Selasa, 06 Maret 2018

Pengalaman Nge-trip Ke Bukit Kaba



Assalamu’alaikum.. alhamdulillah akhirnya bisa kembali dengan tuts keyboard ini dengan selamat tanpa kuran satupun setelah pulang dari mendaki. Heheh.. kurang lebih 1 bulan sebelum hari H, kita sudah berencana untuk mendaki bukit Kaba ini. Penggagas trip ini adalah Kak Agung Kharisma Hidayah. Lalu kak agung minta dibuatkan grup Open Trip Bukit Kaba, terus kak Agung mengajak teman-teman yang lain. Selama lebih kurang sebulan grup di buat, banyak yang masuk grup dan banyak juga yang dikeluarkan dari grup karena mereka nggak jadi ikut Karena beragam halangan. So, di ending, fix kita berangkat 10 orang dengan 6 cowok dan 4 cewek. Yaitu kak Agung, kak Ade Aprian, Kak Meldhan Ade, kak Eka, Haidir, kak Sandi, Een, mbak Siti, Agil dan saya sendiri. Lalu di tambah lagi dengan temanya kak meldan 2 orang pas dilokasi. Dan yang menjadi leader kita selama perjalan pulang-pergi adalah kak Ade Aprian, kak Meldhan Ade, dan kak Agung.


Lalu bagaimana keseruan kita?? Cekidot!..
Persiapan sebelum hari H
Persiapan tentunya tidak jauh beda dengan persiapan para pendaki lainya. Mulai dari tenda, SB, logistic, sampai pisau curter. Heheh.. intinya bawa hal yang perlu di bawa, dan yang penting untuk dibawa. Jangan berlebihan juga yak bawa barangnya, kalau nggak mau tuh punggung nanggung bawa pas mendaki. Hehee..
Perjalanan Menuju Lokasi
perjalanan ini terasa sangat melelahkan. (pake nada lagunya iwan fals. hihii)
Haduhh.. yang ini mah jangan di Tanya. Berat!! Tolong yaa bilangin ke Dilan. Rindu itu beratnya nggak seberapa. Tapi yang lebih berat itu mendaki ini. Butuh perjuangan keras dengan tenaga yang tak sedikit. Uh yeah.. hihiii
Break dulu sebelum mencapai lokasi kita nge-camp
Selama perjalanan, kita beristirahat beberapa x karena kecapekan. Lebih dari 5 kali. Perjalanan pun kisaran 4 jam dari posko. Kalau dari gerbang Bukit Kabanya, 30 menit menuju posko.  Dan tidak lupa kita juga ada yang dokumentasinya. Yaitu kak Eka yang selalu stand bye dengan kamera hp Een. Hehee
Sesampainya di Bukit Kaba
masak..masak..
Tau kan bagaimana rasanya?? Allahuakbar..! rasanya semua capek, Lelah, letih, kerja keras, perjuangan, pantang nyerah, terbayar sudah ketika sampai di  puncak. Alhamdulillah.
Dimanapun kamu berada,  kewajiban jangan pernah tinggal ya sahabat.. :-)
Akhirnyaaa.. pas nyampai kita langsung diri tenda, lanjut sholat subuh berjamah, masak untuk makan malam, lanjut istirahat bagi yang mau istirahat. Dan bagi yang mau naik lagi liat negeri malam di atas awan malam bukit kaba, mereka mendaki ke atas. Dan saya beserta beberapa rekan yang lain lebih memilih istirahat saja. Setelah malam berlalu, barulah paginya kita kembali lagi dengan agenda utama kita.
Apa Saja Yang Kita Temui Di Bukit Kaba??
indahnya langit Bukit Kaba pagi itu, MasyaAllah..
Banyak.. banyak bangets. Mulai dari berburu sunrise, pemandangan bukit, kawah hidup, kawah mati, pejuang kertas putih, dinding ka’bah, dan view-view lainya sesuai dengan keinginan penikmat foto. Hehee
berburu sunrise
Hal Yang Tak Terlupakan Di Bukit Kaba
kekompakan tim
Ehem. Kalau bicara ini, membuat aku jadi rindu lagi dengan Suasana disana. Mulai dari kekompakan tim, kebersamaaan, saling menyemangati, saling tolong menolong, saling pengertian, dan semuanya yang membuat kita merasa nyaman dengan kelompok kita. Pengalam yang tak bisa dilupain juga, ingat waktu pas malam hari, Agil menggigil kedinginan. Kakinya juga keram lalu di bantu pijit sama mbak Siti. Begitu juga dengan aku. Yang dibantu Een mijitin malam-malam.hehee.
tempat-tempat wisata yang bisa kita datangi disini
Dan untuk adek Agil, yang sabar ya deekk.. coz di bully terus selama di jalan. Tapi nggak apa-apa lah yaa.. yang penting kita semua bisa tertawa. Agil berpahala banyak karena udah menjadi objek hiburan kita. Hhhhh.. Agil sunsang. Wkwk  kalau mau tau gimana ceritanya bisa di panggil sunsang, ke saya personal aja yach. Capek nyeritain nya disini. Hikhiks..
Sekaligus Promosi UMB
Iyaa.. ini idenya kak Eka yang memang udah Job nya Promosi UMB di kampus. Hehee.. dan saya pun ambil bagian secara kan, aku salah satu duta promosi 2017. Wkwkwk.. pliss jangan bilang aku sombong. Heheh
baca tulisanya. hehee
Disana kita bawa kalender, brosur, buat video pendek, foto bareng, testimony, yaa promosilah intinya. hehee
Okay, sepertinya saya kelelahan. Coz ngetik ini pun pas diri baru selesai urut. Pegal semua ni badan. Hehee.. pokoknya luar biasa, allahuakbar, masyallah, subhanallah.. pujia-pujian segala untuk mu Ya RAbb. Banyak hikmah yang dapat kami ambil disini. Dan yang paling penting adalah dengan melihat alam ciptaan Allah, kita makin tau bagaimana keMaha Besaran Allah. “Bukan karena Tingginya gunung yang kau daki kau akan merasa dekat dengan Tuhan. Tapi dengan makin rendahnya sujudmu di lantai kau akan merasakan kedekatan itu”,
duduk dipinggiran kawah mati

kawah hidup

setelah turun dari pendakian ke kawah hidup, kita foto terbang duluu,hehee

pejuang kertas. wkwkwk

cuma kak agung, mbak siti, dan kak Ade adrian yang tetap mau lanjut ke tangga 1000. kita udah nggak kuat gan. heheh
Oya, hal yang paling penting ketika kamu mendaki adalah taati aturan-aturan selama di Bukit Kaba. Jangan merusak kelestarian alam. Ingat juga, “Jangan ambil apapun kecuali Foto, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak”.

wajib baca nich, sebelum mendaki gunung :-)

Mungkin ini saja yang bisa disampaikan melalui tulisan ini, mohon maaf ya kalo kepanjangan. Hehee.. Salam Lestari!!, Wassalamu’alaikum wr.wb
#nengsih_hariyanti

3 komentar:

  1. Wah seru ya . Btw dulu tinggal di bengkulu , malah belum pernah main sampe sini . Jadi pengen.

    Salam kenal
    Diah
    www.diahestika.com

    BalasHapus
  2. Tawa kalian pahalaku, tawa kalian deritakuuu. But i love you and i miss you gaesss -Agiel, The legend of Sungsang- 😚😎

    BalasHapus