Minggu, 22 April 2018

GORESAN HATI UNTUK TUAN

Tuan,  apa kabar dirimu?  Apa kabar hatimu?
Aku yang dulu menantimu,
Aku yang dulu mengharapkanmu,
dan aku yang dulu engkau kagumi menanyai kabarmu.

Tuan Apa kabarmu Apakah kau sehat-sehat saja??
Tuan apakah kau ingat saat pertama kali kita berjumpa dan engkau yang meminta kita untuk berjumpa??
kau bilang yang butuh jumpa itu adalah aku.
Karena kau sudah tau siapa aku.
Itu katamu dulu.

Namun kemudian,  Kau bilang kau ingin kenal aku lebih dekat.
Tapi setelah pertama kita jumpa, ternyata itu juga jumpa terakhir kita.
 Aku tidak tahu apa kita suatu saat nanti akan bertemu? ataukah tidak. di masa penantian panjang.

aku merasa letih Tuan. aku merasa aku sedang merindu tatapan matamu.  Maaf Tuan, aku harus menjaga pandanganku.
Tuan, kau istikharah dan aku juga istikharah. Do'a kita bertemu dalam istikharah.  Namun hati kita tidak.
Sampai sekarang aku tidak menemukan jawabanmu
namun aku telah dahulu menemukan jawabanku.
Maaf Tuan, kita tidak bisa berlanjut. Untuk apa kita lanjut, jika kau masih ragu?

Kau bilang jangan berharap kepadaku.  Berharaplah kepada Tuhan kita,  aku tertawa.. "Betapa Pe De nya kamu!! Aku tidak berharap kepadamu!!", hatiku menjawab begitu angkuh.
Padahal,  apakah engkau tau,  Tuan??  Saat itu aku sudah berbohong.  Aku berdusta.  Dan aku menjadi orang munafik kala itu.
Karena ucapanku tak sesuai dengan hatiku.  Iyaa..  Terselip harap di lubuk hati kecilku ini.

Tuan, di keheningan malam aku mengadu pada Rabbku
Apa maksud dari semua ini?? Tuan aku tidak pernah tahu siapa kamu. aku hanya tahu kau mengagumiku.
Dan kala kita jumpa dulu, aku tanya kenapa kamu bisa suka?? Dan kau bilang rasa suka itu hadir tanpa pernah aku minta. .

Dan setelah itu, kau berubah.  Secepat itukah kau memalingkan hati?
Tuanku , di sudut rumah aku bermenung. Kau pergi setelah panahmu kau lepas.
Dan kini ia telah menancap.

Entahlah apa kita akan berjumpa dalam bahagia,
Atau melepas dengan tidak rela.
Maaf Tuan.  Ini hanya sebuah goresan hati.  Jangan kau ambil pusing semua ini. Kita jalani hidup kita masing-masing..

This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar