Agar Skripsi Tak Jadi Beban


Hallo, siapa disini yang bersyukur banget waktu dapat issue kalau skripsi bakal di hapus oleh Presiden? 
 
Siapa disini yang merasa kalau skripsi adalah beban? Siapa hayo ngakuuu.. hehe

Ngomongin tentang skripsi, tentu langsung terbayang bagaimana beratnya menyelesaikan tugas kuliah yang satu ini. Menghadapi pembimbing yang sulit diajak kompromi, judul yang diganti, referensi yang kurang, penelitian yang susah, dan masihhhhh banyak lagi.

Bahkan sebelum menghadapi atau menjalani proses penyusunan skripsi itu sendiri, kita seolah di terror oleh kakak tingkat.

“Kamu belum ngerasain skripsi, Dek, baru buat tugas makalah aja udah ngeluh!”

“Nanti kalau sudah semester atas, kamu bakal ketemu dengan skripsi. Mulai dech pusing”

“Wow, kalau udah ketemu skripsi, selamat hilang selera makan dek. Selamat menguruskan badan dan begadang”

Atauuu… “Selamat berjumpa dengan skripsi dek, jarang lo orang yang nggak nangis kalau ketemu skripsi”. 
Dan aku salah satunya yang nangis itu. hahaa..

Nahh… bagi aku yang sekarang sudah menyelesaikan skripsi, proses dalam menyelesaikan skripsi itu adalah suatu hal yang indah buat aku. Nggak mudah emang. Namun seseorang pernah berkata,
“Hasil akhir memang selalu harus yang terbaik. Jadi wajar skripsi itu tidak mudah. Hanya orang-orang yang tahan banting, kuat mental dan pantang menyerah saja yang mampu melewatinya”.
Dan karena ini pula lah yang membuat aku dan teman-teman semangat dalam menuntaskan skripsi.

Sesuatu yang berat akan selalu dikenang, bukan? Namun jangan sampai jadi beban. Harus selalu siap menghadapi apapun problem dalam proses ini.

Baca juga: Drama Penyusunan Skripsi

Setiap orang memang memiliki masalahnya masing-masing. Seperti aku misalkan, kemaren bermasalah dengan judul sehingga judul juga diganti subjeknya. Lalu bermasalah dengan referensi. Sudah nyari kemana-mana namun tak ketemu. Akhirnya ganti judul lagi. lalu pernah juga dimarahi sama dosen pembimbing. 

Yahhh.. sakit hati banget pada waktu itu. namun sekarang kalau dikenang lagi, semua jadi manis. Bersyukur dimarah karena waktu dimarah, itu mental ku sedang di uji. Sanggup nggak aku tetap bertahan walau dimarah habis-habisan? Atau mau menyerah begitu saja? Oh jangan!!

Ada juga teman aku yang susah banget menghadapi pembimbingnya. Ada 2 orang pembimbing dan dua-duanya susah di ajak kompromi. Selesai urusan dengan pembimbing 2, malah bermasalah di pembimbing 1. Uwuuu.. jangan ditanya berapa kali harus menangis untuk itu? sering. Saking seringnya mungkin air mata dia udah susah benget untuk keluar. Namun apapun yang terjadi, skripsi harus selesai. Salut dengan semangat dan tekad dia.

Namun ada juga yang musuh dalam menyelesaikan skripsi itu adalah dirinya sendiri. Why? Yeahh! Musuhnya adalah malas dan berleha-berleha. Ini kebanyakan yang terjadi kepada mahasiswa semester akhir.

“Udah ahh.. nanti saja. Kan waktunya masih lama!”

“Besok sajalah. Sekarang mau nonton dulu”

Dan saat dimana harus menemui pembimbing ia lagi-lagi mencari alasan untuk menunda waktunya

“Besok aja. Paling sekarang Bapak nggak ke kampus”

“Minggu depan saja, aku belum siap nemui bapak dan belum siap skripsi aku dicoret-coret lagi!.

Aghhhh… banyakkkkkk banget alasan. Namun pada akhirnya saat mendekati deadline skripsi harus selesai, malah keteteran. Aduhhh.. gimana ini? waktu mepet!. Bingung, pusing, mulai dech sibuk sendiri. Kelabakan sendiri.

Oleh karena itu, untuk adek-adekku yang mau  menyelesaikan skripsi, ada beberapa hal yang bisa kalian lakuin agar skripsi ini tidak menjadi beban. Diantaranya:

Kuatkan Mental!


Mental harus kuat ya! Jangan  mental kerupuk. Yang kena air dikit  langsung melempem. Kalau kalian ditegur atau skripsi kalian nanti di coret-coret sama pembimbing, ya segera perbaiki. Jangan membuang waktu lebih lama. Kalau dimarah karena ada yang salah, ya terima saja. Jangan jera untuk menghadap. Revisi-bimbingan, revisi-bimbingan. Begitu seterusnya hingga skripsi di ACC. Ingat,  mental kalian harus sudah disiapkan sebelum mengambil mata kuliah skripsi itu sendiri. Tekatkan dalam hati, “Bahwa apapun yang terjadi,  skripsi  ku harus selesai!”

Memang ada beberapa kasus selama bimbingan, skripsi kita justru terkendala sama dosbing (dosen pembimbing). Susah ditemulah, dosen sibuklah, dan drama dosbing lainnya. Nahh jika kendala mu ada di dosbing, tetap jangan menyerah. Kalau capek ya istirahat sejenak. Bukan berhenti. Kejar terus dosennya. Temui terus! sampai si dosen itu yang bosen liat kita dan akhirnya di ACC. atau di ACC karena kasian juga nggak apa sich. Asal selesai. wkwk.. Semangat bimbingan ya zheyanggg.. 

Fikirkan skripsi dengan matang


Maksud saya, sebelum mengajukan judul itu sendiri  kamu harus fikirkan apakah judulnya nyambung  dengan jurusan mu?, apakah sebelumnya sudah ada yang meneliti tentang itu atau belum? Nanti saat penelitian, kira-kira lokasi dan informannya mudah nggak untuk ditemui? Terus kalau ngambil judul ini, kekira buku referensinya banyak nggak ya? cukup nggak?

Nahhh semua itu harus difikirkan secara matang. Dan ketika skripsi telah berproses dan ada beberapa yang harus diubah atau diganti oleh pembimbing, kamu coba pertahankan dulu. Kira-kira kamu bisa apa enggak bertahan dengan skripsi mu itu. Namun jika apa yang dikatakan pembimbingmu itu benar, ikuti saja. Jangan jadikan beban. Minta solusi sama pembimbing.

Perbanyak Do’a

Usaha dan do’a merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Perbanyaklah berdo’a agar kamu bisa menyelesaikan skripsi mu tepat waktu, berdo’a agar mentalmu selalu kuat, berdo’a agar semua prosesnya dipermudah. Dan yang paling penting minta do’a ke orang tua dan orang-orang sekitarmu. Karena kita tidak tau do’a siapa yang akan Allah kabulkan. Bukankah dalam hadist juga dikatakan “Allah tidak akan menolak do’a hamba yang mendo’akan saudaranya secara diam-diam”

Solid sesama teman           
              

Nah ini penting banget. Karena ada dibeberapa kasus, menyelesaikan skripsi ibarat sebuah kompetisi. Ingin lebih dulu dari teman-temannya sehingga ia melewati tiap tahap skripsi secara diam-diam. Ini nggak baik gaesss!! Memang sukses tidak menunggu teman, namun jika sukses bisa mengajak teman, kenapa tidak? Apalagi sama-sama sukses dalam menyelesaikan skripsi. Kan seru tu, bisa wisuda bareng.

Jangan sungkan untuk berbagi informasi apapun ke teman-teman mengenai skripsi. Jika temanmu minta masukan, segera beri masukan. Jika temanmu lagi down, segera beri semangat dan motivasi. Dan buat kamu juga yang bingung dengan skripsi, jangan sungkan untuk bertanya. Berdiskusi. Bukan hanya ke teman-teman seperjuangan, namun juga ke kakak tingkatmu yang tentunya lebih berpengalaman.

Jangan menunda

Seperti yang aku bilang di awal tadi, musuh terbesar dalam menyelesaikan skripsi itu adalah diri sendiri. Menunda-nunda waktu misalnya. Okay, mungkin nggak selamanya kita itu bersemangat menyelesaikan skripsi. Ada titik jenuhnya.  Nah, saat titik jenuh atau kebosanan itu datang, segeralah refreshing. Mungkin kamu butuh liburan, mungkin butuh nasehat, mungkin kamu perlu jalan-jalan atau nonton misalkan. Nah tetap jangan sampai terlena. Jika sudah refreshing-nya, segeralah kembali lagi ke skripsimu. Kerjakan, selesaikan. Jika sudah selesai dengan tahap yang 1 maka kerjakan tahap kedua.
“Fa idzaa faragh tafann shob, wa ilaa robb bika farrghob (Apabila telah selesai terhadap suatu urusan, maka selesaikanlah urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap)” _Al Insyirah: 8-9
Nikmati Prosesnya


Tiada cara lain agar tidak merasa terbebani selain dari menikmati prosesnya. Loh, gimana mau menikmati mbak? Wong kita aja tersiksa. Makan tak enak, tidur tak nyenyak. Heyyy!! Yakin dech, kamu bisa menyelesaikan ini. anggap saja ini sebuah tantangan buat kamu. Ingat selalu bahwa orang tua di rumah menunggu wisudamu. Tidakkah kamu ingin mempersembahkan togamu untuk mereka? Jangan sampai tugas skripsi yang 1 tahun ini kalah dengan prosesmu selama 3 tahun sebelum bertemu skripsi.

Tidak ada yang tidak mungkin. Kenapa kamu bisa sampai ke tahap ini? itu karena kamu mampu. 

“Allah tidak akan membebani umatnya di luar batas kemampuan umatnya”

Disaat kerikil datang, kita akan bertanya “Selesai nggak sich skripsi aku ini? koq kayaknya susah banget?”

Naahh, ada juga masanya perasaan pesimis itu hadir.  Namun selagi kamu mengikuti tiap tahap dan prosesnya, yakinlah kamu akan selesai. Akan sampai. Seperti pepatah Arab, “Man sharro ‘aladdhorbi wa sholla (Barangsiapa yang berjalan di jalanNya, maka ia akan sampai”


Dan yang terakhir, "Jangan samakan prosesmu dengan proses orang lain. Karena bunga tak mekarn secara bersamaan"

Selamat bertemu skripi dan selamat menuntaskannya. Insyallah semuanya mudah :-)

Note: Pick by Canva


26 komentar

  1. Skripsi, skripshit, skripsweet hmmmm

    BalasHapus
  2. Mantulll Syekali Mbakku, OMG Skripsi aku akan bersua denganmuu

    BalasHapus
  3. Iya loh, kudu kuat mental. Temenku ada yg gak berani2 maju ngadep dospem. Hingga pas mepet DO 7 tahun, dia ngerajinin bimbingan, eh gampang katanya. Gak sesulit yg dibayangin. Dia terlalu khawatir

    Kalau saya mah bablas aja. Hajar pake bismilah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah tu kan. Kalo djlani mah gx trsa .Trkdang kta sibuk khawatir dg hal2 yang sbnarny blum tntu tjd. Padahal saat kita sudah mengalaminya, smua mjd mudah koq insyallah. Sklipun sulit ,kita pasti akan melewatinya.

      Hapus
  4. Tidak jarang mahasiswa terbentur di akhir tugas penentu ini untuk mendapatkan gelar sarjana, kuncinya adalah bimbingan berkelanjutan tanpa malu untuk bertanya dan terus menerus bimbingan kepada Dosen Pembimbing.

    BalasHapus
  5. Aduh, sebagai pejuang skripsi. Aku terasa campur aduk baca artikel ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smngat kakakkkk . Mga segera kelar skripsinya. Aamiin

      Hapus
  6. Selamat berjuang, pejuang skpipsi ..

    BalasHapus
  7. Banyak hal yang diuji saat skripsi, salah satunya kesabaran. Dinikmati aja prosesnya hehe.
    Tapi setelah melewatinya, aku benar-benar merasa pentingnya skripsi.
    Di skripsi kita juga belajar berpikir ilmiah dan tau cara menulis secara ilmiah. Aku malah berharap skripsi jangan dihapus, namun sistemnya diperbaiki agar tidak ada mahasiswa yang stuck hanya karena skripsi.

    BalasHapus
  8. heheh makasih banyaak, aku sedang berjuang untuk skripsiku, ternyata memang banyak mengubah banyak hal yaa :')

    BalasHapus
  9. Tapi memang sih ya, perjuangan menyelesaikan skripsi itu ada serunya, lucunya, nggemesin juga kesal. Pokoknya kuatin mental aja dan pasang target biar bisa selesai tepat waktu

    BalasHapus
  10. Klao saya niat awalnya kalo emamng benaran mau ekplore atau menuliskan sesuatu tentu saja akan bersemangat untuk menyelesaikannya. aplaagi lkalo ada embel2 tugas, iya kan...

    BalasHapus
  11. Aku belum merasakan susahnya skripsi sih, tapi udah merasakan gimana mengerjakan Tugas Akhir. Sebagai mahasiswa D3, aku ngerjain KTTA (Karya Tulis Tugas Akhir), bukan skripsi. Dan Alhamdulillah udah kelar juga dengan berbagai perjuangannya.

    Intinya sih sabar dan terus berjuang aja sih emang. Gimanapun susahnya, maju terus, hajar aja ke depan. Nanti kelar juga kok pasti. Selamat ya atas kelarnya skripsi!

    BalasHapus
  12. mbak saya merasa di fase mahasiswa akhir nih semester 11 yang harusnya di mana rata" kawan saya sudah pada sidang dan wisuda. Namun, alhasinya saya malah stagnan karena takut ketemu dosbing yang di mana dosbing saya agak killer di dalam tapi di luar sangat bersahaja. Saya merasa gimana ya nanti ktemu dosbing 1 dan 2 ini... mental sudah kuat eh dosen malah tidak ada hmmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ..Kudu semangat kak.. Hadapin terus dosbingny.. Jadikan ini sbg perjuangan untuk menghadiahi toga kepda ortu.

      Hapus
  13. Wah.. skripsi memang harusnya jadi teman, bahkan sahabat yaa.. kalo dijadiin musuh malah nantinya merasa terganggu dikehidupan kesehariann... *curhat euyyy :v

    BalasHapus

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah