Patah Hati oleh Cinta Pertama


"Wanita mempunyai cinta pertama dalam hidupnya. Yaitu cinta dari seorang Ayah. Namun, kadangkali hatinya patah. Patah saat ditinggalkan oleh cinta pertamanya"

Di sebuah desa yang mana mata pencahariannya mengambil emas di bongkahan batu.

"Mau ikut Abak?" tanya Abak (Bapak) seusai sholat Magrib atau Isya
"Kemana?", tanyaku
"Ke rumah kawan Abak", katanya.

Tak lama kemudian kami pun bersiap. Bergegas pergi ke rumah kawannya Abak. Aku berjalan dengan tanganku tetap digandeng. Lalu saat pulangnya, aku digendong di punggung Abak, kadang tidur dalam gendongan. Begitu syahdu hubungan antara Bapak dan gadis mungilnya.

Pernah suatu ketika, saat tertidur di depan TV, Abak mengangkatku. Memindahkanku ke kamar. Kadang saat digendong aku terbangun. Namun lebih memilih untuk berpura-pura tetap tidur. Menikmati ayunan gendongan Abak. Dihidupkannya racun nyamuk, dipasangkannya kelambu. Begitu indah saat ku kenang.

2 atau 3 tahun sebelumnya,

Usiaku saat itu mungkin sekitar 3 atau 4 tahun.  Aku menangis mengejar Abak yang pergi. Aku masih terlalu dini untuk menyadari apa yang tengah terjadi. Jarak antara kebun dan talang (desa) rasanya begitu singkat.

Ibu mengejarku, sementara aku mengejar abak. Dan Abak, ia mengejar sebuah mobil taksi untuk menuju rumah Nenek.
Aku terus menangis. Berlari mengejar dengan kaki mungilku tanpa alas. Demi melihat Abak yang mulai naik taksi, tangisku makin kencang.

Ayah mana yang rela melihat putri kecilnya menangisi dia yang beranjak pergi? Ia menghentikan mobil. Lalu menggendongku. Membawa ku serta pergi.

Lembaran baru telah dimulai. Berbagai kisah mewarnai. Kisah dari sebuah keluarga yang utuh, namun pada akhirnya berkisah masing-masing. Cerita hidup masing-masing. Cerita Ibu tanpa aku dan Bapak, cerita aku dan Bapak tanpa Ibu, cerita Bapak bersama ku tanpa Ibu, lalu..... CERITAKU YANG PATAH HATI DITINGGAL BAPAK.

Aku belum mengerti apa itu arti perpisahan, namun waktu yang mengajariku bahwa aku telah ditinggal saat sedang sayang-sayangnya. Aku telah mengenal patah hati sejak dini.  Apakah aku menyalahkan seseorang?  Iya dulu.  Tapi tidak sekarang. Semua orang punya masa lalu. Punya salah, punya pilihan hidup masing-masing yang tidah semua orang bisa mengerti.

Meski cintaku pernah robek, namun ia telah terangkai kembali dengan segala pemakluman dan kasih sayang yang aku punya. Terimakasih telah membuatku hadir di dunia yang penuh lika-liku ini.

8 komentar

  1. Wah.. aku sebagai seorang ayah dan memiliki anak perempuan dan juga memiliki ayah yang telah pergi, aku berdoa semoga aku menjadi seorang ayah yang baik dan bijaksana juga untuk almarhum ayahku semoga di tempatkan di SurgaNya yang terbaik Aamiin

    BalasHapus
  2. Terharu banget bacanya mbk .
    Yang sabar mbk
    Setiap dari kita punya kisahnya masing-masing.

    BalasHapus
  3. Hidup ini memang aneh, tapi yakinla bahwa semua itu sudah di gariskan oleh NYA, dan semua yang terjadi pada diri kita kita yakini itu yang terbaik untuk kita, walaupun kita tidak memahaminya saat ini, yakin DIA berikan itu untuk kita itu yang terbaik untuk kita..... ihklas itu mudah di ucapkan tapi sangat sulit dijalani kita harus selalu mencoba,... cerita siapapun itu semua kita jadikan guru buat kita di masa depan semangat....

    BalasHapus
  4. Ini kisah pribadikah neng ? Atau kisah tetangga ?

    BalasHapus

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah