Minggu, 25 Maret 2018

Perempuan, Berdaya atau diperdaya?


Assalamu’alaikum sahabat semuanya,
Apa kabar ni? Semoga selalu sehat ya. Aamiin..
Ok, di hari minggu, tanggal 25 maret 2018 aku menghadiri undangan untuk Forum Grup Discussin sebagai perwakilan dari Komunitas Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an. Acara ini diadakan oleh BMI (Back to Muslim Identity). Pematerinya juga keren abis ni sahabat. Yaitu
mbak Arie Vatresia, P.Hd. seorang dosen Teknik Informatika di UNIB. Mbak Arie menyampaiakan dengan begitu gamblang tentang materi ini. Padahal feminisme ini bukan merupakan titik fokus beliau di pendidikan. Beliau menceritakan pengalamanya ketika kuliah di luar negeri dengan menghadapi berbagai problema tentang wanita.
Tempat kami melakukan FGD ini di ruang Orchid, tepat belok kiri setelah masuk rungan hotel Samudra Dwinka. Pesertanya juga banyak banget. Sepertinya juga melebihi perkiraan panitia. Nampak dari panitia yang sibuk mencari kursi tambahan buat peserta.
Diskusi ini menambah wawasan baru serta membuka kembali mata kita tentang fenomena feminisme, kesetaraan gender, eksploitasi wanita dalam beberapa produk iklan, yang mana padahal iklan tersebut nggak da sama sekali kaitanya dengan wanita. Aneh yaa??
Didalam materinya, mbak Arie menjelaskan bahwa feminisme ini diperjuangkan oleh wanita-wanita Barat karena mereka merasa wanita sangat direndahkan. Akhirnya mulailah digembor-gemborkan tentang feminisme. Namun ada yang salah dalam pemahaman feminisme ini teman-teman, karena pada akhirnya mereka malah meremehkan laki-laki dan bahkan menganggap laki-laki itu tidak berguna. Padahal laki-laki bisa diajak menjadi patner atau bisa diajak kerja sama dalam hal kesetaraan gender ini.
Selain itu juga dijelaskan bahwa, Perempuan di dunia pada zaman dahulu memang tidak ada gunanya bagi mereka. Contohnya saja pada negara Yunani, wanita seperti barang berlian yang diperjual-belikan, dan bagi Romawi, wanita adalah sebatas objek seksual semata. Begitupun bagi Hindu, wanita diperlakukan sebagaimana budak. Miris ya teman-teman. Ya Allah.. padahal Islam sangat memuliakan seorang wanita. Rasulullah telah memperjuangkan harkat martabat wanita sehingga kita pun bisa sama dengan lelaki tanpa menampikkan kodrat kita sendiri sebagai wanita.
Eh, ngomong-ngomong, sahabat sudah pada tau belum ni, apa itu feminisme?
Iyapp.. feminisme itu yaa seperti yang aku bilang tadi. Bahasa sederhanaya Yaitu persamaan hak antara wanita dan laki-laki. Jadi mirip-mirip lah dengan kesetaraan gender.  Lebih lanjut, Kamlan Bashin dan Nighad Said Khan menjelaskan bahwa feminisme itu adalah suatu kesadaran akan penindasan dan pemerasan terhadap perempuan dalam masyarakat, ditempat kerja, dan dalam keluarga. Serta tindakan sadar oleh perempuan maupun lelaki untuk mengubah keadaan tersebut.
Namun, seiring perjalanan, faham feminisme ini malah menyerang Islam dalam menggugat beberapa aturan Islam. Misalnya:
a.   Hukum waris
b.   Talaq pada kekuasaan laki-laki
c.    Poligami
d.   Saksi wanita dibanding pria
e.   Pemukulan perempuan
f.     Dan kiprah politik perempuan
Padahal semua yang sudah diatur oleh Islam, semua itu sudah pas. Sesuai dengan kondisi dan porsinya masing-masing. Misalnya saja nich salah satu contoh tentang hukum waris kenapa laki-laki warisannya lebih banyak ketimbang perempuan? Yaa itu karena lelaki tanggung jawabnya lebih besar. Dan harta yang ia dapatkan dari warisan, maka ia harus membagi itu kepada istrinya. Sedangkan wanita, ia mendapatkan warisan yang lebih sedikit ketimbang lelaki karena ia punya hak penuh atas warisannya. Suaminya tidak boleh memakan harta warisan milik istrinya tanpa seizin istri. Nahh, adilkan Islam??
Dan tentu, semua yang sudah diatur oleh Islam, itu adalah sebaik-sebaik dan seadil-adil aturan yang telah Allah tetapkan.
Yaa.. pada akhirnya, penting sekali bagi kita mengetahui apa itu feminisme yang sebenarnya. Jangan sampai kita yang berlagak mengatas namakan feminisme, malah salah kaprah dan salah dalam menggunakan maksud dari ini. Sebagai contoh. Wanita ingin disamakan dengan laki-laki. Ia ingin bekerja semua seperti yang dikerjakan laki-laki. Katakanlah supir angkot, presiden, tukang becak, kuli, tukang parkir, ehhh.. pas diwaktu yang terdesak malah bawa-bawa sifat fitrah kita sebagai wanita. “Aku ini wanita, aku nggak mungkin ngerjain itu, aku nggak bisa nyelesaian itu, itu kan pekerjaan laki-laki, bla.. bla..blaa” intinya banyak alasan lah.
 Bahkan tentang persamaan antara laki-laki dan wanita inipun juga pernah dikritisi oleh wanita pada zaman Rasulullah ni teman-teman, ketika salah satu sahabat wanita Rasuulullah protes (saya lupa siapa nama sahabiyat tersebut). Kenapa laki-laki diperbolehkan perang lalu meraih gelar syahada? Sedangkan wanita tidak boleh. Maka Rasulullah pun menjawab. Cukup bagi wanita taat pada suami maka pahalanya sama seperti pahala orang jihad dimedan perang, tapi sedikit sekali diantara kamu yang bisa melakukan itu. Seperti itulah kira-kira percakapanya ya teman-teman.
Tentang wanita di zaman sekarang,  apakah masih ada perbudakan atah penjajahan terhadap wanita??  Bagi ku masih ada.  Contohnya apa?  Yaa lihat saja.  Di tv-tv,  hampir semua iklan wanita modelnya.  Iklan mobil,  wanita.  Iklan makanan,  wanita,  iklan parfum,  wanita,  dan hammpiirrr semua jenis iklan selalu saja ada wanita berikut dengan keseksianya disana?  Pdahal nggak nyambung antara model iklan dengan barang yg diiklankan.  Haduuhh..   Nggak sadar ya?  Atau tanpa sadar kita juga sudah menjadi penikmat iklan tersebut?  #njleb
Bukan hanya iklan-iklan.  Tapi kontes-kontes kecantikan pun juga banyak.  Memang sich katanya bukan hanya mengandalkan kecantikan.  Tapi kepintaran,  jiwa sosial, kepribadian,  dan bakat juga menjadi nilai penting dalam kontes kecantikan.  Tapiii..  Tetap aja kecantikan wajah dan keelokan tubuhnya menjadi faktor penting dan utama.  Iya apa iyaa???   Yang ikut kontes-kontes kecantikan jangan marah yaa..hihii..  Ini kan pendapat doriki.  Tapi jika memang jiwa kalian sudah di tempat yang seperti ini,  yaaa mau bagaimana lgi?  Jadi lah public figur yang baik.. ๐Ÿค—๐Ÿ˜‰
Terus siapa yang mau disalahkan dalam hal ini?  Wanitakah?  Atau perusahaan yang sudah memafaatkan wanitakah?  Atau malah para penikmat dari keindahan wanita itu sendiri?  Silahkan berpendapat..
Tapii.. Yang suka upload foto selfi gimana ni?  (Uhh.. Koq jadi serasa mencambuk diri sendiri ya?  Heheh...), dulu aku juga suka menguplad foto.  Tapi akhirnya kesadaran itu datang juga.  Bahwa foto-foto wajah kita,  malah akan menjadi dosa bagi laki-laki yang memandangnya.  Tak bisa dipungkiri itu pasti.  Dan naasnya lagi jika foto selfi kita malah di save dan disalah gunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab.  Naudzubillahi min dzalik ya Allah..  Jauhkanlah kami dari bahaya selfi yang seperti ini.
Dan untuk teman-teman yang sukanya foto-foto,  maka bisa dialihkan ke yang lain ni..  Misalnya ke tanaman, buah, makanan  binatang, alam, dan pemandangan. Indah bukan??   Kalau aku sendiri. Yang suka explor (kadang-kadang๐Ÿ˜‚), maka masih tetap juga mau foto. Tapi yaa jgn cuma kita yg jadi objek utama foto. Tapi background atau pemandangan dibelakangnya. Nahh..kayaknya lebih kaya nilai estetikanya dech.hehee.
Dan pada akhirnya, semoga kita benar-benar menjadi muslimah yang sejati. Jangan pernah menyesali kodrat kita sebagai wanita. Karena laki-laki diciptakan bukan untuk meruncing perbedaan. Tapi untuk melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Wanita itu diberdayakan untuk menciptakan generasi-generasi yang berkualitas.  Wanita perlu cerdas dan berpendidikan tinggi, karena ia adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Wanita juga diberdayakn untuk ikut andil dalam dakwah Islam, ikut berperan dalam pembangunan bangsa dan agama. Bukan malah terperdaya oleh materi ataupun nafsu, sehingga tanpa sadar sudah mau dieksploitasi demi kepentingan perusahaan atau oknum tertentu.
Demikian, semoga bermamfaat ya teman-teman. Banyak maaf juga jika banyak pendapat yang kurang berkenan.
Wassalamualaikum wr.wb

16 komentar:

  1. Aku malah fokus ke pembicarnaya ini, Bu Ari sudah pulang dari Inggris ya? WAh....senang dengarnya, sudah lama tidak ketemu dengan beliau

    BalasHapus
  2. Saya yakin islam sudah mengajarkan yang terbaik, jadi yah, berjalan sesuai kodrat yang sudah ditetapkan saja deh

    BalasHapus
  3. Iya. Sebenernya bukan siapa yang lebih hebat sih antara laki-laki dan perempuan. Tapi lebih ke saling menghargai, saling support & nyari cara biar jadi partner yang oke buat satu sama lain. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciee.. Carilah lagi patnerny mbak. Heheh

      Hapus
  4. Hmmm,,, wanita memang sangat dimuliakan dalam Islam. Indah bukan?. Ayok lah kembali benar-benar menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan, para laki-laki pun (termasuk saya juga) juga sebaiknya lebih belajar lagi mengenai gimana tata cara Islam dalam berbagai aspek hidup kita.

    BalasHapus
  5. Tidak ada kesetaraan, yang ada keadilan gender, islam sudah mengatur semuanya, kodrat berbeda dengan konstruksi sosial, akar dari kondisi yang didominasi laki laki adalah budaya patriarkhi

    BalasHapus
  6. Kebanyakan orang2 memang salah kaprah soal kesetaraan gender ini. Semoga kita bukan termasuk ke dalam golongannya.

    BalasHapus
  7. Setuju dgn pernyataan "wanita hrs cerdas"

    BalasHapus
  8. intinya walaupun udah ada emansipasi wanita bukan berarti malah merendahkan laki-laki, apalagi suami (banyak denger cerita gitu). wanita harus cerdas, namun harus tetap sopan dan bersahaja

    BalasHapus
  9. Lah, dosenku ini yang memberi materi loh nengsih.

    BalasHapus
  10. Jadi wanita tentu harus cerdas ya. Jangan mau dibodoh-bodohi.

    BalasHapus
  11. Be smart ya, dengan terus belajar. Ada juga yang cerdas tapi ga smart, hihihj

    BalasHapus
  12. Anak saya tiga perempuan, selain didik smart saya ajarkan juga mandiri dan shalihah. Ga cukup cuma cerdas aja

    BalasHapus
  13. Setuju kalo perempuan harus cerdas untuk mendidik generasi yg cerdas pula

    BalasHapus