Semangat Jaga Prokes di Tengah Pandemi


"Loh, gak kerja, Yah?" tanyaku ke suami yang masih santai-santai aja meski waktu telah menunjukkan pukul 9. 

"Enggak!  Pake jadwal piket lagi kayak setahun yang lalu. Karena covid 19" jawabnya.

Hoammm.. Dalam hati ada riang bersorak sih. Itu artinya si pak suami bakal banyak ngabisin waktu bareng keluarga. Namun di sisi lain, ada pilu menyusup. Indonesia ku kapan sembuhnya? Covid kapan perginya? Ahh syedihhhh..

Lalu scroll-scrool media sosial. Baca status FB keluhan seorang guru.

"Daring lagiii.. Daring lagiii! Pusing dibuatnya. Tugas guru-guru makin bertambah. Yang pusing satu keluarga. Ayah, ibu dan anak. Anak-anak kadang main hp bukannya belajar, malah nge-game. Jadi gimna mau pintarnya?" keluhnya. 

Yap! Surat edaran dari masing-masing kepala daerah telah keluar. Himbauan untuk kembali sekolah daring. 

Liburan? terusss aja diperpanjang. 

Hey corona! Selamat yaa! Udah 1,5 tahun lebih kamu nguasai negeri ini! Belum puaskah?

Lihatlah! Ada banyakkkkk sekali orang tua kehilangan anak, anak kehilangan bapak, bayi kehilangan ibu, dan berbagai macam kehilangan lainnya disebabkan olehmu. 

Kau tau? Media sosial ku penuh dengan ucapan innalillah. Dan kebanyakan ucapan itu ditujukan kepada orang yang menderita karena kamu!

Baca juga: Love Yourself Kamu Cantik dari Hatimu

Bahkan, tetanggaku juga meninggal disebabkan oleh dirimu. Ya, meskipun ada penyakit bawaan sih. Tpi kann.. Tetap aja kamu yang menyerang kesehatannya hingga ia tumbang.

Lalu SMS dari Kominfo masuk di ponselku. 

"Korban keluarga berjatuhan, karena kita abai kepatuhan. Kita bepergian tak ditahan, pandemi panjang tak berkesudahan. Yuk saling jaga sesama."

Huft! Pusing? Stres?

Ya! Hampir semua kita mengalaminya. Udahlah beban hidup banyak, eh ditambah lagi beban hidup oleh corona. Bisa gila ga tuh kalau terus difikirkan.

Jaga imun biar tetap sehat

Namun disaat seperti ini, kita harus tetap menjaga imun dan iman agar tetap waras! Karena apa? Karena hidup harus tetap berjalan. Roda kehidupan akan terus berputar meski covid kerap menyapa lingkungan sekitar.

Saat ku tatap bayiku, terkadang fikiran buruk itu datang. Jika aku terkena corona, aku akan berpisah dengan anakku. Ya, minimal buat isolasi mandiri. Sedih sudah pasti. Apalagi keadaan sedang menyusui. Apa aku sanggup? Apa siap?

Lebih jauh lagi, jika aku terkena gejala berat oleh covid lalu tumbang, bagaimana nasib anakku? Apakah ada orang yang menyayanginya melebihi kasih sayang dari aku, ibunya? Naudzubillah.. Jangan sampai itu terjadi ya Allah.

Sementara orang-orang terdekat sudah banyak yang dihinggapinya. Dari gejala ringan, tanpa gejala, hingga gejala berat. Dari yang bisa sembuh hingga yang benar-benar tumbang. 

Tetap pakai masker, yaaa

Sayangnya kita nggak bisa milih. Nanti kalau kena covid mau dapat gejala yang kek mana? Maunya sih yang cukup kena diri sendiri dengan gejala ringan, lalu isoman beberapa hari, minum obat dan sembuh dechh tanpa menularkan ke orang lain. 

Baca juga: Belajar Memakai Softlens

Tapi bagaimana kalau kita dapat gejala berat? Siap berpisah dengan orang-orang tersayang? Di kubur dengan prokes ketat, nggak ada yang berani nyentuh apalagi mencium. Rumah kita yang biasanya rame oleh orang melayat dan ngirim doa, eh sepi seolah tak terjadi apa-apa. Siapppp???

Dan karena tidak ingin itu semua terjadi, aku memperketat prokes dibanding sebelumnya.

Mau ke pasar? Pake masker! 

Mau posyandu, pakai masker. 

Mau ke pesta? Kayaknya nggak pernah datang pesta lagi sih sejak covid mengganas. Hehe..

Pokoknya setiap habis ke tempat yang banyak orangnya, tak lupa make masker. Karena hidup bermasyarakat, nggak bisa cukup berdiam diri aja di rumah dan mengasingkan diri dengan kehidupan sosial. Toh, kita juga tak tau kapan covid ini berakhir. Dan hand sanitizer selalu ready di tas. Pulangnya, ganti pakaian cepat-cepat sebelum meluk bayi. Jangan sampeee ada virus yang melekat. 

Karena tak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan ghaib ini. "Pandemi kapan berakhir?" NGGAK ADA!

Pandemi kapan berakhir? Biar kita bisa bebas lagi kumpul sahabat dan sanak famili tanpa takut tertular covid🥺

So, yuk kita sama-sama jaga diri kita masing-masing. Ingatkan keluarga untuk make masker kalo pergi di keramaian. 

Baca juga: Ibu Bicara Menstruasi ke Anak

Dan pastinya jangan lupa tetap semangat jaga prokes dengan 5M.

1. Mencuci tangan

2. Memakai masker

3. Menjaga jarak

4. Menjauhi/mengurangi kerumunan

5. Mengurangi mobilitas

Kalau ada vaksin, yuk vaksin. Vaksin memang nggak menjamin kita buat nggak kena covid. Tapi setidaknya, dengan vaksin, bisa membuat sakit akibat covid menjadi seperti sakit biasa kayak flu biasa. Itu sih yang aku tau. Toh, gak ada jaminan juga kita nggak akan kena covid. Aku juga sedang menunggu giliran buat divaksin, nih. Hehe

Yuk, vaksin!

Selain itu, vaksin juga salah satu ikhtiar kita buat jaga diri di tengah penyakit yang mewabah. Kalau kata suami sih, kalau meninggal karena covid, bukan diri sendiri yang dicemaskan. Tapi kasihan keluarga. Manalah sedih akibat di tinggal pergi keluarga, ditambah lagi sedih akibat nggak ada keluarga atau sanak famili yang ngelayat. Khawatir tertular covid pula. Mana penyelenggaraan jenazahnya make prokes rumah sakit pula, kan. Sakitnya jadi berlipat-lipat. Naudzubillah..

Jauh-jauh ya covidd.. Pergilah dari negeri kami dengan segera. Aamiinn

16 comments

  1. Bener banget, Kak.
    Semuanya udah jenuh, lelah, capeekk bgt dgn pandemi ini

    ehhh ternyata si copid kok yhaaa ga kunjung bubar jalan.
    yap, kita memang kudu tingkatin iman dan imun

    ReplyDelete
  2. saya melihat pandemi covid 19 sebagai seleksi alam

    memaksa orang untuk berpindah jalur dari offline ke online

    dan berpindah gaya hidup jorok menjadi higienis

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, masya Allah, dua tahun pandemi saya dan keluarga alhamdulillah belum terjamah covid. Jujur, saya takut sekali karena saya punya tiga anak dan semuanya masih balita. Bisa dibayangkan anak-anak saya di perantauan ini tanpa ibunya. Ya Allah, gak kebayang saya mba.

    Jaga prokes itu yes. 5M ini benar semua, mulai dari mencuci tangan, makai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas. Kalo taat, pasti selamat.

    ReplyDelete
  4. Selama covid aku pergi ke pesta kondangan cuma 2 kali itupun gak lebih dari 30 menit dan karena yg nikah keluarga dekat ga enak klo ga datang, selebihnya aku pasti ga dateng dan memilih ngirim kado/uang aja ke pengantin hehe masih parno soalnya ada anak anak

    ReplyDelete
  5. Semoga pandemi segera usai dan semuanya bisa kembali normal lagi ya bisa kondangan lagi, bisa liburan dengan tenang juga

    ReplyDelete
  6. Bahahhahaa "pertanyaan ghaib" Kapan pandemi berakhir !
    iya juga ya itu pertanyaan misteri terbesar abad ini!

    ReplyDelete
  7. Tetep semangat dengan displin prokes ya... Semoga kita selalu sehat dan pandemi ini cepet kelar...

    ReplyDelete
  8. Pandemi dan menjaga protokol kesehatan memang diperlukan di masa sekarang dan berikutnya

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah daku udah lengkap vaksinnya, dan tetep prokes dijalankan kalau ke luar rumah. Demi kesehatan diri dan keluarga juga

    ReplyDelete
  10. aku belum vaksin, tapi hendak vaksin
    pengennya sih nunggu antrian vaksin agak sepi biar gak dusel-dusel sama orang lain

    ReplyDelete
  11. Bismillah menerapkan prokes dimana-mana dan kapan saja, jangan lupa vaksin juga. Semoga pandemi segera berlalu

    ReplyDelete
  12. Iya dooonk, tentu aku juga ga perbah bosan mengingatkan diri sendiri dan keluarga untuk tetap menerapkan prokes 5M :) Jangan lengah meskipun belakangan ini tersiar berita sudah berkurangnya penderita COvid-19.

    ReplyDelete
  13. Sejak awal pandemi sampai kini suamiku WFH, Mbak...dia accountant jadi hampir semua pekerjaan bisa remote dilakukan dari rumah saja. Senang? Awalnya, tapi juga kasihan,karena rutinitas ngantor, meeting, dan lainnya hanya dari rumah, bikin bosan juga, kan?
    Jaga prokes juga sudah, tapi skeeluarga terpapar juga aku huhuhu
    Pokoknya doanya segera sembuh Indonesia, segera sembuh dunia!

    ReplyDelete
  14. Betul sekali mbak beranda penuh sesak dengan ucapan belasungkawa, pencarian regulator oksigen, Dan donor plasma darah... Semoga keadaan ini lekas berlalu ya ...

    ReplyDelete
  15. Sedih deh sekarang banyak yang mulai abaikan terhadap prokes. Agar tetap aman, kita dan keluarga wajib menetapkan prokes secara ketat karena saat ini hanya diri kita sendiri yang bisa kita andalkan

    ReplyDelete
  16. Bener banget ya, menjaga prokes itu penting banget, dan ini selalu saya ingatkan pada diri saya sendiri dan keluarga. 3M juga gak boleh kendor dan tetap jaga imun tubuh agar tetap fit dan bugar. Jangan stress dan banyak pikiran juga, intinya gak mikirin yg macem2..yang penting sehat wal afiat dulu ya kak :)

    ReplyDelete

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah

Blogger Perempuan Network

Komunitas Blogger Bengkulu (BoBe)