Untukmu yang Akan Kujumpai


Kelak aku akan bercerita, Tentang bagaimana bersyukurnya aku dimiliki ayahmu. Tentang beruntungnya aku jadi menantu nenek/kakekmu. Beruntungnya aku menjadi bagian dari keluarga Ayahmu.

Lalu, kamu hadir dalam perutku.
Sejak kau sebesar biji kacang polong, Sebesar pentol bakso,
Sebesar tinju,
Lalu bergerak seperti kibasan kupu-kupu,
Hingga bergerak dengan begitu aktifnya dalam perutku.

Mengganggu tidur nyenyakku, membuatku berulangkali keluar masuk wc. Namun Ayahmu dengan setia menemani. Penuh sabar. Dan kelak aku akan cerita agar kau tau cinta kasihnya.

Anakku, Sejak kau bersemayam di perutku, kebahagiaanku kian bertambah. Sungguh nikmat yg tiada tara aku rasakan. Syukur tak hingga. Harap-harap cemas saat membawamu kemana ku pergi dalam ragamu yang begitu lemah. Berharap kau baik-baik saja agar bisa jumpa di dunia dengan utuh setelah sampai bulannya.

Kau akan tau betapa besar cintaku untukmu. Namun kian ku sadari, rasa cinta yang hadir ini karena Allah yang memberikan. Dan pada dasarnya, cinta Tuhan kitalah yang paling besar untukku, untukmu. Dan untuk kita semua.

Aku akan ceritakan, betapa Allah begitu menyayangiku. Dan betapa aku pun selalu percaya dengan kuasa-Nya.

Dulu saat ku rasa duniaku begitu sesak, dimana bumi dipijak derita mendera, dimana langit ku junjung disana air mata berurai, saat aku masih begitu belia, aku telah percaya dg kekuatan do'a. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya. Sesungguhnya sesudah ksulitan itu akan ada kemudahan. (Al-Insyirah:7).

Lalu setelah perlahan kemudahan demi kemudahan itu datang, do'aku agar aku jauh dari kufur nikmat. Senantiasa menjadi org yg bersyukur supaya nikmat Allah kian bertambah untukku, untuk kita. (Ibrahim:7).

Akan kuceritakan saat kau besar nanti, bagaimana deranya hidup ibumu yg bahkan tawa dan tangis kerap kuciptakan bersamaan sebelum bertemu ayahmu. Bagaimana kita harus mampu menghibur diri sndiri saat duka, menjadi motivator diri sndiri saat terpuruk. Karena penolong paling pertama bagi kita adalah diri kita sendiri (Allah tidak akan mengubah kehidupan suatu kaum kalau ia sendiri tidak mengubahnya: HR. MUSLIM).

Jika pun kelak tak sempat kuceritakan, semoga saat kamu sudah mengenal media sosial, kau menemukan tulisan ini dan kau menemukan semangatmu disini.

Dari aku yang mencintaimu tanpa batas bahkan sebelum ku tau bagaimana rupamu.

Sampai jumpa di akhir tahun ini. 🥰

No comments

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah

Komunitas Blogger Bengkulu (BoBe)