Dakwah di Karang Tinggi, Taba Penanjung, Benteng (Kolaborasi DMM dan KompaQ)


Assalamu’alaikum wr. Wb

Apa kabar  ni teman-teman? Moga selalu dalam keadaan sehat yaa..

Kali ini aku mau mengabadikan moment yang tak terlupakan. yapp.. moment yang sesuai dengan judul. Hehee… yahhh, memang semua moment rihlah dakwah yang diadakan KompaQ dan DMM yang pernah aku ikuti itu selalu berkesan. Dan aku ingin setiap perjalanan dakwah ini selalu terbadikan dalam tulisanku. Biar aku selalu ingat siapa saja mereka-mereka yang senantiasa setia di jalan dakwah ini, bagaimana perjuangan ke lokasi, bagaimana proses dakwahnya, pelajaran penting untuk diri sendiri selama dakwah, dan masih banyak lagi. Disini aku ingin mengutip perkataan derry sulaiman yang aku liat di ig hari ini. kurang lebih seperti ini,
“Berdakwah itu adalah sarana. Sementara objek dakwah itu adalah diri kita sendiri”

Nahh.. itu tepat banget. Sebenarnya bukan Cuma orang lain yang ingin kita dakwahkan. Tapi adalah diri kita. seperti pesan ustad Malito dalam rihlah dakwah kompaq yang aku abadikan dalam…
“Dakwah itu persoalan cinta.  Bukan dakwah yang butuh kita. tapi kita yang butuh dakwah”.

Okay.. semoga aku, kamu, dan kita semua senantiasa setia dalam jalan dakwah ini. aamiin..

Persiapan sebelum berangkat


Sebelum berangkat selfi dulu . Cissss
Kita berangkat pada hari sabtu, tanggal 12 Januari 2019. Yuhuuu.. ini adalah rihlah dakwah perdana kita di tahun 2019. Semoga jadi awalan yang baik. Aamiin.. berangkatnya sesudah sholat isya berjamaah. Titik kumpul di masjid Al-Farabi. Dan kita yang dari asrama UMB, ada saya sendiri, Adek Siska (SMK Agro Maritim UMB) dan Intan (sama dengan Siska).

Karena titik kumpulnya di Al-Farabi udah Asar, jadi kita berangkatnya kisaran jam 3. Sebelum itu juga mesti menyiapkan doorprize untuk adek-adek TPQ di lokasi nantinya. Kita berangkat ke kampuss 1 make angkot. FYI, Karena kita berangkat bertiga, akhirnya aku minjam motor adek Nurul dulu lalu tarik 3 ngantar Intan dan Siska di lokasi nunggu angkot, lalu kemudian balik lagi ke asrama dan Nisa yang antarin aku ke  lokasi angkot. Dan langsung ketemu dech angkot kuningnya. Cusss kita ke kampus 1.

Dilanda hujan deras tengah perjalanan 


numpang neduh dulu eyyy
Awal kita berangkat, cuaca emang mendung sich. Namun tetep kita do’anya moga nggak hujan pas diperjalanan. Ehh.. bukan berarti tak mensyukuri nikmat Allah loh yah. Tak lama kita berangkat, hujan datang dengan derasnya. Awalnya masih sempat make mantel kita semua. Tapi ternyata nggak mempan. Hujan  datang begitu deras. Tak sanggup mantel plastik tipis itu menahan. Dan lucunya, kalo kami sendiri mich, berentinya milih-milih. Wkwk.. liat yang di depan berenti. Akhirnya punya niat berenti. Ehh pas mau berenti berteduh, yang rombongan belakang malah lanjut. Akhirnya kita milihg lanjut juga. Aduhh.. plin plan sich aku. Wkwk.. 


Namun akhirnya berhenti juga dech di warung milik warga yang baik hati. Oya, aku lupa ngasih tau di awal. Rombongan kami ada Sesy alias chicy yang boncengan dengan Adela, Aku sendiri yang boncengan sama Siska, Nurul boncengan sama Intan, Bang Nover Bareng Bambang, Kak Rio bareng Bayu, Ust. Edi Safari bawa motor sendirian, dan Putri Ayu juga bwa motor sendiri. Kemudian nyusul menjelang magrib Ust. Malito dengan Dio dan Kak Ari. So, jumlah kita 7 cewek dan 8 cowok. Yahh.. anggap aja yang ceweknya 7 bidadari surga. Eh KompaQ deng. Hahaaa

Sampai di lokasi
 

                 

Setelah sampai di lokasi, kita semua udah pada basah. Dan parahnya ada yang Cuma bawa 1 baju doank Karena alasanya kita Cuma nginap semalam. Waduhh… jadi pelajaran nich, lain kali walaupun Cuma 1 malam, tapi kalau udah bepergian jauh, wajib tu bawak baju ganti. Karena kita tidak tau kana pa yang akan terjadi nantinya. Yang bawa baju Cuma 1 ada si ayu sama si Cici. 

generasi mantel. heheh
Beruntung aku bawa baju serap 2. Jadi satunya bisa untuk aku pake. Dan 1 lagi bisa dipenjemin Ayu. Waau kegedan ya Ayu yaaa… muat untuk 2 tangan tuch lenganya. Yak gimana enggak, bajunya sama aku aja besar. Apalagi sama Ayu yang badanya emang kecil. Dan Rokcelnya sama aku aja aku lipat. Apalagi Ayu. Tapi yasudahlah. Yang penting bisa maje baju kering. Hehehh.. dan Cici, make baju basah lalu kering di badan hingga esok pulangnya. Tapi tetap sehat kan Ciii.. nggak sakit efek baju basahnya. Hehee



sunset di Taba Penanjung
Nginap di rumah warga 

Daaannn… ketika setelah tabligh Akbar oleh Ust. Malito usai Sholat Isya, akhirnya kita yang cewek-cewek nginap di rumah warga. Jarak antara rumah warga dengan masjidnya kisaran 1 kiloan. Jadi kita berangkat bawak motor. Sesampai disana ada yang mandi, namun ada juga yang ngobrol-ngobrol dikit lalu bersiap tidur.
    
sebelum nginap, kita dengarkan pencerahan dari Ust. Malito
Untuk proses bangunnya, kita bangun secara antrian. Siapa yang bangun duluan dia yang mandi dulu. Secara bergilir. Kira-kira jam 2 an alarnm sudah hidup. Lalu yang bangun langsung mandi dan tahajud. Alhamdulillah kita semua bisa melaksanakan sholat tahajud di rumah warga. Dan subuh pun tidak telat untuk ke masjidnya. Oya, yang laki-lakinya tidur di masjid. Nama masjidnya, Masjid Muhajirin. Salah satu Masjid Cabang Muhammadiyah, di Benteng.

Operasi Semut

 
                      


Setelah esok ba’da subuhnya kita dicerahkan oleh ceramah dari Kak Rio, lalu paginya jam 7 an usai sholat dhuha kita operasi semut. Ini adalah adab yang harus kita lakukan. Bagaimana bentuk kita sampai kemaren seperti itulah harusnya bentuk tempat saat kita meninggalkan. Ada yang nyapu, ngepel, dan ada juga yang buat video. Dan aku pernah semuanya. Hihii.. 

                     



  

Sharing bareng adek-adek di TPQ
 
  
                 

Usai operasi semut, kita cari sarapan pagi, lanjut ke lokasi TPQ yang jaraknya 1 kiloan dari masjid tempat kami tabligh. Aku merasa berkesan dengan adek-adek TPQ sini. Di TPQ itu kita bertemu dengan adek-adek yang semangatnya tinggi, pintar-pintar, dan tertib. Aku salaut dech dengan Pembina TPQ ini. ia mengajarkan dengan tegas namun juga dengan kasih sayang. Aku liat pembinanya pegang tongkat gitu. Jadi ini terkesan tegas menurut aku. Kasar kalau itu benar-benar di kenain ke adek-adeknya. Walaupun adeknya nakal. Hehee.. namun, si pembinanya ini juga menggunakan kata-kata “sayang” dalam menegur. Yapp.. kata-kata sayang itu terdengar menyejukkan lo di hati anak-anak. Jangankan anak-anak. Kita aja yang sudah di dewasa juga senang mendengar kata-kata yang lembut. Dan aku ingat pembinanya selalu menegur adek-adek agar makan/minum sambil duduk. Yapp.. perkara makan ini pun kadang terlihat remeh. Tapi ini adalah sunah Rasulullah dan baik buat kesehatan kita jika dilakukan dengan duduk daripada berdiri.
   


Bersaama adek-adek ini kita menemani mereka makan pagi yang nasinya sudah kita siapkan. Walaupun ternyata sebagian besar dari mereka juga bawa nasi dari rumah. Lalu lanjut dengan sambutan dan motivasi dari kita-kita untuk mereka. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan seru. Dan selalu Nampak aura kebahagiaan di wajah adek-adek yang sholeh dan sholehah itu. semoga jadi hafidz Qur’an yaaa buat kalian semua. Aamiin..



Dan jam 10an lewat, kami berpamitan untuk pulang lagi ke Bengkulu. Dan sampai dengan selamat sebelum tiba waktu dzuhur. Alhamdulillah acara kita berjalan dengan lancar. Oya, untuk rangkuman ceramahnya dari Ust. Malito dan Ust. Rio, aku rangkum di pencerahan dari 2 ustadz muda DMM. Jangan lupa d klik juga yaaa..

Salam semangat dan jihad dalam dakwah. Fastabiqul Khairat.
Khairunnas An faa uhum linnas
Khairukum man ta’allamal qur’an. Wa ‘allamahu.

Wassalamu’alaikum wr. Wb,

5 komentar

  1. subhanallah. semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan ya mbak. Semoga mbak dan teman teman lainnya mendapatkan pahala dari Allah Subhanawata’alah aamiin

    BalasHapus
  2. Semoga ini menjadi catatan,yang kemudian menumbuhkan benih cinta dan kasih Allah subhanallahu wata'ala kepada antum" semuanya,aamiin.

    BalasHapus