Minggu, 22 April 2018

BERONTAK HATI

Semilir angin di malam ini,
Bertemani rintik-rintik hujan dam suara jangkrik.
Seakan mengajak ku bercengkrama
Tak peduli apa yang aku rasa.

Ahhh.. Aku bertarung tanpa lawan
Apakah aku sendiri yang mengalami kerancuan diri??
Baiklah..mari berdamai.. !!
Aku ingin melewati malam ini dengan bahagia.
Tiba-tiba suara itu kembali mengusik.
Menabuh genderang ketidak ikhlasan.
Hati ku berteriak.  "Diam kau!!,  gendang telingaku seakan ingin pecah mendengar semua ocehan mu itu",

ahh.. Aku tersadar.  Kenapa aku begitu keras?  Mana hatimu yang lembut?  Yang mudah tersentuh?

Hening...  Aku terdiam.  Sejenak berfikir,  lalu berkata dengan lembut,
 "Tapi engkau tidak pernah tau,  semenjak saat itu,  do'a ku adalah dia.  Lagi-lagi kesalahanku adalah tidak menyebut nama lain selain nama dia.  Nama tuan ku itu.  Biarlah untuk saat ini aku nikmati saja rasa ini.  Meski aku tetap bosan dengan sepotong hatiku yang ini. Aku jenuh.  Aku jenuh menulis kisah tentang dia.  Aku jenuh menciptakan puisi tentang dia.  Aku letih..",

Dan sebelah hatiku lagi juga ikut terdiam.  Bungkam.  Semua bungkam.  Tak tau harus berkata apa lagi.
Runyam. Semua menjadi runyam.
Hati ku kini kian merunyam.
Kenapa aku memiliki 2 hati yang berlawanan?

Oh tidak.. Tidak..  Ini bukan 2 hati.  Tapi ini antara hati dan logika.
Tak ada habisnya.  Lalu kudapati,  mataku terasa panas,  aku menangis.. Ya Tuhanku..  Aku menangisi dia,  apakah benar air mata ini, Air mata cinta??? Air mata rindu??

Kerongkonganku tercekat. Tak mampu lagi melanjutkan kata-kata terakhir.  Aku takut akan fakta yang akan aku ucap.  Iyaaa..  Aku takut jatuh Cinta!!..
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar