Selasa, 03 April 2018

Polemik Puisi Bu Sukmawati Yang Tak Tau Syari'at Islam

Screenshoot Video

Assalamu’alaikum wr.wb
Hem.. ditahun-tahun politik kayaknya banyak kejadian yaaa.. yang mau bikin heboh, bikin viral, menarik perhatian, cari sensasi, dll.. apakah bu Sukmawati Soekarno Putri ini juga termasuk ke salah satu itu? Jika ia, tepuk tangan dech buk, anda berhasil membuat heboh sejagat Indonesia. Umat Islam tepatnya. #BuangIngus.
Holaa teman-teman, bingungkah apa yang aku bilang? Atau kaget? Plis jangan kaget. Jangan kudet yaa.. atau jangan pura-pura nggak peka. Itu lohh.. Bu Sukmawwati, putrinya proklamator kita, tega membaca puisi yang mengandung unsur SARA. Kenapa SARA?? Karena beliau dengan jelas mengatakan bahwa sari kode ibu Indonesia lebih cantik ketimbang cadar dan mengatakan bahwa suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok dan lebih merdu dari Azan. Naudzubillah buk.. kenapa sekejam dan sesadis itu kata-kata ibu?? Aku bahkan merinding ngeri mendengar puisi ibu yang tersebar di grup-grup WA dan youtube. Bagaimana jika Allah murka dengan dirimu??
Bu Fatmawati, Ibu Indonesia, sang Putri Bengkulu yang merupakan putri dari Hassan Din, seorang tokoh Muhammadiyah pasti akan sedih sekali jika melihat putrinya berkata seperti itu. Sari kondenya dibanding-bandingkan dengan cadar, dan kidung nya di bandingkan dengan suara adzan. Ya Rabbi.. semoga Allah memaafkan mu, Bu Sukma. Nenek yang sudah berusia senja, namun tak sadar akan usia. Kita hidup di Indonesia Bu, sudah terbiasa dengan perbedaan. Wanita bercadar tidak mengusik mereka-mereka yang bersari konde. Lantas, kenapa ibu Sukma malah mengusik wanita bercadar? Miris!
pict by: pixabay
Bisa kita baca di situs internet, bahwa Ibu Sukma menapikkan bahwa ia menyinggung unsur SARA. Ia bilang itu hanyalah sebuah puisi semata. Ya Rabbi.. tapi kenapa harus bawa-bawa agama sich, Bu?? Benar kata salah satu rekan saya, Andi, di salah satu grup Mahasiswa UMB, yang mana ia mengutip salah satu ayat Alqur’an di dalam QS. At-Taubah ayat 65-66:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah , ayat-ayat Nya dan Rasul-Nya jau selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.”
Tepat sekali. Ayat ini pas sekali dengan apa yang sudah ibu Sukma lakukan. Bu, jika agama kau permainkan, kau anggap puisi itu hanyalah sebuah karya yang menghibur, ingatlah Bu, bahwa murka Allah tidak main-main. Jangan sampai.
Kami para aktivis dakwah, para ustadz dan ulama, serta semua masyarakat islam tentunya, menyarankan ya buu.. jika Ibu tidak tau syariat Islam, mending diam saja bu. Nggak usah banyak omong. Apalagi bikin puisi kontroversi itu dan membacanya di acara besar.
Jika tidak tau syariat Islam, kita belajar aja yok, Bu, belajar syariat Islam yang benar. Siapa tau nanti setelah belajar syariat Islam, ibu jadi tergugah untuk memakai cadar. Aamiinn..
Dan sekarang, tentu saja kasus ini berlanjut. Apakah nasib Bu Sukma akan sama seperti kasus Ahok kamaren?, penistaan agama yang berujung jeruji besi, kita lihat saja nanti. Yang jelas umat Islam tidak akan tinggal diam. Semoga Allah memberi hidayah kepadamu bu, dan segeralah minta maaf kepada umat Islam. Dan kepada Allah swt tentunya. Itu pun jika engkau masih beragama Islam. Jika tidak, wajar!!, eh maaf bukan wajar. Karena banyak di luar sana yang bukan agama Islam, tapi mereka menghargai perbedaan agama ini. Ntahlah, begiu banyak yang menyudutkan umat Islam. Memang benar kata ustadz Zulkifli kemaren, pada cermahnya menegenai tragedi akhir zaman, manusia akan dibedakan menjadi 2. Yaitu orang beriman dan orang munafik. Apakah ibu Munafik? Wallahualam. Semoga kita semua terjauh dari sidat buruk itu. Aaminn..
Sekian dan terimakasih.
Bagi yang belum tau puisi Ibu Sukmawati, berikut Puisi lengkapnya
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.



4 komentar: