SEDIKIT CERITA DI PENTAS PINTAR

Hayy..hay... Selamat pagi semuanya..
Assalamu'alaikum wr.wb
Kali ini aku mau cerita nichh.. Cerita tentang hari kemarin di panggung  PINTAR. PINTAR yaitu singkatan dari kata “Pemilihan Ustadz dan Ustadzah Remaja 2018”.
Jadi ceritanya,  kita memang udah tau nii info tentang pemilihan ustadz/ah remaja yang diselenggarakan oleh BE TV. Karena di share sama teman-teman di grup whatsapp..  Awalnya Kita nggak ada kefikiran sama sekali mau ikut,  cuma karena kampus kita sebagai tuan rumah untuk audisi selama 2 hari itu, jadi prodi menganjurkan untuk ikut.  Yaa..  Sebagai asah kemampuan gitu lah.  Dan saya pun akhirnya berfikir kembali untuk menerima tawaran ini. Apa salahnya mencoba kan??  Toh masalah menang dan kalah itu belakangan.  Kalau menang gimana? Ya Alhamdulillah dan itu bonus.  Yang penting berani aja dulu.  Apalagi kita mahasiswa KPI yg basic nya ke dakwah. Jadi kesempatan banget nii.. Fikir ku waktu itu.  Padahal sebelumnya belum pernah nyobain ikut lomba yg kek ginian.  Kalau pun ada di suruh kultum,  yaa itu palingan sebatas di kelas,  di depan jamaah sebelum sholat zuhur,  ataupun kalau di bulan Ramadhan yaitu pas acara Risma ada jadwal kami kultum sebelum melaksanakan shalat tarawih. Dan kalau bicara depan orang banyak sich Alhamdulillah sebenarnya sudah terbiasa. Apalagi aku yang hobi ngoceh. Hihii..tapi biasanya keadaan lebih santai. Kami bisa ngomong sekaligus bergurai dan berinteraksi dengan lawan bicara sesukanya. Nggak formal kayak lomba ini.
ciee..si Diska masuk koran BE bareng Mbak Qana :-D
Dan teman sekelas saya Dio Putra dan Samsul Rizal pun juga mengajak untuk ikut,  ditambah lagi teman gila-gila an (Jangan ampe gila beneran yaakk..hahaa) yaitu Een Winarti juga ikut bersama 2 teman lain nya dri prodi PAI. Yaitu Elona dan Lia Istina. Aku pun fix memutuskan untuk ikut juga ngisi formulir.  Aku mengajak sahabat ku,  Nur Annisa.  Dan ia pun mau juga (meskipun pada akhirnya mungkin dia nyesel sich.  Wkwk)
Ok,  jadilah pada akhirnya kami berdua ngisi formulir,  ikut TM (pas TM ini Diska ternyata juga ikut. Wkwk).
Lanjutt.. kami ikut audisi yaitu hari Senin dan Selasa. Tepatnya tanggal 16-17 April 2018. Hari Senin yaitu kelompok Diska, Een, Lia, Elona dan teman-teman dari kampus lain. Di hari pertama,  kami nggak bisa menyaksikan penampilan para peserta.  Karena kami harus ikut PKL Dakwah dulu. Dan hanya mendengar kabar saja dari teman-teman.
Diska Alhamdulillah masuk babak selanjutnya.  Sementara Elona,  Lia, dan Een belum.
Aku,  Nisa,  Dio,  serta Samsul dapat jadwal pada hari selasa yang termasuk dalam kelompok 7. Lama banget nunggu giliran kami nii..   Awalnya kami fikir kami tampil menjelang zuhur.  Sehingga pagi nya kami masih bisa ngikutin kuliah 2 MK. Dan ternyata belum selesai juga yang kelompok 6 nya.  Dan akhirnya kami tampil setelah zuhur.  Tepatnya sebelum Asar.
perform dari Saymsul Rizal
Oya,  pas hari H nampil audisi, sebenarnya keadaanku kurang fit.  Karena memang lagi sakit flu.  Apalagi pas menjelang mau nampil itu panas di kepala ini mulai naik lagi.  Nafas juga panas.  Pernah terbersit pengen balik dulu ke asrama untuk istirahat.  Tapi takutnya pas balik, nanti malah tiba giliran kita yang di panggil.  Ya sudahh.. Di kuat-kuatkan aja dulu sampai selesai nampil dan sampai pengumuman tiba siapa yang lolos ke babak selanjutnya.
perform dari Dio Putra
Sedikit cerita juga dari Nisa,  ia juga sempat mau mundur.  Katanya,  "Nisa balik aja,  yaaa..  Biar lah didiskualifikasi aja" (nggak tau dia ngomong gini serius apa bercanda).  Tapi kami malah tertawa.  
Aku bilang,  "Jangan lahh,  Niss..  Kita harus mengakhiri apa yang sudah kita mulai". Aku mencoba menyemangati.  Padahal aku sendiri juga agak grogi.  Hanya saja aku suka terhadap tantangan.  Dan aku menganggap ini adalah sebuah tantangan.  Cielee.. Wkwk
Nisa bilang lagi kurang lebihnya seperti ini,  "Nisa tu nggak bisa kayak gini, Neng..  Nisa nggak bisa tampil depan orang banyak.  Mana ada kamera pulak, nii”, (katanya sambil nunjuk kamera.  Hihii).
salah satu peserta yang kecil-kecil cabe rawit nich.. (sayang kemaren nggak kefikiran mau kenalan sama dedek 1 ini)
Yaa.. Aku tau.  Aku tau kalau Nisa nggak bisa jadi pusat perhatian.  Ia grogi.  Tapi aku juga tau.  Nisa itu hebat.  Dia juga sudah terbiasa ngomong depan umum.  Paling groginya cuma sebentar aja.  Nanti pas udah di pentas ia pasti maksimal.  Argumenku ini berdasarkan pengalaman belajar bersama Nisa selama 3 tahun ini,  yaa..  Jadi nggak sembarang argumen.  Heheee..
Dan akhirnyaaaa...  Taraaaaa... Tibalah giliran kami.  Mana ber urut pulak ni nampil sama Nisa,  dan beruntungnya (menurutku sich beruntung.  Hahaaa),  Nisa tampil duluan baru aku. Sorry ya,  Nis..  Kan bukan aku yang nentuin siapa yang maju duluan.  Wkwk.
Bukan Nisa namanya kalau berpidato nggak make pantun.  Hihii..  Dan dia tampil alhamdulillah lumayan Bagus menurutku.  Meski sepertinya ia nampak grogi sedikit (tak jauh beda dengan aku) dan ada beberapa kata yang ia agak bleng  (Aku pun begitu.  Hahaa)..
Sampailah akhirnya giliran Nisa selesai.
Dan pas gilirankuuuu????  ulalaaaaa...  Biarlah mereka yamg menonton saja yang menilai yaa..  Kalau aku sendiri waktu itu,  teman ku bilang wajahku pucat.  Eheemm.. Gimana nggak pucat coba??  Manalah sakit,  grogi, trus dari pagi juga belum makan.  Jadinya lapaarrr..  Waktu zuhur mau keluar beli makan.  Tapi karena ada kendala dikit akhirnya nggak jadi beli makan. Cuma minum dan makan roti aja.
ooo, noo.. ini Nengsih kah? hahaa
Aku berbicara di depan layaknya seorang ustadzah yang di tv-tv.  (perasaanku saja kali,  yaaa.. hahaa).  Berbicara dengan pedenya bersembunyi dibalik tangan yang gemetar. Wkwkwk..  Tapi gemetar cuma di awal-awal aja koq..  Di menit-menit terakhir udah nggak lagi. Alhamdulillah..
Dan pada akhirnya,  selesai sudah.  Namun ada juga membuat kesalahan.  Yaitu lupa sama ending pantun yang ingin aku bawa.  Jadi agak lama mikirnya.  Dan lupa juga untuk membawakan hadist yang sudah aku siapkan.  (Kalau di point ini sepertinya juri nggak tau.  Cz pas aku lupa,  aku langsung mengimprovisasinya dengan kata-kata yang lain).  But, for all,  aku sudah memberikan yang terbaik yang aku bisa hingga usai materi ceramahku.
Dan teman-teman saingan kami yang lain semuanya juga hebat-hebat dan keren-keren ceramah mereka.  Karena memang di kelompok kami semuanya bagus-bagus (itu kata dewan juri,  mungkin juga dewan juri ngasih komentar keseluruhan biar waktu nya singkat mengingat hari sudah semakin sore sementara masih ada 2 kelompok lagi yang mau nampil). Dan di kelompok kami ini mendapat sesuatu yang spesial.  Yaitu apabila sebelumnya hanya di ambil 5 besar,  tapi di kelompok kami diambil 6 besar.
Duo Ustadz sang jawara kita
Dio,  serta Samsul alhamdulillah masuk ke dalam 6 besar tersebut.  Sementara yang ustadzahnya cuma masuk 1. Yaitu Dinda (nama panggilan dia waktu kami kenalan kamaren.  Aku lupa nama aslinya pas dipanggil MC). Dinda dengan ceramahnya "Ketika kaum muslimin bertasyabuh". Aku pribadi salut dengan Dinda ini.  Ia menyampaikannya Bagus sekali.  Dan juga sangat menghayati yang ia sampaikan. Jadi pantas dan wajar kalau dia masuk ke dalam 6 besar.  Samsul dan Dio juga keren-keren..  Dan 3 teman yang lain yaitu Mandala,  dan 2 nama cowok nya yang lain (aku lupa namanya)  juga keren.  Kita yang kalah pun juga keren.  Karena kita sudah berani maju, berani tampil. Dan menurutku kami semua adalah pemenang. Menang melawan diri kami sendiri (terutama aku dan nisa). Menang melawan rasa cemas, grogi,  takut dan rasa-rasa yang biasa orang lain rasakan pas penampilan perdananya.. Yuhuu.. We're the Winer guys..
Pokoknya untuk teman-teman yang lain yang belum lolos ke babak selanjutnya,  tetap semangat ya, gengs...
Een, Diska, Elona, dan Lia sudah perform duluan
Lanjutkan dakwahmu dan teruslah kobarkan semangat dakwahmu. Berdakwah tidak melulu harus diatas mimbar atau podiam kan?? Berdakwah bisa dengan apa aja. Dengan tulisan, dengan media sosial, dengan akhlak, dengan organisasi, dengan adek-adek dan keluarga, dengan video, dll.. (sesuai keahlian yang kita punya). Pokoknya kita semua harus berdakwah. Karena itu adalah wajib. "Ballighuu 'anni walau aayat", kata Rasululullah. Sampaikan lah meski hanya 1 ayat. Dan berdakwah juga bentuk pengamalan terhadap perintah Allah dalan QS An-Nahl ayat 125. (Buka Qur'an yaa.. Untuk tau isinya🤗)

Selamat juga untuk teman-teman yang lolos, selamat untuk kalian semua yang dari universitas maupun umum. Serta adek-adek tingkat SMP/SMA sederejat. Kalian adalah yang terbaik. Untuk babak selanjutnya saingan kalian pasti mempersiapkan yang lebih baik lagi. Jadi kalian juga harus persiapkan yang paling baik yang kalian punya. Ingat yaaa..apa pesan dari dewan juri untuk kalian.😄
Semangat aja pokoknya untuk kita semua. Salam Fastabiqul Khairat

Tidak ada komentar