Solat Dalam cinta



Salat Dalam Cinta
Sahabat, Pernahkah kita merenungi tentang shalat kita? Tentang sudah benarkah salat kita dari luaran, gerak-gerik tubuh, bacaan, kedalaman penghayatan dan pemaknaanya?
Bukankah kita sering mendengar bahwa salat itu diumpamakan sebagai tiang agama? Salat itu mencegah dari segala perbuatan keji dan mungkar? Salat seperti apakah yang dapat menjauhkan kita dari keji dan mungkar? Apakah kita melaksanakan solat karena Cuma sebatas kewajiban? Kebutuhan atau bahkan karena rasa cinta kita kepada Allah SWT?
Ada sebuah kisah…
Suatu sore seorang murid sedang salat, tapi tanpa sengaja seorang wanita sembari tersedu-sedu melintas di depan sajadahnya.
Perilaku itu benar-benar mengganggu konsentrasi salat sang murid. Maka selepas salat dia segera menghampiri wanita tadi.
Ketika sang murid mendekatinya, wanita itu masih terus terisak-isak, air matanya berlelehan. Sang murid lalu berkata, “Apakah Anda tidak tahu ada orang salat, mengapa Anda melintas begitu saja?”
“Apakah Anda mau mendengar cerita saya?” balas wanita tadi yang terus mengendalikan sedu-sedanya.
“baiklah, berceritalah,” balas sang murid.
“Suamiku, yang paling aku cintai dan kasihi, ternyata dengan mudah menceraikanku,” kata wanita tadi sembari terus menjelaskan disela sedu-sedanya. Sang Murid hanya bisa menunggu.
“karena saking cinta dan kasih sayangnya aku kepada suami, aku tidak bisa lagi melihat Anda sedang salat,” lanjut wanita tadi.
“lalu, bagaimana dengan Anda yang menjalankan salat karena cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT? Kenapa Anda masih bisa melihat saya?”
Sang Murid hanya bisa tertegun mendengar penjelasan wanita itu. Ada yang salah dengan dirinya? (Kisah ini diambil dari sebuah buku yang berjudul Seri Teladan Humor Sufistik, Menjaga Mata Tetap Sehat yang ditulis oleh Tasirun Sulaiman).
Sahabat.. sudah benarkah salat kita? Sudah khusyu’kah ibadah kita? Hanya kita yang tau itu. Semoga kita semua termasuk saya bisa menjalankan ibadah dengan khusyu dank arena cinta kepada Allah. AAminn..

Tidak ada komentar