Bersama Menjaga Hutan Indonesia dari Ancaman Kebakaran Hutan

Bicara tentang hutan, membuat rasa rinduku kembali membuncah untuk kembali memasuki hutan dan menikmati tiap keindahannya. Kedamaian yang diberikan saat menelusuri hutan tidak akan kita dapatkan di tempat manapun di kota atau di desa. 

Hutan adalah paru-paru dunia. Julukan ini tentu tidak asing kita dengar. Julukan ini tentu menunjukkan betapa pentingnya hutan dalam menjaga keseimbangan dunia.  Hutan memiliki berbagai jenis pepohonan dan tumbuhan yang menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida.

Hutan adalah sebuah ekosistem yang kompleks, yang menjadi rumah bagi ratusan bahkan ribuan jenis satwa dan tumbuhan, menyuplai kita dengan air bersih dan udara segar, dan menjaga iklim dan temperatur bumi tetap stabil. Hutan juga bisa mengatur tata air, bahkan akar-akar pohon dapat mengikat tanah dan menyerap air untuk mencegah banjir. Lebih dari itu, hutan juga memberi penghidupan bagi masyarakat yang hidup didalam dan di sekitarnya, serta kelompok pengusaha yang memanfaatkan hasil hutan sebagai komoditas konsumsi sehari-hari.  

Dan Indonesia adalah negara yang menduduki urutan ketiga negara yang memiliki kekayaan hutan. Terutama dengan hutan hujan tropisnya. 

Keindahan dan manfaat hutan Indonesia

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, hutan Indonesia memiliki berbagai keindahan flora dan fauna di dalamnya. Salah satunya adalah keindahan hutan yang menyebar hampir di seluruh penjuru Indonesia.  Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat keragaman flora fauna yang tinggi di dunia.

Keberagaman flora dan fauna di Indonesia ini jauh lebih tinggi dibanding Amerika Selatan dan Afrika yang memiliki iklim tropis. Flora dan fauna yang beragam dipengaruhi oleh banyak faktor fisik, seperti curah hujan, garis lintang, dan ketinggian.

Jenis flora di Indonesia kurang lebih sebanyak 25.000 jenis atau lebih dari 10% jenis tumbuhan di seluruh dunia. Tidak kurang dari 40% lumut dan ganggang merupakan jenis endemik atau jenis tumbuhan asli yang hanya ada di Indonesia, dengan total jumlah marga endemik di Indonesia 202 jenis, 59 di antaranya telah tersebar di wilayah Kalimantan.

Berbagai tumbuh-tumbuhan hidup di dalam hutan Indonesia. Mulai dari berbagai jenis bunga seperti anggrek, bunga bangkai, bunga-bunga liar, hingga tanaman-tanaman langka hidup di Indonesia. 

Manfaat hutan juga tentu banyak banget yang juga pasti bermanfaat buat manusia, seperti menjadi tempat hidup aneka flora dan fauna, menjadi pengikat air sehingga mengurangi angka kebanjiran, mencegah terjadinya tanah longsor, menghasilkan oksigen sehingga kita bisa bernafas dengan segar, dan mengikut karbondioksida yang bisa membuat kita keracunan jika tidak ada fungsi hutan yang satu ini. Serta masih banyak lagi manfaat lainnya. Maka tentu sudah menjadi kewajiban kita untuk #BersamaBergerakBerdaya dalam menjaga kelestarian dan keindahan hutan Indonesia agar terus subur makmur menebarkan keindahan dan seribu manfaatnya. 

Fenomena Indonesia sebagai negara dengan Hutan Hujan Tropis terbesar ke-3 di dunia. 

Apakah teman-teman tau bahwa Indonesia memiliki urutan ke-3 sebagai hutan hujan tropis terbesar di dunia setelah brazil dan Republik Demokratik Kongo. (sumber: detik.com)

Indonesia dikenal dengan Hutan Hujan Tropis karena terdiri dari hutan dengan pohon-pohon tinggi dan iklim yang hangat. Selain itu, hutan hujan tropis biasanya memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki musim kering yang pendek, yaitu lebih dari 1200 mm per tahun.

Persebaran hutan hujan tropis di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu hutan hujan tropis wilayah barat, hutan hujan tropis wilayah timur, dan hutan hujan tropis wilayah peralihan. 

Hutan hujan tropis di wilayah barat mencakup Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra, dan Pulau Jawa, dengan spesies pohon dominan family Dipterocarpaceae. Di wilayah timur ada pulau-pulau yang dulu pernah tergabung dengan benua Australia, yaitu Papua, Maluku, serta pulau-pulau kecil sekitarnya, dengan dominan famili Myrtaceae dan Araucariaceae.

Sedangkan di wilayah peralihan merupakan perpaduan dari wilayah barat yang dipengaruhi Asia dan wilayah timur yang dipengaruhi Australia, famili yang dominan di wilayah ini yaitu Verbenaceae, Myrtaceae, dan Araucariaceae.

Hutan hujan tropis terletak pada garis khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan. Namun berdasarkan beberapa penelitian, hutan hujan tropis berkonsentrasi pada koordinator 10 derajat Lintang Utara sampai dengan 10 derajat Lintang Selatan.

Fakta kebakaran hutan dan lahan di Indonesia

Dibalik sebuah rasa bangga karena Indonesia masuk ke dalam 3 besar hutan hujan tropis terbesar di dunia, kita juga menyimpan sebuah rasa was-was yang harus kita waspadai. Yaitu fakta-fakta bahwa begitu banyaknya terjadi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Tentu ini akan mengancam kelestarian aneka flora dan fauna di dalamnya. Belum lagi dampak buruknya bagi bumi dan manusia yang hidup di dalamnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sebesar 204.894 hektare sepanjang tahun 2022. Terdapat penurunan akumulasi luas karhutla sebesar 42,9% atau setara 153.973 ha dibandingkan tahun sebelumnya. Itu tahun 2022. Apa kabar tahun 2023 sekarang? Sudah berapa banyak kah kita kehilangan hutan dan lahan di tahun ini? Kebakaran Hutan dan Lahan ini diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini tentu fakta yang miris sekali dan harus kita hadapi. 

Apa saja dampak kebakaran hutan dan lahan bagi iklim dan lingkungan

Sekarang pertanyannya apa saja dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi iklim dan lingkungan? Kebakaran hutan jelas memiliki dampak yang sangat buruk bagi iklim dan lingkungan. 

Tersebarnya asap dan emisi gas Karbondioksida dan gas-gas lain ke udara akibat kebakaran hutan juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim. Kebakaran hutan mengakibatkan hutan menjadi gundul, sehingga tidak mampu lagi menampung cadangan air di saat musim hujan, hal ini dapat menyebabkan tanah longsor ataupun banjir. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih dan bencana kekeringan, karena tidak ada lagi pohon untuk menampung cadangan air.

Selain itu, dampak kebakaran hutan juga sangat tidak baik bagi lingkungan. Karhutla menyebabkan punahnya ekosistem flora dan fauna yang hidup di dalamnya. Kebakaran hutan dapat merusak lingkunga. seperti longsor, banjir, dll. Hutan dan lahan yang baru terbakar juga berdampak buruk yang disebabkan oleh asapnya. Dampak dari asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Penyakit Jantung serta iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung. Kabut asap dari kebakaran hutan juga dapat mengganggu bidang transportasi, khususnya transportasi penerbangan.


Tindakan apa yang dilakukan untuk menjaga hutan dan lahan serta melestarikan alam

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga hutan, lahan, serta melestarikan alam? Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan sendiri di rumah mau pun lakukan bersama-sama dengan masyarakat. Seperti: 

1. Berkebun atau menanam bunga di halaman atau di lahan kosong sekitaran rumah

2. Mengurangi penggunaan kertas dan tisu 3. Melakukan sistem tebang pilih

4. Melakukan reboisasi

5. Tidak menebang pohon sembarangan

6. Tidak membuang sampah sembarangan saat berada di hutan

7. Melindungi semua habitat yang ada di hutan

8. Melakukan gerakan atau seminar anti penebangan liar 

Solusi mengatasi kebakaran hutan dan lahan

Dilansir dari damkar.bandaacehkota.go.id, ada beberapa cara untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan. Di antaranya yaitu: 

1. Hindari membakar sampah di lahan atau hutan, terutama saat angin kencang. Angin yang bertiup kencang akan berisiko menyebarkan kobaran api dengan cepat dan menyebabkan kebakaran.

2. Berikan jarak tempat pembakaran sampah dari bangunan sekitar 50 kaki dan sejauh 500 kaki dari hutan. Hal itu untuk menghindari risiko api menjalar ke tempat yang tidak diinginkan.

3. Tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan, apalagi jika masih menyala yang berisiko memicu terjadinya kebakaran.

4. Tidak membuat api unggun di area yang rawan terjadi kebakaran.

5. Setelah selesai melakukan pembakaran, pastikan untuk mengecek api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat itu. Perhatikan juga tidak ada barang-barang yang mudah terbakar di sekitarnya.

6. Membuatkan sekat-sekat kanal untuk pengaturan hidrologi air pada lahan gambut. Dengan begitu tanahnya jadi lembap dan basah sehingga tidak mudah terbakar, terutama saat musim kemarau.

7. Melakukan pengawasan terhadap titik rawan kebakaran, terutama pada hutan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

8. Menyiapkan peralatan untuk memadamkan api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan ataupun lahan.

9. Melakukan patroli dan pengawasan rutin pada tempat-tempat yang memang rawan terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau.

10. Penyuluhan ke masyarakat yang tinggal di dekat hutan. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mereka akan bahaya kebakaran hutan/lahan yang berdampak buruk bagi banyak pihak.

11. Menyediakan alarm peringatan saat kebakaran terjadi sehingga warga cepat bertindak untuk memadamkan api sebelum menyebar luas.

12. Siap siaga jika terjadi kebakaran. Segera memberitahu warga dan pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

13. Pemetaan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan supaya semua pihak lebih fokus untuk melakukan pengawasan. 

Dan sekarang kita semua menjadi tau, bahwa dibalik keindahan flora dan fauna di hutan hujan tropis Indonesia, ada hal yang harus kita waspadai berupa kebakaran hutan yang setiap saat bisa menjadi ancaman. Mengganggu perubahan iklim dan lingkungan sekitar. Maka sudah kewajiban kita untuk menjaganya agar Hutan di Indonesia tetap lestari dan menjadi paru-paru dunia sampai kapanpun.

Yuk #BersamaBergerakBerdaya menjaga hutan! #UntukmuBumiku agar tetap dan selalu lestari..

Sumber:

  • https://indonesia.go.id/ragam/keanekaragaman-hayati/ekonomi/anugerah-dari-hutan-indonesia
  • https://dataindonesia.id/agribisnis-kehutanan/detail/luas-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-indonesia-menurun-pada-2022.
  • https://indonesiabaik.id/infografis/waspada-dampak-kebakaran-hutan-dan-lahan
  • https://damkar.bandaacehkota.go.id/2020/07/19/17-cara-mencegah-kebakaran-hutan-dan-lahan/


5 komentar

  1. mari lindungi hutan sedari dini untuk masa depan yang lebih baik ;D

    BalasHapus
  2. minimal jangan ada pemacu yang dapat menyebabkan kebakaran hutan ya, sehingga bisa meminimalisir terjadinya. Ini nih yang harus terus disosialisasikan

    BalasHapus
  3. Setiap baca tulisan tentang hutan dan lingkungan hidup, saya selalu terenyuh. Gak mudah memang men-sosialisasi-kan sebuah kenyataan tentang pelestarian lingkungan hidup yang wajib kita perhatikan. Apalagi hari demi hari selalu ada kondisi yang mewajibkan kita untuk lebih aware akan hutan agar manfaat yang kita dapat saat ini bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama.

    BalasHapus
  4. Baca ini jadi inget kasus pasangan bikin foto prewed pakai flare dan bikin hutan bromo kebakaran.
    Kebangetan banget ya? Kita lagi menjaga agar tidak terjadi karhutla, eh ini ada orang gak tanggung jawab bakar hutan

    BalasHapus
  5. Kebiasaan bakar sampah sih yang rasanya perlu disosialisasikan lagi lebih meluas, terutama bagi masyarakat yang bermukim cukup dekat dengan kawasan hutan. Di perkotaan juga rasanya butuh ya. Semoga banyaknya upaya yang digerakkan masyarakat untuk melindungi hutan menjadikan deforestasi terus dan terus berkurang.

    BalasHapus

Thanks udah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya. No SARA. Syukron Jazakallah..😊

Komunitas BRT Nerwork

Komunitas BRT Nerwork
Logo Komunitas BRT Network

Komunitas Mama Daring

Komunitas Mama Daring
Logo Mama Daring