi aq terpaku
Menatap indahnya gemitang yang menemani malam
Ada sebuah angan nun jauh disana yang ingin sekali aku gapai
Sebuah asa yg ingin segera ku peluk erat
Diam..
Ada yg jatuh dari bola mataku.
Tidakk.. Ini hanya sebuah tetesan hujan.
Yang wajib datang kala mendung mengundang.
Tuhan.. Ikhlaskan aku.  Tabahkan aku.
Ini pilihan hidupku.

This entry was posted in

Senin, 07 Agustus 2017

Hapus air mataku

Hapus air mataku
Katakan padaku.  Bagaimana caranya agar aku bisa lepas dari duka??
Katakan padaku sebuah kata yang bisa menentramkan jiwa.
Katakan padaku agar hilang risauku.  Agar sirna sedihku.
Katakan padaku semua nya.  Aku ingin mereka mengerti kenpa tanpa perlu aku jelaskan mengapa.
Katakan padaku agar damai jiwaku.  Meski berurai air mataku.
Aku tak tau lagi harus bagaimana.  Duduk lah sebentar bersamaku.  Dekap aku.  Tenangkan aku.  Tapi tolong jgn pinta aku untuk cerita.  Karena aku takan mampu.  Ku tak ingin berbagi kisah duka.  Cukuplah kisah bahagia saja yang engkau tau.
Tolong katakan sesuatu hingga berhenti bola kristal ini mengalir yang menyebabkan bengkak mataku sehingga jelek rupaku.  Aku tak ingin mereka lebih banyak tau tentang aku.  Ku tak ingin di hujani dengan pertanyaan mengapa???
Oh.. Mf kalau aku berlebihan
Aku hanya ingin engkau katakan apa yg menurutmu terbaik untukku
Untuk hapus air mataku

#Puisi
This entry was posted in

Travel ke Lebong



Berkunjung ke kota Lebong
(Sambil Menyelam Minum Air)
    
            Masjid Agung Sultan Abdullah

            

Pamandangan Bukit disekitar Masjid







   
Yeayyy… Alhamdulillah sampai juga di kota Lebong meski harus terseok-seok di dalam perjalanan (ceileehh, pdahal pake mobil tuch.wkwk). yachh.. kami berangkat ber 6 dari kota Bengkulu sampai ke Kepahiang. Yaitu, Kak Syamsul PKPU sebagai Supir, Bang Nover di samping beliau, lalu saya (Nengsih), Nisa, dan Mbak Deza ODOJ di kursi bagian Tengah, terakhir Bambang kursi paling belakang. Setelah sampai Kepahiang, kami menjemput Uni Evi (Istri bg Nover) dan anaknya, adek Ziyad. Otomatis kami berubah posisi. Bg nover sekeluarga pindah ke Belakang dan Bambang sendri pindah depan.  Lanjut lagi perjalanan, sampai di Curup kami bertambah satu Pasukan lagi ( kayak perang yach? Hihii) yaitu mbx Dinda. Taraaa… jadilah kami bersempit-sempit, 4 orang di kursi bagian tengah. Mungkin karena jalanya yang kecil dan banyak lubang serta kursi yang sempit itu membuat salah satu pasukan alias rombongan kami yaitu Nisa jadi mabuk dan muntah-muntah.. tapi tenangg.. di mobil sudah tersedia kantong meids koq. Alias asoy.heehee..
Kami Brangkat hari Sabtu tanggal 18 Maret 2017 kemarin.  Ehem.. Sebenarnya gxda rencana sich mau ke Lebong. Malam itu (Jum’at malam) setelah kami belajar tilawah sama bang Nover setelah Maghrib di Jazirah, bang Nover bertanya kepada saya,
“Nengsih besok ada kuliah gx?”,
 “ada sich bang kegiatan prodi dari pagi sampai sebelum Dzuhur. Kenapa Bang?”,
“Mau ngajak ke Lebong ke Nikahanya Dhiah salah satu panitia Konser Rohingya kemaren”
“owhh.. Liat Sikon (situasi dan kondisi) besok yo bg, InsyaAllah. Tapi idak berani janji”
Dan Alhamdulillah Sabtunya kami masuk pada jam pertama aja yaitu Tahfidz. 2 pelatihan lainya yaitu pelatihan B.Arab dan  pelatihan dari PWA kami izin dulu. Mumpung-mumpung ini looo.. kalo gx sekarang kapan lagi coba bisa main-main ke Lebong mumpung ada kesempatan. Hehehee..
Jadilahh.. akhirnya kira-kira jam setengah 11 kami Cuss..  dan kami nyampe pas Ashar di Lokasi pesta. Kalo perjalanan normal sich cukup 4 jam-an udah nyampai lebong kalo dari Bengkulu. Tapi kami agak lama mungkin karena kebanyakan mampir. Padahal itu udah dikebut-ngebutin sama pak Supir.
Di awal-awal perjalanan kami banyak bercandanya, sehingga hampir semua isi mobil menikmati perjalanan. Apalagi bg Nover tuch.. ada-ada aja hal yang membuat kami tertawa. Tapi makin siang, teman-teman banyak yang tidur, sementara saya sendiri gak bisa tidur, Barangkali karena posisi duduknya kejepit dan sempiiittt… jadi, mau tak mau harus menikmati perjalananlah.
Tujuan kami ke Lebong sich memang untuk menghadiri undangan pesta mbx Dhiah, tapi sambil menyelam minum air donk… sekalian aja kami jalan-jalan. Mau tau kami jalan kemana aja??? Cekidottt..
Pertama, setelah kami Masuk pesta di menit-menit terakhir, maklum waktu kami nyampe sudah 1 jam sebelum penutupan pesta, kami langsung melaksanakan Solat Jamak Qashar Zuhur dan Ashar di Masjid Agung Sultan Abdullah, Lebong,. Masjid ini merupakan masjid termegah di kota Bengkulu. Masjid ini diberi nama oleh Bupati Lebong, H.Rosjansyah, S.IP, M.SI yang dibangun tepat berada di Samping Gedung DPRD Lebong di jalan lintas Lebong-Bengkulu Utara. Nama Masjid ini diambil dari nama lain Ki Karang Nio yang merupakan salah satu rajo yang berkuasa di Tanah Rejang zaman dahulu. Masjid ini terbilang unik karena dinding Masjid  dan dinding dari menara utama setinggi 45 meter serta 4 menara kecil lainya dibuat dari granit khusus. Granit tersebut didatangkan langsung dari negeri Tiongkok, Cina. Sedangkan kubah terbuat dari Beton Frikas yang tahan puluhan tahun. Masjid megah ini menghabiskan total dana mencapai RP 37,9 miliar lebih. (Ket. Kepala Dinas PU Lebong, Ir Eddy Ramlan MT), Wahhh.. lumayan gede yachh..
Masjid ini memang indah diliat dari kejauhan maupun dari dekat. Di kelilingi oleh pepohonan yang sejuk dan bukit-bukit yang tinggi. Pemandangan yang indaaaah sekali. Disini kita bisa berfoto pada posisi manapun tetap indah. De depan Masjid, di tangga, di Samping, di Teras, dan dimana aja asal jangan di Wc nya yach (Oupss). Di depan Masjid ada Tulisan Masjid Agung Sultan Abdullah, lalu di samping Kanan, ada bangunan yang mirip Ka’bah. Mungkin ini untuk masyarakat Lebong yang latihan manasik haji kali yaa..
Tapi sayangnya dibagian WC Masjid ini kurang terawatt alias kurang bersih. Awal masuk kami sempat bingung mana yang WC cowok dan mana yang WC cewek, karena memang tidak ada tulisan maupun petunjuknya. Kami yakin aja yang di depan itu Wc untuk cewek karena lebih tertutup. Tapi mungkin aja sich waktu kami datang memang wc nya belum dibersihkan. Meski begitu kami tetap bisa Wudhu dengan lancar dengan air yang suegaarr...
Lanjut niii… setelah kami Sholat dan ketika sedang foto bersama untuk mengabadikan moment dalam Hp, satu lagi rombongan yang teman-temanya mbx Dhiah (kak Dedek, Mbx Tadzki, mbx Putri, dll) datang ke Masjid itu juga. Memang kami tidak ketemu di acara pesta, karena mereka sudah pulang duluan (karena kaminya yang kesorean nyampe pesta :-D). Ternyata mereka tadi ke Danau Picung terlebih dahulu. So, kami pun ikutan bertolak ke Danau Picung.
Danau ini merupakan Danau bendungan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kab.Lebong. Lokasinya tidak Jauh dari Masjid Agung. MasyaAllahh…Betapa Agung kebesaran Allah.. Danau ini indah sekali. Tak kalah indahnya dengan danau Toba (padahal belum pernah ke danau Toba, Gubrakk. Haa ), Danau ini merupakan Danau yang sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda yang pada waktu itu merupakan sumber air untuk memutar kincir pengolahan emas di tambang emas di sekitar daerah Lebong Tambang.. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan juga yang cantik-cantik, lalu di tepian danau ada gubuk-gubuk untuk kita bersantai ataupun beristirahat melepas penat. Ada juga jembatan penyeberangan yang terbuat dari bambu, tentu bambunya pake kawat donk, biar kuat. Dan disinilah kami banyak sesi foto-fotonya. Harga tiket masuk ke Danau Picung ini hanya Rp 20 Ribu untuk satu mobil.

Dan akhirnya hari pun semakin sore, sebenarnya masih ada lagi tempat yang ingin kami kunjungi seperti Danau Tes, Air Putih (Air terjun dengan 2 jenis Air sekaligus  yaitu air panas dan air dingin), Lobang Kaca Mata dll.. tapi waktu sudah tidak memungkinkan lagi. Sementara kami harus pulang lagi ke Bengkulu hari itu juga. Dan pulangnya kami mengisi perut dulu yang udah mulai keroncongan. Kami mencari kedai Bakso di sekitar daerah tersebut.
Jadi itulah sob, cerita tentang perjalanan kita ke Lebong. Pelajaran yang dapat di peroleh yaitu, kita tau betapa besar ciptaan Allah, betap Besar kemuliaanNya.  Melanconglah.. dan liat betapa isi dunia yang kita pijak ini tidak ada apa-apanya. Ini baru di sekitar Bengkulu aja. Belum Indonesia apalagi Dunia.. semoga aja tempat wisata di kota Bengkulu ini semakin banyak dan menarik sehingga menjadi tujuan utama wisata turis local maupun mancanegara. Amiinnn.. dan semoga saya bisa mengelilingi kota Bengkulu, Indonesia bahkan Dunia untuk melihat lagi betapa Luas alam Bumi yang tidak ada bandingnya di alam akhirat. Dengan harapan semakin menambah keimanan dan kecintaan terhadap Allah SWT. AAmiinnnnnn…
Bengkulu, 23 Maret 2017