Meningkatnya Ekonomi Masyarakat dengan Perkebunan Kelapa Sawit


Hay teman-teman, kalian sekarang tinggal dimanakah?  Ada nggak perkebunan sawit di daerah kalian? Hari ini kita bincang-bincang tentang kelapa sawit yokk.. 

Oh ya, kalian tau nggak bahwa minyak goreng yang biasa kita konsumsi itu, yang buat goreng, masak kue, dan alat dapur lainnya itu terbuat dari olahan kelapa sawit.  Dapat kebayang kannn kalau misalnya nggak ada kelapa sawit, maka kita nggak bisa makan goreng bakwan donkkk. Hehehh.. Tapi kan ada pohon kelapa mbak!   Beda bebs.  Minyak sawit dengan minyak kelapa itu beda. Aku memang kurang tau pemprosesan minyak kelapa sawit.  Tapi kalau minyak kelapa mah udah pernah. 


Itu santannya dimasak lamaaaaaa banget diendapkan hingga keluar minyaknya. Nah kalau minyak pohon kelapa aja susah gitu, apalagi minyak kelapa sawit coba?  Pasti tambah lama kann. Tapi pesatnya perkebunan sawit di Indonesia membuat kita nggak perlu khawatir. Karena kan pabriknya udah banyak banget.  Menyebar di Kalimantan dan Sumatera ya yang paling banyak. Termasuk di daerah aku di Bengkulu. 

Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Nah, tahukah kalian bahwa sawit merupakan penyumbang devisa tertinggi di Indonesia. Kelapa sawit berperan penting mengentasi kemiskinan dan ketimpangan. Serta berperan dalam pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi. Sehingga tanpa kita sadari kelapa sawit merupakan ujung tombak masa depan Indonesia. 


Aku mau cerita nich teman-teman, di daerahku sendiri, perkebunan kelapa sawit sudah menjadi mata pencaharian utama. Jadi ingat dulu sebelum ada sawit, masyarakat sibuk menanam padi, sayuran dan palawija lainnya. Namun entah darimana bermula, masyarakat mulai melek akan tanaman jangka panjang sehingga di tanamlah kelapa sawit. Apalagi pabrik sawit dekat banget dengan desa kami. Semua ladang-ladang dan perkebunan sawit di desa ku berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.  Dan berangsur pula ekonomi masyarakat pun kian membaik. 

Aku jadi ingat dulu salah satu teman sekolah ku cerita bahwa dia yang biasanya nerima sumbangan siswa tidak mampu di sekolah, sekarang  udah nggak lagi. Sudah dipandang orang cukup berada dengan adanya kebun kelapa sawit.  Apalagi saat itu kebun kelapa sawit sempat menjadi primadona dengan harganya yang tidak murah. 

Bukan hanya temanku saja.  Namun nyaris semua masyarakat di desaku berkebun kelapa sawit. Berhektar-hektar kebunnya. Pokoknya kalau ada tanah kosong sedikit, ditanami kebun kelapa sawit.  Bahkan terkenal loo, di daerahku di Kabupaten Mukomuko, di Desa Retak Mudik masyarakat nya itu kaya-kaya semua. Karena pada berkebun kelapa sawit. Aamiinn dech. Itukan do'a.  Padahal sebenarnya nggak juga. Ya gimana mau kaya kalau nggakda tanah buat nanam. Ya gimana mau ada kelapa sawit kalau nggak nanam. Trus gimana mau kaya coba? Hiksss.. Yang penting ada aja dech. Berkecukupan. Nggak musti kaya. 


Dan harapanku mengenai perkebunan kelapa sawit ini, moga saja harga kelapa sawit nggak anjlok yaa. Moga tetap stabil dan terus naik hingga tidak membuat ekonomi masyarakat jadi merosot. Kan kasian yang ngumpulin pundi-pundi rupiah buat modal nikah dari hasil perkebunan sawit kalau harganya turun. Hehee.. 

Kalau di daerahmu, adakah perkebunan sawit?  Kalau ada, apakah se-hits di daerah kami guys? Cerita yukkk.. 

Tidak ada komentar

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah