Rabu, 22 November 2017

PERTERMUAN SINGKAT aktivis..


Hufttt… aku menarik nafas panjang malam ini, tdi sore kami melaksanakan meeting di kampus. Rapat tentang kegiatan MASTA kami di tahun 2016 ini.
Ketika mengikuti rapat, perasaan ku biasa aja. Tapi entah mengapa ketika pulang dari meeting aku merasakan hal yang beda.. ada semacam rindu yang aku rasakan. Ahh.. bagaimana aku bisa merasakan rindu ini? Padahal sudah sejak lama aku tidak lagi memendam rasa ini untuknya.. bagaimana mungkin aku bisa memikirkanya bahkan hingga detik ini..
Ingatanku melayang ketika pertama kali aku bisa akrab denganya. Anggap saja namanya Riyan. Saat itu aku baru saja selesai mengikuti MASTA. Dan berniat untuk melanjutkan mengikuti salah satu organisasi di kampus kami. Yaitu IMM atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dan utuk mengikuti IMM, kami harus mengikuti DAD alias Darul Arqom Dasar
Saat itu tiba-tiba ada pesan masuk di hp ku, yang di isinya ternyata sebuah pengumuman kalo ingin melaksnakan DAD maka kami harus mendaftar dulu. Stand pendftranya di bawah pohon rindang kampus kami,. Dan aku merasa  penasaran dengan yang kirim sms ini. Siapa ya? Cowok apa cewek yachh.. walopun di tanda tangan hp nya waktu itu ada tulisan nama riyan fransiska. Jadi, aku bingung dia wanita apa laki-laki? hehee
Lalu aku balas sms itu, “Maaf ini dengan siapa ya?”
Lalu langsung ada balasan ”Ini dengan Riyan”
“Owhh…cowok apa cewek?”  lanjutku bertanya
“Cowok” katanya sambil mengirim emoticon senyum.
Singkat cerita aku berkenalan denganya yang saat itu ia sedang semester 5. Di luar dugaan ku ternyata ia ramah dan mau membalas pesan singkat ku. Karna penasaran akhirnya aku minta pin BB nya. Kami chatting sampai demikian akrab. Dan hari berganti minggu, minggu pun telah berganti bulan. Sejauh itu kami masih mengobrol biasa. Tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu yang aneh di dadaku. Dia pun juga sepertinya merasakan hal yang sama. Dia sudah mulai berani menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi terhadapku.. yachhh,…dan aku jawab sejujurnya. Sampai pada titik dia mengungkapkan rasa suka dan kagumnya terhadapku..
Dan di saat itulah aku mulai bingung.. aku memang suka denganya. Sama sperti dia suka aku. Dan aku pun juga merasa kagum sama halnya dia mengagumi ku. Tapiii…aku tidak bisa melnjutkan hubungan ini lebih jauh lagi. Meskipun status kmi hanya sebagai teman. Teman tapi mesra. Astagfirullah… aku takut sekali, aku tidak ingin lagi di sakiti. Yang aku tau ketika  kita sudah siap jatuh cinta maka kita juga harus siap untuk jatuh sakit. Sakit hati.. apalagi, aku tidak ingin menjalin sebuah hubungan yang namanya pacaran. Aku takut Allah marah terhadapku karna setau ku pacaran itu salah satu pendekatan terhadap zina. Sesuai dengan QS. Al-Isra’:32, yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”
Begitu seterusnya. Dia tidak pernah mengatakan ingin jadi pacar dan aku pun juga tak pernah mencoba membahas itu denganya. Status kami tak ada. Tapi aku memang menyukainya,. Jujur ku akui itu. Kami saling menyukai. Dia pernah mengungkapkan isi hatinya padaku. Tapi aku tak menanggapinya. Dan akhirnya lama kelamaan kami sudah jarang saling menghubungi lagi.
Bahkan perasaanku pun sudah menjadi biasa-biasa aja. Aku pernah melihat dp bbm nya masang foto ceweknya. Tapi aku merasa biasa aja. Dan bahkan pernah ceweknya sms sama aku ngomong kata-kata kasar seakan aku perebut kekasihnya. Tapi aku tetap biasa aja dan keep enjoy..
Tapi kenapa?? Virus merah jambu itu kembali hadir dalam hatiku?
Tuhan.. aku merindukanya. Tapi aku tak berani ngomong ini kepada siapapun.. ya Allah .. bahkan namanya pun ku sebut dalam doa usai solatku.Begitulah caraku mencintai. Ku sebut namanya dalam do’a kala aku rindu. Aku benar-benar rindu.. pertemuan singkat itu menyisakan sebuah kerinduan yang mendalamm di hatiku.. tapi pada siapa aku akan curhat??
Riyan.. kamu benar-benar hebat. Kamu telah mampu membuat aku terus memikirkanmu hingga saat ini.
Ya Allah.. Dzat yang membolak-balikan hati manusia… tolong jaga hatiku.. agar aku tidak terjerumus ke dalam cinta semu yang aku sendiri pun masih ragu. Aku takut nanti jadi luka yang akan membuat aku kecewa.. aminnn
Setelah berdo’a, aku pun langsung memejamkan mata. Berharap besok tak ada lagi kerinduan terhadap cinta semu yang akan membutakan cintaku terhadap sang pemberi cinta.. berharap rasa rindu itu Tuhan ambilkan kembali. Dan digantikan dengan rasa Rindu pada perjumpaan dengan kekasihNya. Rasulullah SAW
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar