Agar Biaya Hidup Tak Tergerus Inflasi (Perencanaan masa depan yang baik dengan berinvestasi)

 


Orang tua sering bilang, rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Tapi itu sudah tidak berlaku lagi sekarang. Seberapa pun kita berhemat, itu tidak akan cukup jika kita tidak pintar mengatur keuangan atau memperanak pinakkan uang. Seperti berinvestasi, nanam saham, dll. 
"Life is a roller coaster ride, full of ups and downs. We all know we have to save for many responsibilities life bring along with it. But now matter how much you save, it’s never enough!"

Awalnya aku sama sekali tidak tahu tentang investasi. Bahkan hingga aku menginjak bangku kuliah pun aku masih belum faham. Hingga tibalah masanya di suatu hari aku tau bahwa salah satu manajemen keuangan yang baik adalah dengan berinvestasi. Yap! Menjelang semester akhir, salah satu komunitas blogger ku mengadakan suatu workshop tentang investasi yang diadakan oleh BEI Bengkulu. Disanalah aku mulai tertarik dan bisa dibilang tahu lah tentang investasi. Ya meski hanya sekedar tahu kulitnya doank. Hehee.. 

Belajar investasi sejak dini
Lepas dari itu, aku nggak mem-follow-up lagi ilmu investasiku. Padahal, jujur aja aku punya ketertarikan tersendiri terhadap dunia investasi. Salah satu senior sesama blogger ku menyarankan untuk belajar melalui online. Karena banyak banget sekarang aplikasi yang menyediakan ilmu tentang investasi serta perkembangan trading. Atau bisa juga belajar di buku yang bisa kita dapatkan di toko terdekat atau beli secara online. 

Namun, pandangan ku tentang investasi ini sedikit ribet dan rumit. Aku benar-benar harus memulai dari awal agar ketidaktahuan ini menjadi tahu serta nggak bingung sendiri.  Apalagi untuk tipe sepertiku, belajar investasi tidak cukup hanya lewat online atau baca buku aja. Aku pengennya belajar secara langsung. Seperti workshop yang pernah aku ikuti. Biar bebas nanya apa aja yang membuat aku bingung. Alhasil, lengkap sudah deh, alasan ku kenapa nggak belajar investasi lagi. Hehe.. 

Nah, beberapa malam yang lalu, aku ikut salah satu workshop atau webinar yang diselenggarakan oleh komunitas ISB bekerja sama dengan investasiku. Materinya menarik banget buat diikuti agar aku lebih cerdas lagi mengatur keuangan. Dengan judul "cerdas berinvestasi".

Seperti kutipan yang aku tulis di atas, 

"Hidup itu seperti perjalanan roller coaster, penuh dengan pasang dan surut. Dan kita tahu bahwa kita harus menabung untuk banyak tanggung jawab dalam hidup. Tapi sekarang, berapa pun yang kita tabung, itu tidak pernah cukup!"

Setuju apa setujuu? 

Kenapa begitu? Karena jumlah yang kita tabung saat ini tidak sebanding dengan jumlah yang kita konsumsi. Kita bisa rasakan sendiri bagaimana besarnya pengaruh inflasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita ambil contoh, karena pengaruh inflasi, harga mie ayam pada tahun 2002 cukup kita bayar 10.000 saja. Namun di tahun 2022 sekarang, mana ada mie ayam dengan harga 10.000 kecuali di desa-desa (seperti desa saya. Hihii). Itu pun sebentar lagi pasti bakal naik. Yakin deh! Pada umumnya harga mie ayam di tahun 2022 sudah naik menjadi 25.000 per porsi. Itu artinya harga semangkok mie ayam saja sudah naik sebesar 150%. Nah hayooo! Kaget nggak tuh? Nggak berasa, kannn.. 

Bahkan harga mie ayam naik hingga 150% dalam jangka waktu 10 tahun 

Coba kita lihat tabel di bawah ini! 

Perbandingan biaya hidup dan kuliah 10 tahun kemudian 

Pada tahun 2022 sekarang, pengeluaran rumah tangga per bulannya rata-rata cukup 5.000.000 saja. Namun 10 tahun akan datang apakah cukup 5 juta untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga? Tidak bestie! 10 tahun yang akan datang, semua harga barang sudah naik, semua keperluan rumah tangga, harganya sudah tidak lagi sama. Bahkan 10 tahun yang akan datang, diprediksikan pengeluaran kita per bulannya mencapai 30 juta. Wouowww.. Yuk tarik nafas panjang, yukk.. Huhuu.. 

Lalu untuk biaya pendidikan katakanlah untuk keperluan kuliah, pada tahun 2022 kebutuhan kuliah bisa teratasi cukup dengan 80 juta aja. Sementara di tahun 2032 nanti, kebutuhan kuliah mencapai ratusan juta, loh! Yaitu 250 juta. Jangan kaget lagi, ya! 

Lalu hal lain yang membuat kita harus sadar investasi adalah dengan melihat kurva di bawah ini. Nilai uang 5 juta dari waktu ke waktu yang makin meninggi karena tergerus inflasi. 

Nilai 5 juta hari ini dengan beberapa tahun kemudian 

Uang 5 juta hari ini, sama besarnya 7,6 juta untuk 5 tahun yang akan datang. Lalu menjadi 18,2 juta 10 tahun kemudian, hingga 28 juta di 15 tahun kemudian. Dapat dibuktikan, kan? Berapa pun kita berhemat untuk saat ini, itu tidaklah cukup. Menabung uang untuk dipakai beberapa tahun kemudian tidak akan cukup. Nilainya akan mengecil jauh akibat inflasi. 

Jadi, sekarang, pendapatan kita jangan sampai tergerus inflasi, yaa! Lalu solusinya gimana? Berikut uraian lengkapnya. 

Investasi dan perencanaan keuangan

Cerdas berinvestasi

Lalu muncul lagi pertanyaan, kenapa saya harus berinvestasi? Hal itu karena kita sulit memutuskan diri untuk mulai investasi. 

Terus kenapa jadi sulit berinvestasi padahal itu penting? Ada beberapa alasan, diantaranya:

1. Tidak tau bagaimana memilih investasi yang tepat.

2. Bingung bagaimana jika membutuhkan uang sebelum tanggal yang ditargetkan. 

3. Tidak tahu seberapa sering harus memonitor investasi.

4. Tidak tau bagaimana cara memastikan risiko. 

5. Siapa yang akan memonitor tentang pergerakan investasi saya?

6. Bagaimana dengan pajak?

Nah, yang paling jadi masalah buat mu yang nomor berapa? Atau semuanya? Duh duhh.. 

Lalu muncul lagi pertanyaan. Investasi apa yang cocok buat saya? 

- Apakah Deposito?

- Apakah Obligasi (ORI, SUKRI, Obligasi Perusahaan, dll)?

- Apakah saham? 

- Atau reksadana? 

Ini bakal menjadi PR banget buat kita pelajari. 

Ada 2 alasan kenapa kita harus bikin perencanaan keuangan yang tepat. Yaitu: 

1. Perencanaan masa pensiun

Investasi untuk masa pensiun yang tenang 

Siapa sih yang ingin masa tuanya sengsara?  Oleh karena itulah perencanaan masa pensiun ini harus disiapkan dengan tepat. Perhatikan tabel di bawah ini. 

2. Perencanaan dana pendidikan anak

Investasi untuk pendidikan anak yang terjamin 

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Tak terkecuali masalah pendidikan. Seperti yang aku bilang tadi, makin lama biaya pendidikan anak makin mahal. Kita harus mempersiapkannya jauh-jauh hari. Jangan sampai saat anak butuh dana pendidikan kita malah kelabakan. Cari pinjaman sana dan sini, ngutang dimana-mana. Repot banget! 

Nah sekarang udah ada solusinya. Yaitu dengan memanfaatkan aplikasi investasiku. 

Aplikasi investasiku

Investasiku adalah Aplikasi finansial super yang dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas untuk membantu kita mencapai tujuan finansial dengan produk unggulannya yaitu Saham, Reksadana, Obligasi, & Rencana. 

Investasiku aman ya! Karena sudah terdaftar di OJK. 

Apa saja manfaatnya? 


1. Membership

Yang merupakan Single key to unlock CT-Corp ecosystem. 

2. Point

Dengan point, kita bisa mendapatkan dan menggunakan kembali point dari transaksi untuk semua unit bisnis di bawah CT-Corp.

3. Coupon

Siapa sih yang nggak suka kupon belanja? Nah, di investasiku ini juga ada kuponnya. Kupon potongan belanja yang bikin kita lebih hemat dalam berbelanja. Menarik, bukan? 

Dengan aplikasi investasiku, kita juga bisa melihat perkembangan trading saat ini. 

Cara daftarnya gimana? 

Cara investasi di Investasiku gampang kok, berikut stepnya:

1. Download aplikasi InvestasiKu di smartphone mu melalui Playstore atau Appstore

2. Buat akun/daftar

Disini kamu diminta untuk memasukkan data diri mulai dari nama lengkap, email, no. handphone, password dan juga konfirmasi password. 

3. Klik sign up

Dan jadi dehh.. Aplikasi investasiku di akun mu sudah siap digunakan. 

Namun buat kamu yang belum mengerti banget tentang saham, dan kawan-kawannya khususnya orang awam, kamu bisa berinvestasi dengan cara yang biasa orang tua kita lakukan. Seperti invest emas dan properti (tanah, rumah, kebun, dll). 

Jadi, kalau kamu ada uang sebisa mungkin jangan sekadar menabung di bank aja ya. Tapi upayakanlah bagaimana uang itu makin banyak agar di masa depan, agar masalah biaya hidup kita teratasi. 

Prinsipnya, perbanyak penghasilan bukan perkecil pengeluaran. Hehee...

Investasi ala millenial

Oya satu lagi pesan buat millenial, kata Putri Tanjung, 

"Investasi yang perlu dilakukan oleh milenial adalah memperluas networking, pengalaman, ilmu dan skilll yang dikuasai".

Buat kamu millenial, sekarang udah investasi apa? 

Yuk berinvestasi! 

5 comments

  1. Sejumlah uang sekarang lalu kita belanja sejumlah uang sama lima atau sepuluh tahun ke depan, nilainya akan jauh ya. Karena itu nyimpen uang saja (nabung) bukan solusi. Karena kebutuhan kita nanti justru semakin banyak
    Karenanya investasi diperlukan

    ReplyDelete
  2. Mewakili milenial (untuk putriku yang usianya 20-an)sekarang dia sudah belajar investasi kak.Baru yang sederhana sih dengan deposito.Nah,tiap bulan biasanya dia sudah sisihkan dari gajinya.Setelah terkumpul sejumlah uang baru didepositokan.
    Keren nih prinsipnya, perbanyak penghasilan bukan perkecil pengeluaran,mantaps
    Salam: Dennise Sihombing

    ReplyDelete
  3. Jaman sekarang kita mesti melek investasi ya kak, dan jenis2 investasi juga banyak banget tinggal disesuaikan dengan keinginan kita aja

    ReplyDelete
  4. kerasa banget kalo gak punya investasi Mbak

    khususnya untuk anak sekolah, rasanya merana banget gak bisa nyekolahin anak di fakultas yang dia sukai hanya gara2 gak ada biaya

    karena itu sekarang saya menganjurkan siapapun untuk mulai investasi, mulai dari yang dia pahami,

    serta jangan menunda, semakin muda usianya semakin baik

    ReplyDelete
  5. Ada 3 hal penting soal investasi ini menurut saya. Pertama adalah halal. Kedua adalah perlindungan dan payung hukumnya. Ketiga adalah dilakukan saat usia produktif. InshaAllah apapun itu jenis investasinya hasilnya bisa maksimal dan membawa manfaat.

    ReplyDelete

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah

I'm Part Of

I'm Part Of