Selasa, 17 April 2018

SEMILIR KATA PENGHANTAR RINDU UNTUK SANG IBU


Assalamu’alaikum wr.wb
Kali ini, izinkan aku untuk curhat. Aku ingin curhat tentang Ibu. Yang saat ini sangat aku rindukan. Aku ingin menulis mengikuti kata hatiku dengan penuh perasaan. Perasaan seorang anak kepada ibu. Karena, banyak sekali kata yang ingin aku keluarkan. Tidak cukup dengan menulisnya hanya sebatas status di media social saja. Aku ingin lebih dari itu. Setidaknya biar rasa rindu itu tersalurkan melalui ungkapan rasa.
pict by: pixabay
Saat menulis ini, sebenarnya aku justru berencana untuk menulis sebuah artikel lain. Artikel non fiktif. But, this is too non fiktif.. ini tentang fakta yang aku rasakan. Tidak butuh banyak data untuk membuktikan fakta ini. Cukup hatiku dan Tuhan saja yang tau. Namun, aku hanya bisa berencana. Meski pada akhirnya aku berpaling pada artikel ini. Tetiba aku teringat ibu. Aku rindu. Rinduuuu sekali.
Mungkin diantara teman-teman, bakal jawab, “Kalau rindu yaa tinggal pulang, tinggal telpon kalau nggak bisa pulang”. Namun, meski sudah ditelpon sedikit bisa mengobati rasa rindu, tapi rasa rindu itu tetaplah tersisa. Dan bagiku juga, tiada rasa rindu terbaik selain dari berjumpa.
Beberapa hari ini badanku kurang fit, akibatnya karena kemaren hujan-hujanan pulang dari suatu kegiatan. Baliknya sich nggak apa-apa. Namun esoknya flu mulai menyerang. Kepala mulai pusing. Dan akhirnya panas. Sampai saat nulis ini pun masih kurang fit. Dan disaat sakit ini lah rasa rinduku berlipat dari biasanya. Aku rindu dirimu, Buu, rindu pelukanmu. Aku ingin mendekapmu sekarang. Mencium mu. (saat nulis ini mataku mulai berkaca-kaca)
Sudah hampir seminggu ini nggak da nelpon ibu. Tiada berkabar. Biasanya nelpon melalui hp ayah. Tapi berhubung ayah lagi kerja dipedalaman dan jarang pulang ke rumah, jadi bisa dibilang jarang sekali nelpon. Kalau nelpon ayah pun hanya sebentar dan tetap aja nggak bisa dengar suara Ibu.
Pas nelpon, Ayah nanya, “Ada nelpon Amak, Neng?” aku jawab, “Belum ada, Yah”. Dan ayah bilang, “Yasudah nanti kalau Ayah pulang, Ayah nelpon, yaa.. ngomong sama Amak nanti”. “Baiklah”, jawabku.
Bukan aku tidak berusaha untuk menelpon Ibu. Tidak menghubunginya. Tapi Ibu memang tidak punya HP. Nelpon ayuk sepupu yang rumahnya sedekatan dengan ibu, ia sering nggak angkat. Mungkin saat aku telpon ia lagi nggak di rumah dan hp nya di tinggal. Begitupun dengan adekku. Ia tinggal bersama suaminya di desa sebelah. Kami cuma ada chat lewat fb. Ntah karena akunya yang terlalu sibuk sehingga belum ada nelpon dia, atau dia nya yang nggak kefikiran untuk nelpon aku. Mungkin juga adek juga lagi nggak ada pulsa.
Ahh.. rindu ini berat, Buu.. kemaren nanya Wo Anas (keluarga yang sudah kayak abang sendiri), nanyain kapan pulang. Beliau jawab. Kalau nggak Sabtu ini, Sabtu besok. Katanya. Rencana mau ikut pulang bersama beliau meski hanya sehari saja sebagai pelepas rindu. Tapi tetap saja nggak bisa. Karena hari sabtu, minggu, dan senin kami PKL Dakwah. Aku nggak berani minta izin prodi karena sebelumnya juga sudah ada minta izin.
Teringat olehku beberapa tahun yang lalu, saat aku tinggal di rumah paman pada masa putih-biru ataupun masa putih-abu2, kalau menjelang bulan Ramadhan ibu selalu berpesan, “Di hari ‘megang’ (sehari sebelum puasa), pulang ya, Nakkk.. kita sahur bareng bersama keluarga kita”, ya Allahh.. sahur pertama bersama keluarga itu adalah nice moment bagiku. Semoga di tahun ini kita juga bisa sahur bersama ya, Bu..  Aamiin..
Titip salam juga buat Adekku, Kasih. dan Abang yang sangat aku cintai, Wo Mitra. Semoga selalu sehat ya saudaraku. Dan Ayah, semoga sehat terus juga. Dan semoga Allah senantiasa menjagamu dalam mencari rezki yang halal demi kuliahku, ibu, adek dan keluarga kita. Aku merindukan kalian semua.
Baik. Terimakasih ya untuk teman-teman yang sudah mendengar curhatan recehku. Siapa sich yang tidak rindu keluarga apalagi ibu disaat kita jauh dari jangkauanya? apalagi pas kita lagi rindu-rindunya, ehh.. malah ada teman yang nge-post tausiah tentang kasih sayang ibu. Atau ada yang mutarin lagu surat cinta untuk ibu, muara kasih bunda, ataupun lagu bunda dari Melli Goeslow. Kan tambah baper jadinyaa.. Semoga saja Allah memanjangkan umur kita dan Ibu kita sehingga kita bisa membahagiakanya, dan membuatnya bangga dengan kesuksesan kita. Tak terlupa juga dengan ayah. Sang hero, pahlawan keluarga kita. Aamiin..

4 komentar:

  1. Saat jauh dari ibu, baru kerasa ya rindunya hehee

    BalasHapus
  2. Aku jg lg kangen Ibuku mbakk.. sedih ya Mbak di saat berjauhan dan kangen Ibu.. smogaa semua ibu kita sehat dan dlm lindungan Allah.. aamiin

    BalasHapus