Senin, 10 April 2017

Birthday In 21st



😍 21st Years Old 
Tepung, telur, Lilin, Kue, dan semua tetek bengeknya adalah hal yang lumrah dalam euphoria Ulang Tahun. Aku telah melewati semua itu. Dari siswa SD sampai tingkat Mahasiswa pun selalu saja ada yang merayakan Ulang Tahun dengan adona kue yang seperti itu. Ntah apalah maksudnya dan apa sejarahnya merayakan ulang tahun dengan hal tersebut. Well.. sob, I not to explain about that.. terlepas dari semua tradisi itu, sebenarnya ada makna yang mendalam di balik bertambahnya usia kita. Eh not. Bertambahnya angka maksudku, :-D
Ya.. apalah makna bertambahnya angka apalagi dengan tradisi adonan kue tersebut jika tidak bertambah semua sifat baik di dalam diri kita sendiri. Okay.. bukan bermaksud menggurui, tapi kebanyakan orang yang berulang tahun dan yang merayakan ulang tahun kehilangan makna dari perubahan angka usia ini.
Kita (yang berulang tahun) sudah pasti ingat ya akan ulang tahun kita dan pastinya ingin sesuatu yang special di hari yang special pula. Meski tidak berupa kado istimewa (padahal ngarep. Haa) tapi setidaknya orang-orang yang kita sayang selalu ingat hari lahir kita. Nah, kalo lupa pasti ngambeknya berhari-hari tuch bahkan berminggu-ming. Heehee (lebay).
Dan temen-temen ato sahabat biasanya akan ada rencana untuk memberikan surprise bagi kita. Apakah hal itu yang kita sukai ato yang tidak kita sukai. Eitss.. kecuali bagi yang gx punya temen ya?? Hehe.. ataupun yang punya teman tapi gak peka (seperti diriku ini,haghag).  Mereka bakal nyusun rencana jauh –jauh hari buat ngasih surprise ke kita. Contoh nich seperti yang aku alami moment ultah kali ini yaitu ketika aku sedang tidur, lalu tiba-tiba teman-teman kost mengikat tangan dan kakiku, lalu mulut di lakban biar gx teriak yang dapat mengganggu tidur tetangga,  terus di angkat keluar kost, daaann… byaarrr… tepung, telur, air, dll menjadi makanan tengah malamku. Wkwk.. ini bukan untuk ditiru ya sob. Cz this is so bad for me. Hahaa, belum lagi setelah itu saya di kurung sendirian tengah malam begitu di luar dalam keadaan yang menggigil kedinginan. Kan kejam.
Tak jarang yaa moment ulang tahun itu menjadi ajang pembalasan dendam. Parah yaa.. tapi sebenarnya gak separah kata balas dendam sich. Cuma bahasanya aja yang kejam. Kenapa saya bilang balas dendam, karena pada saat kita di kerjai habis-habisan sama temen, maka kita sudah berikrar dalam hati (kayak sumpah aja :-D) tunggu pembalasan di hari ultah mu ntar. Whahaaa..
Eh temen, kita tinggalkan dulu masalah ngerjai teman yaa..
Sebenarnya dalam Islam tidak ada yang namanya ulang tahun loo.. bahkan berdasarkan penjelasan salah satu dosen kami, mengucapkan ulang tahun itu gak boleh. Itu sama saja dengan mendoakan semoga kita cepat mati. (sadis ya kalo itu maknanya). selain itu juga karena bukan budaya orang Islam. Tapi itu budaya barat. Pake acara tiup lilin dan motong kue. Nah, sementara dalam hadist dijelaskan bahwa “Barangsiapa yang meniru  suatu kaum, maka ia termasuk ke dalam kaum tersebut”. Nah loh??
Lantas apa yang boleh? Hem.. hanya saja meski dalam hadist dikatakan tidak boleh meniru suatu kaum yang bukan kaum Islam, namun karena tradisi kali ya, sehingga kita susah sekali untuk meninggalkan budaya tersebut. Dan tentu kita merasa bahagia kalo ada sahabat kita yang memperingati hari ultah kita, lalu memberi kue dan mempersembahkan kado istimewa untuk kita. Yang boleh adalah kita mendoakan yang ulang tahun semoga murah rezki, bertambah ilmu, selalu sehat, dan do’a-do’a memohon kebaikan lainya.
Tapi, kalo saya pribadi sich kalo di kasih kue dan kado gx bakal nolak koq. Kado di ambil, kue di makan. Kan mubadzir tu kalo di buang. Hehee (ngeles)
Mungkin, jika sobat punya rezki lebih, ada baiknya kita bersedekah atau istilahnya syukuran sebagai wujud bentuk rasa syukur kita di hari lahir. Memberi makan anak-anak yatim, atau setidaknya traktir teman-teman kita makan. Kan sedekah juga tu. Yang penting niatnya Ikhlas. Dan itu lebih bermamfaat dan lebih bermakna ketimbang hura-hura gak jelas. Iya kaannnn???... ;-)
Lalu apa makna yang sebenarnya dalam ultah? Jelas donk umur kita berkurang. Tapi bukan hanya itu. Seperti do’a teman-teman, kita pun berharap yang terbaik untuk diri sendri dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat nanti. Bagi saya, apalah arti bertambahnya angka jika tidak bertambah ilmu, iman, kedewasaan, kesabaran, dll.. apalgi saat ini usia saya sudah memasuki angka 21. Heyy.. ini udah gak muda lagi. Aku merasa tua. Wkwk. Sudah melewati angka 20 dah mulai mikirin yang serius ni (ngomong apa sich ini? Hihii)
Em.. tentunya aku bersyukur karena di angka 21 aku masih diberi kesempatan untuk bernafas, menghirup udara segar, dan bertemu dengan orang-orang terkasih. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik dalam hidupku, selalu menuntunku menuju jalan yang diridhoiNya, dan mengabulkan do’a-do’a serta harapanku.. Ya Allah smga Engkau selalu memberi kesabaran kepadaku, kesabaran tanpa batas, serta selalu mampu bersikap bijak dalam hidup yang sementara ini. Aamiinn..
Bengkulu, 09 April 2017
#EuforiaBirthday

2 komentar: