Pelakor apa Pebinor???

cuplikan video pelakor
Assalamualaikum sahabat,  apa kabar? semoga senantiasa sehat terus yaa.. Pagi senin ceria.

Oya,  kali ini aku juga ingin lah beropini tentang yang lagi hangat-hangat saat ini.  Benarkah lagi hangat??  Iya,  memang hangat.  Trending topik malah,  semua pada ngebahas pelakor.  Di. Medsos para ibuk2 heboh dengan pelakor.  Apakah sekarang masih hangat untuk di dibahas??  Eitss.. Semoga saja masih hangat yaaa..  Plisss jangan bilang aku kudet. Huhuu..  Kemaren-kemaren nggak ada inisiatif untuk menulis tentang ini.  Kalau bertanya apakah aku memiliki pendapat sendiri tentang pelakor ini??  Yes!!  Tentu saja.  Hanya saja belum tertuang dalam tulisan.  Bahkan kami pun pernah mendiskusikan tentang pelakor ini bersama mak-mak dan bersama bak-bak. hihii.. . Baru-baru inilah dapat hidayah untuk nulis opini tentang pelakor.  Hehehee.. Bahkan Sinetron tentang pelakor menjadi rating teratas tuch kayaknya.  Mulai dari ibu-ibu, para remaja,  anak-anak,  bahkan bapak-bapak hafal dengan sinetron satu ini.  Apalagi kalau bukan Orang ketiga yang diperankan oleh Naysila Mirdad,  Marshanda,  dkk..
Ehem.. Siapa sich yang nggak tau tentang pelakor??  Pelakor adalah kependekan dari Perebut Laki Orang.  Haduhhh.. Nyesek ya bagi bu,  ibu yang lakinya direbut.  #Rampas kembali buk.  Hehehee.  Jangan biarkan milik kita malah direbut orang lain.  Hihii #aku ngomporin nich. Wkwk.. Semangat banget sich,  Neng?? Ahahaa.. . Awalnya aku tau istilah pelakor ini dari Facebook teman.  Dia masang status "Nich,  obat gatal.  Khusus buat pelakor", captionya pada sebuah foto obat yang merupakan obat untuk sakit campak air.  So,  disitulah aku mulai ngeh. "oooo.. Pelakor tu,  Perebut laki orang tuch.  Ya Tuhan.. Aku kemana saja selama ini?  Koq baru tai istilah itu sich??  Yang ini bolehlah kalau sahabat mau bilang aku kudet. Hehee

Tak lama kemudian,  muncul juga di beranda ku orang-orang mengshare sebuah Video Bu dendy yang marah-marah sampai ngos-ngosan dan mengahmburkan uang kepada sahabatnya.  Dituduh telah merayu dan merebut suami dia. Duhh gustiii.. Itu aib keluarga koq di share sich mbak. Bukan giu juga kali.menyelesaikan masalah. #Maluu... (Bagi yang belum nonton videonya,  tonton gih,  jangan samapi di hilang kudet juga. Hehee.. Bahkan video itu juga udah masuk TV koq,  nahh..)
Lalu muncullah kasus pembongkarang pelakor yang lain.  Kalau di video itu pelakornya dari Jawa.  Kalau video yang 1 lagi dari Bengkulu.  Yaa ampuunn.. Koq kadi ngikut-ngikutin jejak bu Dendy sich buu??..
Video ini jadi trending topic sekarang. muncul juga parodi-parodi tentang pelakor.  Seperti kucing yang di lempar q lempari dengan uang karena di anggao sebagai pelakor alias perebut lauk orang.  Hahaa.. Kasian kaku,  cingg.. Cing...  Jadi korban bu Dendy juga.  Lalu ada juga parodi tentang seorang wanita yang dilempari dengan daut,  lalu make soundnya bu dendy.  Hadehh.. Hahhaa.. Orang Indonesia memang kreatif-kreatif ya?  Wkwkw..

Pelakor atau Pebinor??
Bah  di suatu malam, kami kedatangan tamu di rusunawa. Yaitu Bang Hardi. Karena beliau juga ada urusan dengan Imam rusunaaa kami. Yaitu Bang Nover. Setelah sholat isya, kami ngobrol dan diskusi lagi di kantor. Sampailah membahas tentang pelakor. Disana bang Hardi bertanya,
"Fatmawati dulu menikah dengan Soekarno ketika Soekarno sedang bersama bu Inggit. Apakah Fatmawati disebut pelakor?" tanya Bang Hardi,
Spontan kami jawab, "Ya".
"Lalu Soekarno menikah lagi ketika ia juga sedang menikah. (Saya lupa siapa nama istrinya soekarnobyang disebut Bang Hardi). Apakah istrinya itu pelakor?"
Kami jawab lagi, "Iya berarti".
"Nahh.. Soekarno sudah bebrapa kali menikah. Jdi yang jadi pertanyaan, laki-laki atau wanitanya yang salah?"
Dan kami refleks menjawab, "Berarti lelaki donk,  Bang..? "
"Nahh ituu... "

Yaa.. Benar juga apa yang disamapaikan oleh Bang Hardi.  Kadang pelakor selalu ditujukan pagi wanita yang katanya merebut suami orang.  Benarkah begitu faktanya??  Kenapa hanya wanita yang disalahkan??  Padahal kan juga ada pebinor alias perebut Bini orang.  Nahh..  Ini kasus malah ditonjolkan pelakor. Bukan pebinor.  Seolah-olah wanita lag yang selalu salah.  Dan lelaki selalu benar.  Padahal,  bukankah menjaga keutuhan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama??  Bukan hanya istri.  Tapi juga suami.  Itu menurutku yang meski aku juga belum begitu faham tentang kehidupan rumah tangga.  Karena aku belum menikah. hehee.
Ahh.. Untuk bapak-bapak,  jagalah keutuhan rumah tangga mu pak,  jangan karena ingin menyelamatkan para janda,  lalu engkau menjandakan istri sendiri.

Dan untuk para ibu-ibu yang merasa suaminya di rebut,  ismnstrosfeksilah bu,  mungkin ada yang salah dengan dirimu.  Kurang perhatian kah?  Kurang sandankah?  Kurang lembut kah?  Kurang pelayanan kah terhadap suami,  ataukah terlalu cerewet sehingga suamimu jenuh. Lalu mecari hiburan di luar.  Lalu ketika faktanya mengatakan suami mu yang salah dan terbukti sudah bermain dengan wanita lain,  saran saya yang hanya seorang wanita biasa,  yang pernah jadi korban cerai orang tua,  sebisa mungkin pertahankan rumah tanggamu ya buu..  Ingat anak-anak mu.  Jangan hanya memikirkan diri sendri. Dan satu lagi janganlah ibu ikuti jejak bu Dendy yang menyebar aib suaminya. Ingat bu,  aib suami mu,  adalah aib mu juga.  Jiwamu dan jiwa suami telah bersatu.  Alangakh baiknya saling menutupi aib dan kekurangan masing-masing.

Dan untuk wanita-wanita yang merebut suami orang, dan mengganggu rumah tangga orang lain,  aku tau engkau wanita yang baik.  Hatimu tulus.  Hanya saja faktor kehidupan yang barangakali membuatmu jadi seperti itu. Ibu,  engkau adalah wanita.  Dan orang yang suaminya kau rebut adalah wanita juga.  Tidakkah kau merasa kasihan kepada istri sah yang suaminya kau goda?  Kasiban anak-anak mereka jika mereka kehilangan bapak karena dirimu.  Lalu bagaimana jika posisimu berada di posisi istri lelaki yang kau rebut?  Apakah kau rela?  Apakah kau pasrah? Apakah kau diam saja?  Lalu apa yang akan kau lakukan?

Ayolahh hidup kita Indah.  Marilah cari kebahagiaan kita sendiri tanpa merusak kebahagiaan orang lain. Jangan sampai nafsu,  atau Cinta semu kepada suami orang membuat kita gelap mata lalu tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.  Mana yang hak kita dan mana yang bukan hak.

Mungkin ini saja yang dapat sata sampaikan, mohon maaf jika banyak salah kata. Itu hanya lah sebuah pendapat dari seorang anak remaja yang baru belajar. Anggap saja yang bicara ini adalah sudut pa dang dari seotmrang anak.  Aku minta maaf jika ada yang tersinggung.  Semoga saja tidak ada.  Sekali lagi aku mohon maaf.  Mari kuta saling mengintrosfeksi diri kita masing-masing..  Semoga Allah selalu melindungi kita dari berbagai penyakit hati dan fitnah akhir zaman.  Aaminn..

2 komentar

  1. Kalau dulu mbak, smartphone belum ada dan tali pernikahan adalah cara yang bisa dibilang ampuh untuk memperat komunikasi. Apalagi posisinya Sukarno adalah seorang kepala negara, wajar kalau dia banyak menikahi perempuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehem.. Jadi?? Menikah satu2nya solusi untuk mempererat komunikasi soekarno kah?
      Saya belum tuntas baca sejarah soekarno kak.jadi nggak berani terlalu banyak berargumen ttg soekarno sich. Hehee

      Hapus