ISLAM AGAMA TERORIS???



Assalamu’alaikum wr.wb
Kali ini aku ingin sedikit beropini tentang issue yang berkembang saat ini. Baik itu di media social, radio. Maupun berita-berita di Televisi. Hari Minggu pagi berita tentang bom bunuh diri di 3 buah gereja, lanjut lagi kemudian pemboman di Mapolrestabes Surabaya. Mirisnya, bahkan 1 keluarga yang melakukan aksi bom bunuh diri ini. Anak kecilnya pun juga ikut melakukan aksi bunuh diri. Naudzubillah..

Tidak hanya sebatas itu, tak lama kemudian foto-foto korban serta kejadian bom disebar sehingga bisa menebarkan rasa takut dari orang-orang yang melihatnya. Padahal tanpa kita sadari,  ini juga salah stu efek yang diinginkan oleh peneror. Yaitu membuat orang-orang merasa takut. Dan tak cuma sampai disana, muncul lagi berita hoax yang menyebarkan berita bahwa ada pemboman lagi di tempat-tempat lain. astagfirullah

TERORIS BUKAN ISLAM, ISLAM BUKAN TERORIS
Sudah pasti Islam dibawa oleh Rasulullah adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin. Rahmat untuk seluruh alam. QS. Al-Anbiya: 107
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”

 Bagaimana mungkin Islam yang cinta damai ini disebut sebagai teroris. Hanya orang yang berfikiran sempit dan tidak kenal Islam secara baik yang berfikir seperti ini. Yang saya tahu, orang yang melakukan tindak pemboman ini memiliki dalih bahwa mereka berjihad di jalan Allah. Mereka menganggap orang kafir (baca: non muslim) itu adalah orang kafir yang harus dimusnahkan. Kurang lebihnya seperti itu. Saya berani katakan itu adalah pemikiran yang sempit. Mereka adalah orang-orang gagal faham dalam mempelajari agama islam secara benar.

Banyak jalan menuju jihad. Bukan dengan cara membunuh orang-orang kafir yang tidak sekeyakinan dengan kita. menuntut ilmu yang benar adalah jihad, mencari nafkah yang halal untuk keluarga adalah jihad, dan jika memang benar-benar ingin berjihad angkat senjata secara langsung, di Palestina ladang jihad bagi kaum muslimin. Disana kita tidak menjadi seorang teroris. Tapi justru menjadi musuh bagi teroris Israel yang biadab dan kejam.

Mereka berfikir dengan melakukan bom ini mereka telah menolong agama Allahh. TIDAK!!! Justru dengan melakukan ini, orang-orang non muslim malah akan memandang semakin buruk kepada Islam, inilah yang kata Ustadz Abdul Somad membunuh Islam dari dalam. Yang menghancurkan Islam adalah orang Islam itu sendiri. Naudzubillah..

RASULULLAH MENGAJARKAN KASIH SAYANG
Teringat kisah Rasululullah ketika bersabar tatkala diludahi dan dilempari batu sama orang kafir ketika menyampaikan risalahnya. Namun beliau selalu bersabar.

Juga kisah Rasululullah yang bersabar ketika dirinya terus dicaci oleh seorang lelaki tua yang buta, namun Rasulullah senantiasa menyuapi lelaki ini. Hingga kemudian Rasulullah wafat lalu Khalifah Abu Bakar menggantikan kebiasaan Rasulullah tersebut untuk menyuapi lelaki tua itu, namun ia malah memuntahkanya karena ia tau itu bukan tangan orang yang biasa menyuapinya dengan lembut. Setelah ia tau bahwa yang menyuapinya selama ini adalah Rasululllah yang justru ketika disuapin ia juga tetap mencaci. Lelaki tua ini menangis lalu masuk Islam.

Tak cukup hanya itu, bagaimana Malaikat Jibril juga menawarkan untuk menimpakan gunung kepada orang-orang kafir yang menyakiti Rasulullah, namun Rasulullah menolaknya karena kasih sayangnya.

Dan dalam beragama pun juga Rasulullah tidak mengusik bagi orang-orang yang agamanya beda dengan Rasulullah. Seperti dalam QS. Al-Kafirun. “Lakum diinukum waliyadiinn, untukmu agamamu, dan untukku agamaku”.

Masyallah Rasulullah seorang yang penuh kasih sayang yang menjadi tauladan bagi kita semua. Yang semua tindakan, ucapan, bahkan diamnya saja menjadi tuntunan umat islam. Tidak mungkin Islam agama teroris. Rasulullah tetap berdakwah ditengah-tengah masyarakat yang kafir. Dan dakwah yang paling utama yaitu dakwah dengan akhlakul karimah kita. Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
Mengingat aksi teroris yang anarkis, bom bunuh diri, rakit bom, bom magic, dll.. membuat kita berfikir apa yang harus kita lakukan?? Menurut saya yang harus kita lakukan adalah:
  1. Tetap bersatu
Jangan sampai terpecah belah. Kita berada di Negara Indonesia. Negara hukum. Kita terdiri dari beragama agama, budaya, adat istiadat, warna kulit, ras, suku, dll.. namun kita tetap 1. Kita Indonesia. Jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang memecah belahkan persatuan. Jangan sampai akibat adanya teroris ini malah Indonesia menjadi retak. Para aparat tetap jalani tugasnya sebagai pelindung Negara dan warga Negara. Begitupun kita, tetap jalankan tugas kita sebagai warga Negara yang baik.
  1. Berhati-hati dengan berita hoax
Dalam membaca berita juga jangan terkecoh dengan judul saja. Kita harus cek dulu berita itu, baca dulu, dan pastikan kevalidan berita tersebut. Misalkan saja di artikel ini saya tulis judul ISLAM AGAMA TERORIS saja tanpa ada tanda Tanya, lalu langsung di share tanpa dibaca dulu isinya, ini bisa berdampak sangat negative. Bisa-bisa saya malah dituduh pro sama orang-orang yang berfikiran bahwa Islam agama teroris. Padahal isi tulisan saya malah sebaliknya. Begitupun dengan berita hoax terkait bom dan teroris. Dan jangan juga menyebarkan foto-foto korban pemboman. Itu akan menyebarkan rasa takut kepada netizen.
  1. Berhati-hati dalam belajar ilmu agama
Begitupun dengan membaca buku. Pilih-pilih buku dulu dalam membaca. Jangan sampai membaca buku yang menggiring pemikiran kita pada pemahaman yang salah. Dan 1 lagi jangan malah karena takut anak, adek, dan saudara kita terlibat teroris, kita malah melarang mereka untuk belajar agama. Tapi ketika mereka mau karokean, senang-senang, dan ikut kegiatan yang unfaedah yang lain kita malah mengutamakan ketimbang ikut kajian. Disinilah kita juga harus berfikir bijak. Harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. (Allahumma Arinal Haqqa haqqan, warzuqna tibaa’ah, wa arinal baa’tilan baa’tila war zuqnaj tinaa bah)
  1. Berdo’a
Ini juga menjadi bagian paling penting bagi kita sebagai umat yang beragama. Sebagaimana do’a adalah senjatanya umat muslim. Berdo’a semoga diri kita, keluarga, teman, kerabat selalu dalam perlindungan Allah swt. Berdo’a agar tidak semakin banyak kaum muslim yang terjebak ke dalam perkumpulan makhluk-makhluk yang berfikiran radikal dan sempit. Berdo’a agar Negara kita jauh dari perpecahan dan tetap bersatu apapun yang terjadi di Negara ini. Berdo’a agar Negara kita menjadi Negara yang Baldatun thoyyibatun warabbun ghofurrr..
Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermamfaat bagi yang membaca dan terutama bagi diri saya sendiri yang harus menjadi pengamal pertama terhadap apa yang saya katakan. Wallhualam bish shawwab.
Wasssalamu’alaikum wr. wb

baca juga: nasehat Imam Asy-Syafi'i dalam menuntut ilmu

27 komentar

  1. Miris sekali ya mbk dengan kejadikan yang mengatasnamakan islam belakang ini. Padahal sebenrny bukan islamnya yg salahkan, tapi oknum2nya. Kita harus selalu bersatu dan berjuang dalam membela Islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bngt kak.. Kita harus selalu brsatu.

      Hapus
  2. Teroris bukan islam, islam bukan agama teroris. Yang jadi teroris itu udah nggak beragama lagi, cuma mengatasnamakan agama ya kan mbak?

    BalasHapus
  3. Gak ada satu agama pun yang membenarkan perbuatan jahat begitu ya dek. Sedih aja sih lihat berita soal ini. Oh wait, bukan hanya sedih, tapi juga marah & sedikit takut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbx.. Kasian bangt sma mrka yg jdi korban teroris.. Bahkan aparat pun ikut diserang.

      Hapus
  4. Selepas kejadian ini harus lebih waspada sih. Bukan curigaan & parnoan tapi waspada agar lebih siap dengan kejadian yang tidak disangka-sangka. Yang pasti bener banget, jangan gampang termakan berita hoax, apalagi sampai ikut-ikutan nyebarin berita yang entah dari mana sumbernya & terindikasi mengandung radikalisme pula. Duh jangan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbc.. Kita tetap mesti waspada. Smga sana d Bengkulu nggakda teroris y mbc. Aaminn..

      Hapus
  5. Pembahasan masalah teroris ini sering bikin kesal deh. Orang-orang selalu mengaitkan teroris dan Islam, padahal sudah jelas-jelas kalau teroris itu salah dan kalaupun mereka mengku Islam, Islam mereka sesat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Sedih. Org2 yg bercadar jdi kena imbasnya. Mrka jdi kena sasaran kecurigaan.. Huhuu

      Hapus
  6. Aih.. sampe abis kejadian ini dan aku nonton Avengers kebayang para korban tak bersalah itu. Semoga Indonesia selalu damai

    BalasHapus
  7. Kita harus selalu waspada...jangan sampai citra islam rusak oleh sekumpulan orang yg memiliki paham menyimpang

    BalasHapus
  8. Setuju, tetap bersatu, jangan mudah terhasut, jangan mau diprovokasi. Islam cinta damai.

    BalasHapus
  9. Jangan sampai Islam di coreng

    BalasHapus
  10. inilah yang di takutkan oleh Rosulullah, ketika ajaran yang di sampaikan tidak menurut pemahaman para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in. Yakin lah bahwa agama islam ini indah karena agama inilah yang Allah Ridhoi.

    BalasHapus
  11. teroris yang sebenarnya itu bukan Islam

    BalasHapus
  12. bener banget kak, islam bukan teroris. teroris juga bukanlah islam karena islam mengajarkan kasih sayang ^^

    BalasHapus
  13. Judulnya dek, bikin ngeri

    BalasHapus
  14. Ajarkan dan dekat sekali dengan anak-anak penerus Islam yang akan meneruskan risalah dakwah ini

    BalasHapus
  15. Islam memng sengkali terkena stigma negatif semenjak pemberitaan ttg terorisme semakin marak. oleh karenanya tugas kita adalah selalu berbuat kebaikan, agar citra Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin kembali lagi.

    BalasHapus