Hallo, Assalamualaikum teman-teman??
Apa kabar ya kalian semua pembaca setia blog aku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak menyapa dalam dunia tulisan ini. Hmm ya maklumlah udah jadi emak-emak kenapa rasanya rempong sekali di dunia nyata. Sehingga seolah tidak ada waktu lagi untuk menyatakan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan ini. Ah elah! Alibi itu mahhh.. Bilang aja lagi malas ye kann😆
Oya, apa kesibukan mu sekarang guys? Apakah masih sama sibuknya seperti yang dahulu? Atau lebih sibuk lagi? Hehe
Kesibukan baru, jualan kue
Akhir-akhir ini, aku kembali mencari kesibukan di dunia nyata. Mencoba hal baru yang dari dahulu pengen banget aku lakuin. Yap! Bedagang. Bedagang apa aja yang bisa menghasilkan cuan. Maka terjadilah jualan kue tradisional semua berbahan ubi kayu atau singkong.
Sebenarnya semua ini tidak terjadi begitu saja. Kami tuh memang punya kebun singkong. Lebih tepatnya kebun sawit yang baru tanam dan diselingi banyak tanaman singkong. Sudah hampir 2 tahun kebun ini tertanam juga dengan singkong nya. Maka dapat dipastikan umbinya itu udah besar banget. Bahkan udah sampe sebesar paha orang dewasa. Aku sudah beberapa kali jual singkong mentah, kadang jual olahannya seperti dibuat keripik, bahkan pernah juga jual siap parut. Untuk makan pun kami udah sering mengolah nya mulai dari dibuat tela-tela, buat ubi isi gula merah, buat cenil, kue talam ubi, lepat ubi, dll.. Banyak deh pokoknya berbagai macam makanan dengan olahan ubi ini. Dan semua olahan ini rasanya enak-enak serta mengenyangkan.
Lalu karena mungkin pelanggan ini juga udah mulai bosan, ditambah yang tanam singkong di kebun sendiri juga banyak. Ya karena di desa yang notabenenya berkebun, nanam singkong itu hal yang biasa. Maka singkong ku sepi peminat. Lalu aku tiba-tiba aja pengen promosi in di medsos terutama FB.
Awalnya aku cuma buat cenil. "Teman-teman aku punya banyak stok ubi kayu, kalau aku buah cenil, Ada yang mau nggak yaa??" tanyaku di FB waktu itu.Eh ternyata responnya positif. Banyak peminatnya, dan aku juga ketagihan jualan. Memang capek sihhh.. Tapi kalo udah ketemu duitnya 'lah koq senang ya?' Haha...
Maka keterusan lah jualan. Aku mulai mengolah ubi dengan berbagai menu kue. Mulai dari cenil, onggol-onggol, getuk dengan 4 rasa (ORI, pandan, coklat, gula merah), klepon singkong, hingga ubi gulung. Aku seling-selingi membuatnya setiap hari 2-3 macam per hari biar tidak bosan. Alhamdulillah laku keras guyss.. Cuma 1 hari aja yang tidak laku karena aku buatnya kebanyakan. Dan itu jadi rezki tetangga. Aku bagi-bagikan ke anak-anak tetangga karena sayang kalo sampe ke buang.
Ditengah capek dan duit yang terkumpul, aku mulai merasa kewalahan. Karena mulai dari masak di jam 3 hingga 4 dini hari, packing, hingga COD-an aku lakukan sendiri. Dan yang membuat lelah itu COD. Yaitu antar alamat kue.
Kenapa harus COD sih? Kan orang bisa datang sendiri ke rumah buah jajan.
Pertama aku tidak punya lapak khusus. Maka Cod menjadi alternatif agar kuenya cepat habis dan pembeli cukup duduk manis tunggu di rumah sampe kuenya datang.
Kue aku itu kan kue basah yang cuma tahan seharian aja. Maka aku harus bisa menghabiskan kue itu dalam sehari jika tidak ingin kuenya basi atau terbuang sia-sia. Nah biasanya yang COD-COD an ini cepat responnya. Apalagi kue kita enak kann.. hihii..
Aku COD mulai dari yang dekat hingga cukup jauh. Namun aku tetap buat batasan minimal order untuk bisa COD. Yaitu 1 mika kue dengan isi 8-9 potong kue.
Terpapar debu dan polusi udara
Nah saat proses COD atau proses mengantar kue ini, terkadang mataku yang mungil ini terpapar debu, polusi udara, asap, hingga sinar matahari langsung. Maka mata aku mulai mengalami kewalahan. Mengalami beberapa gejala mata kering seperti SEpet, PErih dan LElah.
Kalau udah mulai mengalami gejala mata kering, #MataSePeLeJanganSePeLein yahhh . Aku biasanya berhenti dulu sebentar mengistirahatkan mata. Kalau dipaksa lanjutkan nanti mata aku makin lelah donkk.. Namun jika tidak punya solusinya, bisa-bisa kegiatan dagang aku terganggu. Karena aku harus berkejaran dengan waktu. Aku juga harus buru-buru jemput anak aku sekolah setelah selesai antar kue. Cukup jauh yaitu diluar kecamatan. Jemputnya pake motor dan tentu lebih mudah lagi terpapar polusi terutama debu di hari yang panas dan sudah lama tak tersentuh hujan.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar #BebasMataKering loh teman-teman. Seperti:
1. Kompres air hangat.
Caranya cukup tempelkan kain hangat dan lembab ke mata selama beberapa menit untuk membantu melancarkan produksi minyak di kelenjar meibom. Cara ini cukup bisa mengatasi mata kita yang mengalami kelelahan
2. Pakai kaca mata
Pakai kaca mata adalah cara paling aman untuk mengurangi resiko gejala mata kering. Terutama kaca mata hitam. Hal ini bisa mengurangi efek kemasukan debu, lelah oleh cahaya matahari, asap, dan berbagai polusi.
3. Istirahat yang cukup
Penting banyak untuk cukup istirahat agar produksi air mata tetap terjaga.
4. Makan bergizi
Makan juga harus yang sehat dan bergizi. Makan banyak sayur, buah, banyak minum air putih, dan makanan kaya akan asam lemak omega-3.
5. Tetes mata
Nah, ini solusi paling ampuh dari aku. Yaitu kasih obat tetes mata. #InstoDryEyes solusinya.
Insto Dry Eyes, digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata yang berguna banget untuk mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata, juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.
Insto Dry Eyes ini mengandung bahan aktif yang dapat meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata.
Jadi kalau mata aku udah mulai mengalami gejala mata kering, maka aku akan langsung aja
tetesin Insto Dry Eyes agar #BebasMataKering
Kamu juga mengalami gejala mata kering?? Tetesin Insto Dry Eyes aja😊
#InstoxBloggerPerempuan
Tidak ada komentar
Thanks udah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya. No SARA. Syukron Jazakallah..😊