Kebebasan Masa Gadismu (single) Tidak Bisa Diulang Dua Kali

Nanti kita ketemu, Ya. Kita ketemu di pantai aja. Udah kangen, nih! 

Itu yang aku ketikkan di WA grup. Berjanji mau reunian dengan teman-teman musyrifah asrama waku kuliah dulu. Yakin banget aku,  tuh bisa ketemu. Bisa saling berpelukan, bercerita, minum es kelapa muda, dan diakhiri dengan foto-foto. Ya, walaupun udah ada suami dan anak, bisa lah, kan di atur. Kan sekali-kali. 

Namun apa yang terjadi? Kebiasaan ngaret dari orang Indonesia ini susah banget, ya dihilangin. Hehe.. Aku dan suami memang mampir di pantai, tapi kita nggak bisa lama karena hari sudah mulai sore sementara kami bawa bayi. Teman-teman belum nyampe juga, akhirnya dengan terpaksa aku bilang nggak bisa nunggu, mungkin lain kali bisa ketemu. Sedih? Sedikit. Tapi mau diapakan lagi? Ada yang lebih penting buat difikirin selain melepas rindu. Kalau masih gadis dulu, ya fine-fine aja. Nunggu se-jam pun aku sanggup. Bisa sambil main air pantai dulu, menikmati kuliner pinggir pantai, minum es kelapa muda, atau makan jagung bakar sampe yang ditunggu sampai. Nah, kalau sekarang udah nggak bisa lagi. Waktu buat bareng teman-teman itu semuanya udah berubah menjadi waktu bareng keluarga. 

Disisi lain, pernah pula aku membatin,  

Besok mau bangun cepat. Subuh udah bangun buat masak ini dan itu. Beres-beres rumah. Nyuci malam aja biar besok pagi kerja lebih ringan

Namun apa yang terjadi? Sesudah sholat subuh, anak malah bangun dan nangis nyari emaknya. Apalagi badannya kurang sehat. Pengen nempeell terus kayak perangko ke badan emaknya. Hehe.. Alhasil kita kembali nyusui dan nidurin dia lagi. Kesiangan dah! Huhuu.. Ambyar rencana yang udah dibuat tadi malam. 

Baca juga: Resolusi 2022

Akhirnya disitulah aku berfikir memang beda banget, ya rasanya dengan masih gadis dulu. Lo iya! Status aja udah beda. Tentu yang lain ngikutin. Cuma ini kok aku merasa banget bedanya. Tentang kebebasan berencana. Huhuu. Nggak selancar dan semulus yang kita bayangkan. 

Meski pun nggak semua orang mengalami hal-hal seperti yang aku alami, sih. Hehe

Setelah menikah, apa pun kepentingannya keluarga adalah prioritas 
Tapi, ya begitulah. Aku nggak bisa berencana  dengan mulus seperti hal nya masih gadis (single) dulu. Kalau dulu, misal esok hari ada agenda penting dan harus bangun pagi-pagi, maka malamnya udah di setting alarm. Mau jam berapa bangun, tinggal setting. Pas pagi, alarm berbunyi, kita bangun, dan tap-tap-tap selesai, deh semua pekerjaan. Tinggal cus berangkat sesuai planning.

Meski aku nggak bisa bebas kayak dulu lagi, aku tetap bersyukur masa muda ku dulu tidak aku sia-siakan (uhuk) hehe.. Yahhh.. Setidaknya banyak hal positif lah yang udah aku lakuin. Banyak hal yang udah aku coba.

Baca juga: Semua pasti ada hikmahnya 

Seperti mencoba berbagai pekerjaan yang menghasilkan uang, berbagai kegiatan yang menghasilkan pengalaman, berbagai perjalanan untuk mendapatkan kepuasan diri, juga semua hal dalam rangka mendapatkan lingkungan yang baik, circle pertemanan yang positif, ilmu, pelajaran, link atau jaringan, dan banyak lagi. Saya rasa itu semua sudah cukup untuk saya. Meski pun mungkin bagi sebagian orang belum cukup. Tapi tingkat kepuasan orang kan beda-beda, toh!

Salah satu senior dulu pernah ngomong ke aku. Ia bilang ini saat aku main ke rumahnya dan ngasih tau kalau aku bakal merried.

Nggak bisa bebas kumpul sama temen-temen kayak dulu lagi 
"Yakin mau nikah? Umur berapa sekarang, Neng? Sebelum yakin dan memutuskan untuk nikah ada baiknya nikmati dulu masa-masa sendiri. Masa gadis. Kan nggak bisa diulang. Kalau ada mimpi yang belum tercapai, mumpung masih gadis, ya digapai. Kalau ada keinginan ingin travelling, selagi masih sendiri, ya jalan-jalan aja. Mumpung belum ada anak. Belum ada beban. Puasin dulu, lah. Hingga nanti saat kita menikah, nggak ada lagi yang kita sesali. Semua keinginan, semua mimpi udah kita wujudkan. Jadi bisa fokus sama keluarga. Ada loh, orang yang udah berkeluarga, tapi karena mimpi dan keinginan-keinginannya masih gadis dulu belum terpenuhi, akhirnya ia menyesal dan pengen balik kayak masih sendiri aja. Akhirnya terbengkalailah keluarganya."

Begitula kira-kira yang senior ku omongin. Karena kata-kata dia ini, aku akhirnya mikir lagi. Aku memang belum bisa jalan-jalan ke banyak daerah di Indonesia ini sesuai keinginan ku, sesuai mimpiku. Tapi berbagai perjalananku selama ini ke beberapa daerah dalam kegiatan kampus, itu udah cukup bagiku. Travelling di dalam daerah aja bareng teman-teman juga sudah cukup membuatku bahagia dan memberiku kepuasan. Main-main ke lokasi wisata terdekat, atau spot foto yang lagi hits untuk sekadar ambil foto buat mempercantik instagram juga udah cukup kayaknya. 

Baca juga: Review Shower Scrubb Scarlett New Varian

Lalu aku berkaca lagi ke masa lalu, tentang perjalanan hidup yang sudah aku lewati. OK! Sudah cukup. Aku sudah yakin untuk membuka lembaran baru dalam hidupku ini.  Aku yakin untuk menikah. Dan nggak ada yang perlu aku sesali lagi saat menikah nanti. 

Nah, untuk adik-adik atau teman-teman yang saat ini belum menikah, nggak usah galau mikirin siapa jodohmu? Nggak usah baper liat keuwu-uwuan pasangan di luar sana, fokus aja memperbaiki diri. Fokus aja kejar mimpimu. 

Nikmati perjalanan hidupmu! 

Nikmati kebebasan masa 'sendiri' mu
Kalau mau travelling, ya siapkan dana, liat lokasi, dan persiapan lainnya lalu nikmati perjalananmu. Kalau mau buka usaha atau bisnis, ya silahkan dicoba, cari modal, liat pasaran, dll. Kalau mau kuliah lagi atau mondok dan ngafal Qur'an ya lakukan. Kalau mau berkarya, silahkan berkarya sebanyak-banyaknya. Pokoknya lakukan aja mumpung masih ada kesempatan. Mumpung masih bebas. 

Karena kebebasan saat masa gadis atau masa single itu tidak bisa diulang dua kali. 

Beruntung kalau kamu masih bisa ngatur waktu dan berencana banyak hal lalu terwujud meski sudah menikah. Beruntung kalau kamu bisa berkarya, berkarir, dan melakukan banyak hal meski sudah berstatus istri dan ibu. Namun jika tidak? Maka masih gadis ini lah kesempatan yang pas. 

Dan buat yang udah menikah namun masih banyak mimpi-mimpi yang belum tercapai, itu pilihan mu. Apapun itu, utamakan mana yang lebih prioritas. Jika kamu tidak bisa menggapai mimpi saat masih menggadis, maka kerja keraslah buat anak-anakmu. Semoga ia yang kelak melanjutkan perjalanan panjang dan semua mimpi-mimpi mu. Jangan sampai ada kata sesal di kemudian hari. Jalan kita masih panjang! 

Seperti lagu doraemon,

"Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu banyak sekali!"

Hayooo, siapa yang dulunya hobi nonton doraemon, cung! Wkwk.. 

Yap! Sesuai liriknya, kita punya banyakkk banget keinginan. Namun ada kalanya dimana keinginan itu harus kita tekan. Harus kita kesampingkan. Karena ada yang lebih prioritas. Seperti yang aku bilang di awal tadi, kalau kita udah berkeluarga. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan jika memiliki sederet keinginan. Makanya, selagi masih sendiri, nikmati kebebasanmu tanpa ada beban. Selagi masih single, wujudkan keinginanmu tanpa banyak mikir ini dan itu. Bisa? Bisa yok, daripada menggalau.. 🤭

So, selalu semangat yaa.. Jangan lupa berkarya. Juga tetap produktif mumpung masih muda (ngomong ke diri sendiri).😊

10 comments

  1. Kita agak sedikit beda mba. Kalo aku, ngerasa ga sebebas dulu Krn ada anak. Suamiku untungnya tipe yg ngizinin aku untuk traveling bareng temen, kalo dia sedang ga bisa nemenin. Dulu sebelum ada anak, kami hobi traveling , rutinm bisa sampe sebulan ngabisin cuti tahunan.

    Tapi setelah ada anak, beda cerita. Suaminya pengen bareng anak, aku pengennya berdua dia aja 🤭. Akhirnya kita kompromi. Liburan berdua hanya bisa maksimal 10 hari, anak2 titip Ama babysitter ya yg udh ngurus mereka sejak bayi.

    Kalo mau liburan lebh lama, aku bisa pergi Ama temen2, atau ajak anak2, syaratnya itu aja 😅. Tapi ya sudahlah, ngerti juga sih udah punya anak gini, udah pasti beda. Terkadangpun saat jalan2 ke suatu negara atau destinasi, kadang aku mikir juga, kalo anak2 ikut pasti seneng 😊..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee.. Iya kak. Status kita yang udah punya anak tentu beda. Nggak bisa sebebas dulu. Kadang kan ninggalin anak juga nggak tega kitanya. 😊

      Delete
  2. Seru ya, udah berkeluarga masih punya waktu dengan sahabat walaupun sedikit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada lagi waktu sekarang kak. Mai ketemu aja susah. Wwkwk

      Delete
  3. Namanya udah punya anak bagi seorang perempuan itu pasti rasanya beda. Biasanya pergi mah tinggal cuss aja berangkat. Sekarang kudu nyiapin ini itu dulu biar kalau ditinggal gak kepikiran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Makanya kalau masih gadis, puas-puasin lah kebebasannya. Wkwk

      Delete
  4. Jadi kangen mantai sama mbk, jadi kangen seminar sama mbk, organisasi sama mbk, mandi pantai, kwkkww mbk sehat terus ya makasih udah ingatin dalam tulisannya, sangat berfaedah mbk luar biasa berbagi pengalaman nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Mbak juga kangen. Makasih juga ya dek. Reti juga sehat terus ya.. 🤗

      Delete

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah

I'm Part Of

I'm Part Of