Kamis, 13 Oktober 2016

Dikala Hati Gundah
                                                                                Cerpen by: Nengsi Hariyanti


Hufffttt…aku menghempaskan tubuh ku di atas kasur yang lusuh, yang berserakan berbagai macam benda mainan anak-anak.. aku menghempaskan badan sekaligus nafas yang serasa begitu sesak. Berharap dengan begitu semua masalahku juga ikut terhempas dan hilang. Aku merasa begitu letih akibat semua aktivitas kampus siang tadi. Bertambah lagi dengan semua permasalahan di rumah, di organisasi dan di tempatku bekerja.
Sambil menatap atap rumah, aku teringat akan semua kejadian demi kejadian siang sampe sore hari yang membuatku pulang terlambat lagi sore ini.. hahh.. rasanya ia ingin segera berlalu. Capek hati, capek fikiran, capek badan. Begitulah yang aku rasakan.
“ini tidak pas. Semua ini harus segera di robah. Mana mungkin sebanyak ini jumlahnya!”
Itu lah kata-kata yang menyebalkan yang membuat aku sedikit merasa kesal. Padahal aku sudah merincinya dengan serinci mungkin. Tapi yaa sesuai instruksi dari senior, aku harus merobah lagi dari awal dan menyederhanakan lagi semua pembiayaan. Maklumlah saat ini aku sedang sibuk dalam Organisasi yang aku geluti.
Aku yang saat ini kuliah di salah satu Universitas swasta di Bengkulu tinggal bersama dengan paman. Yaa.. keputusan untuk tinggal bersama paman itu aku ambil mengingat kondisi keekonomian keluarga yang tidak memungkinkan kalau aku harus mengekos. Yaa.. setidaknya aku tidak lagi memikirkan uang makan dan juga uang kontrakan. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk membantu, mengingat paman juga termasuk baik dan perhatian.
Tapi entah mengapa hari ini aku merasa risau. “ Ohh apakah aku sedang jauh dengan Allah sampai  aku merasa sedih begini??” Fikirku..
Tiba-tiba saja handphone jadul milikku berbunyi tertulis satu nama yang sangat aku cintai. Yaa.. nama Ibu, wanita luar biasa yang telah melahirkan dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Lalu,  secepat mungkin aku mengangkat telpon ibu. Tak ingin aku membuatnya menunggu lama.
“Hallo,Assalamualaikum?”
“Waalaikumsalam, Nak. Apa kabar?” sapa ibu ku.. ahhh,, Suara itu menyejukan bagiku.
“Alhamdulillah sehat Mak. Amak apa kabar? Ayah n adek-adek juga gimana?”
“Sehat smua. Nak..”
“amak kemana aja sich gxda ngasih kabar? Rianty rindu taw?”
Entah mengapa saat itu aku langsung mewek, tak terasa air mataku pun menetes.
“eh.. eh.. kenapa ni anak gadis amak tiba-tiba nangis. Padahal gak lama-lama amat amak gx ngasih kabarnya!”
Aku bukanya menjawab tapi malah bertambah nangis. Tpi aku usahakan sebisa mungkin menahan air mata itu agar gak di dengar sama paman dan ponak an-ponak an ku. Selain malu aku juga takut nanti malah salah faham. Takut mereka mengira aku kenapa-kenapa.
Lalu tanpa menunggu jawaban amak langsung bilang,
“Udahh.. gx usah nangis. Anak amak kan kuat. Kalo ada masalah ngomong sama amak”
 Yaa begitulah seterusnya amak (panggilanku untuk ibu) memberiku nasehat dan semngat lagi kepadaku. Lalu setelah mengobrol-ngobrol lagi, amak menanyaiku:
“ada yang maw Rianty sampaikan gak sama amak?”
“gak da mak.. doakan saja Rianty selalu sehat dan Selamat selama perkuliahan. Aminn”
Lalu amak lagi-lagi meberi semngat dan motivasi agar segera berlalu dari kegundahan yang aku rasakan. “udahh.. gx usah terlalu difikirin. Kalo di kasih amanah yaa jalankan. Artinya orang percaya sama kita. Dan kamu pasti bisa menjalankanya dengan baik. Yakinlah, Allah selalu menolong orang-orang yang menolong agama Allah. Tohh yang Rianty lakukan sekarang ini kan dalam rangka menolong Agama Allah juga. Keep Patient, Always Spirit ya sayankk.. Smile You don’t Cry” amak berusaha menghiburku.
“iya, makk.. Trimaksih untuk semuanya mak. Rianty sayang amak”
“amak juga sayang anak gadis mak yang pintar dan cantik ini. Jaga diri ya sayankk..”
Lalu amak mematikan telpon. Huffttt.. Alhamdulillah setelah mendengar wejangan dari amak, aku merasa sedikit lebih tenang sekarang. Lalu untuk memulihkan fikiran yang sudah agak mulai membaik, aku mengambil air wudhu yang juga tak terasa sudah adzan magrib.
Ahh..aku selalu ingat ayat yang mengatakan “hanya dengan Mengingat Allah hati akan menjadi tentram” salah satu ayat di dalam Al-Qur’an. Surat Ar-Rad ayat 28.
Iyappp… aku melaksanakan salak magrib, menenggelamkan kepalaku dalam sujud terakhir. Dan memperbanyak do’a-do’aku. Allahumma Yasir wa laa Tuatsir.. ya Allah mudahkanlah dan Jangan Dipersulit. Hanya karna Mu semua akan terasa Mudah. Laa Hawla wa laa Quwwata Illaa billahhh.. Amin Allahumma Aminn..

Rabu, 28 September 2016
Jam 19:28 WIB


0 komentar:

Posting Komentar