Rabu, 14 Maret 2018

Euforia Milad IMM ke 54 di Bengkulu

ketua PWM bersama para alumni IMM
 Assalamu’alaikum wr.wb..
Yeayy… Happy Milad ikatan ku yang ke 54!!..
Jaya!!!!
ketua FOKAL IMM (DR. H. Rahimandani)
Okay, Alhamdulillah ya sahabat hingga detik ini, kita masih bisa diberi kesehatan dan rezki yang melimpah oleh Allah SWT. Dan tentunya bagi aku sendiri alhamdulillah masih bisa ikut merasakan euphoria milad IMM yang ke 54 ini.
Nahh.. Di hari yang special ini, edisi khusus untukku mem
posting tentang hal-hal yang berbau IMM, wajib posting pokoknya, eaaakkk.. kayak gaya siaran aja nich. Eleeee... 
sambutan dari ketua DPD IMM Bengkulu (Kakanda Doni Fahlevi)
Kamu mahasiswakah? Ikut IMM kah? Atau organisasi kepemudaan yang lain? Nggak da salahnya lah yaa.. untuk ikut membaca tulisan ini. Ehemm..;-)
Iyap, di Milad IMM yang ke 54 ini, berbeda dengan milad yang ke 53 di tahun kemaren ya sob, tentu sajalah harus berbeda. Kalau bisa lebih baik lagi dari tahun kemaren. Yes, hari ini harus lebih baik lagi dari hari kemaren.
pemotongan tumpeng oleh ketua FOKAL IMM Bengkulu
Di milad merah marun yang ke 54 ini, panitia yang diketuai oleh IMMawan dinda Kelvin Aldo dan tentunya di handle juga oleh Sekretaris umum DPD IMM Bengkulu (Kakanda Kasrul Pardede) dan Bendahara umum DPD IMM (Kakanda Iqbal Hafsari).
tari persembahan dan awak media yang padat
Ada beberapa rangkaian dalam perayaan milad IMM ini, dan yang menjadi inti dalam perayaan ini adalah dengan diadakanya suatu Dialog kebangsaan yang juga menjadi ajang silaturahmi para kader IMM dan alumni. adapun tema Dialog ini adalah “Ikhtiar IMM untuk Kemajuan Bengkulu dan Indonesia Berdaulat.”
Dialog kebangsaan ini dibuka oleh ketua PWM Bengkulu yaitu Ayahanda kita DR. H. Syaifullah, M.Ag dan dengan pembicara yaitu ketua DPP IMM (Kakanda Amirullah), serta ketua FOKAL (Forum Keluarga Alumni) IMM Bengkulu, yaitu Kakanda DR. H. Rahimandani.
Sebelum diskusi mengenai kebangsaan atau bisa dibilang diskusi politik di aula lantai 6 kampus 4 UMB ini, para kakanda yang menjadi materi tentu membuka dulu diskusi siang itu dengan orasi kebangsaan. Dan yang saya ingat pada orasi kakanda Rahimandani adalah, Seburuk-buruknya IMM, saya adalah IMM”. Wahh.. ini memotivasi sekali bagi saya. Bahwa apapun yang terjadi pada IMM, saya tetaplah kader IMM. Alhamdulillah, terimkasih atas motivasinya ya kanda.
baca juga: Nostalgia IMMawati Nengsih bersama IMM
foto di salah satu karangan bunga persembahan dari Ibunda Eni Khairani (Anggota DPD/MPR RI)
Karangan bunga bertebaran diluar sana, karangan bunga yang dikirim oleh berbagai instansi untuk mengucapkan milad IMM yang ke-54. Meriah merekah sebagaimana meriahnya acara didalam ruangan yang telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia. Dan setelah dialog kebangsaan ini berakhir, sekitar pukul 14.00 siang, acara dilanjutkan lagi dengan penampilan keterampilan berbagai komisariat IMM di UMB. Mulai dari aksi tapak suci yang berkolaborasi dengan Komisariat Agama Islam, Aksi Puisi dari komisariat Fikes, musikalisasi puisi dari FKIP, Nasyid dari FAI, dan berbagai keterampilan lainya.
Pokoknya euphoria Milad IMM yang ke 54 ini sangat terasa bagiku. Bukan hanya di Bengkulu, tapi di luar Bengkulu pun tak kalah meriahnya dalam perayaan ini. Terbukti dengan berbagai kegiatan yang di posting-posting para IMMawan dan IMMawati di instagram.
Sekali lagi, selamat milad IMM gerakanku, semoga makin jaya, makin berkemajuan, dan makin banyak pewaris tampuk pimpinan umat. Aamiin..
Billahi fii sabililhaq, Fastabiqul Khairat 
Wassalamu’alaikum wr.wb
Musikalisasi puisi dai Komisariat FKIP
aksi dari Tapak Suci Putra Muhammadiyah
bersama Tapak Suci Putra Muhammadiyah



5 komentar: