SC Kedua Yang Spesial

Ternyata SC kedua ini lebih spesial, ya. Gx semulus kayak yang pertama dulu. Jarak 3,3 tahun dg SC kesatu nggak menjamin proses penyembuhannya semudah luka di pertama. Udah nanggung gini, masih lah belum jera tu! Masih juga pengen nambah anak lagi nantinya🤣

SC kedua ini spesial. 

Mulai dari perawatannya yang spesial, obatnya juga spesial. Nggak cukup obat dari apotik RS aja dengan biaya BPJS. Mesti cari obat paten di luar karena sembuhnya nggak semudah SC pertama. 

Dan sakitnya di tekan berkali-kali di perut bekas luka pun juga spesial😁

Gpp ko, Dok. Aku aman! Udah 3 hari ini berturut-turut bolak-balik ke RS buat ganti perban.

 "Ada cairannya ini" Ucap dokter. 

"Kenapa bisa begitu, Dok?"

"Yang jelasnya ini sedikit infeksi"

"Kenapa bisa infeksi, Dok?"

"Banyak faktor, sih. Bisa jadi karena proses penyembuhannya yang tidak sempurna" Terang Dokter. 

"Mesti sering di tekan-tekan perut lukanya 3 kali sehari biar cairan keluar dan tak menjadi nanah" Ucap dokter lagi. 

Akhirnya Dokter meresepkan obat untuk dibeli di luar. Obat yang paling bagus menurut dokter. Biar proses penyembuhannya bisa lebih cepat. Selain itu kita melakukan perawatan sendiri di rumah. Seperti yang Dokter bilang, 3 kali sehari buka perban untuk di pencet-pencet perutnya biar cairannya keluar. Untuk itu bisa dilakukan oleh suami sendiri atau perawat/bidan desa. Kita beli alatnya sendiri. Perban, kasa steril, kasa untuk lap cairan, betadine, hingga salep.

Bukan karna kurang makan ikan gabus dan putih telur, ya! Bahkan pasca SC, ikan gabus nggak pernah putus. Diselipkan juga dengan makan putih telur 2,3,4 butir sehari. Tapi ya mungkin karena ini udah SC kedua. Jadi perawatannya jadi lebih spesial. 

Dan itu jauh lebih baik daripada aku mesti di infus lagi, di rawat inap lagi. Ribet dan repot apalagi aku busui. Baby newborn ku yang baru lahir, full asi denganku. Ribet kalau aku sampai di rawat lagi dan dia harus ngikut ke RS juga. Ditambah toodlerku yang super aktif, kasian kalau dia nginap atau ditinggal lagi. Hiks.. 

Btw, makasih ya Anakku. Abang Rendra yang udah banyak mengerti dan memahami Bunda yang lagi sakit. Udah ngerti kalau sekarang dia udah punya adek. Abang Rendra ini sering nyium-nyium aku saat aku dirawat di rumah. Mungkin tau kalau Bundanya sedang sehat. Malah dia yang menyemangati aku. 

InsyaAllah, Selama anak-anakku sehat, support system ku handal, dan aku masih bisa disamping anak-anakku, dunia ku akan baik-baik saja mau di buat begemenepun tubuh ini👌😆

Ada air mata? Ada! Saya kira wajarlah ya.. Saya bukan wonder women yang tahan dg segala serangan. Wanita biasa, air mata adalah teman hidup. Eaaa🙈

Insyallah akan pulih sesegera mungkin..Aamiinn🤲

Ada anak-anak yang menunggu kelincahan Bundanya. Ada adek yang minta di timang-timang mulu, ada Abang yang capek nahan diri pengen menghambur nerkam perut Bundanya dan ngajak main. 

Oiya, bentar lagi, kan lebaran. Nanti foto harus sehat dan full senyum pastinya. Karena tahun ini kita berfoto udah ber-empat. Masyallah Tabarakallah. 

Minal Aidhin wal Faidzin yaa teman-teman semuanya.. Mohon maaf lahir dan bathin. 

9 komentar

  1. Aku selalu merinding dengar cerita orang SC. Apalagi membayangkan efek setelahnya yang seringkali harus berulang-ulang diobati karena infeksi. Alamak. Secara aku beranak dua kali semua normal dan hanya butuh jahitan sedikit banget. Lah wong lahirannya cuma butuh 30 menit buat si sulung dan 15 menit buat si bungsu. Semua gampang banget.

    BalasHapus
  2. Syafakillahu.. ka Nengsi.
    Lekas sehat untuk Ibu dan babynya.

    MashaAllaah.. Barakallahu fiikum.
    Perjuangan seorang Ibu yaa.. Kudu di booster hormon bahagia biar semakin sehat sehat.

    Ka Nengsi... peluuukkk~
    Ikut senang atas kelahiran putra keduanya.

    BalasHapus
  3. BarokAllah mbaaa
    semoga selalu sehaatt, makin dimudahkan proses parenting-nya.

    Semangaaatttt 💪

    BalasHapus
  4. Minal Aidhin wal Faidzin
    wah senangnya, tambah anggota baru, tambah rame dong ya
    Semoga ananda membawa berkah bagi keluarga, dan dapat selalu membanggakan keluarga, amin

    BalasHapus
  5. Aduh kok saya merasa kesakitan sendiri ya membaca dan membayangkan Mbak yang ditekan-tekan bekas operasinya biar cairan keluar dan tak jadi nanah

    Memang spesial ya melahirkan dengan operasi itu. Semoga sehat selalu dan menjadi ibu serta istri yang bahagia selamanya...

    BalasHapus
  6. Maaf lahir batin juga kak.
    Semangat sehat dan lekas pulih ya kak Nengsi. Jangan banyak pikiran 😊

    BalasHapus
  7. Waaaa selamat atas kelahiran anak keduanya mbaaak. Lekas pulih bekas SC yaaa. Bisa-bisanya mbaknya tetap tenang meski dokter bilang ada cairan diperbannya. Salut banget. Perjuangan banget juga jadi seorang ibu yang melahirkan anak-anak

    BalasHapus
  8. Halo, mbak Nengsi. Tahun lalu istriku juga SC karena melahirkan anak kembar. Pasca operasi, banyak konsumsi telur rebus untuk mempercepat pemulihan. Lekas pulih ya, mbak. Semangat ASI eksklusif untuk si kecil.

    BalasHapus
  9. Selamat mbak sudah lahiran anak kedua, semoga anaknya jadi anak yang berbakti pada orang tua, agama dan negara yaa...

    BalasHapus

Thanks udah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya. No SARA. Syukron Jazakallah..😊

Komunitas BRT Nerwork

Komunitas BRT Nerwork
Logo Komunitas BRT Network

Komunitas Mama Daring

Komunitas Mama Daring
Logo Mama Daring