Suasana Lebaran di Kerinci


Assalamu’alaikum teman-teman.. Sehat terus kan? Alhamdulillah atas nikmat sehat kita.
 
Lebaran tentu sudah lewat  yaa.. Malah bentar lagi mau Lebaran Haji. But, aku tetap pengen cerita tentang pengalaman aku sewaktu kemaren lebaran di Kerinci yang tentunya berbeda dari daerah aku di Desa Retak Mudik, Kab. Mukomuko. 

Alamat lengkapnya yaitu Desa Tanjung Pauh, Kabupaten Kerinci, Prov. Jambi. Apa yang terlintas di fikiranmu jika mendengar kata Kerinci? Yap. Kalau aku ingatnya Gunung Kerinci yang biasa didaki para Pecinta Alam dan Kebun Teh Kayu Aro. Eh, ada satu lagi nich. Dodol kentang. Karena tante sering bawain dodol kentang sebagai oleh-oleh dari Kerinci. hehe

Balik lagi ke pengalamanku ni, aku pergi ikut Paman dan Tante yang mana Tante ini memang asli orang Kerinci yang hampir tiap lebaran pasti balik ke kampung halamannya. Kadang beliau sendiri, kadang bareng anaknya, atau kadang sama Paman juga. Dan kali ini aku pergi bareng Paman, Tante, dan juga anak bungsu Tante. Senang banget donk ngerasain suasana disana. Menikmati salah satu keindahan Indonesia dengan perbedaan budaya. Mashallah..

Baca juga: Moment Terindah saat Lebaran

Kita berangkat dari rumah usai sholat Ied dan bermaaf-maafan sama keluarga. Berangkat jam 9 kurang dan nyampe disana pas waktu Asar tiba. That’s mean kisaran 7 jam perjalanan. 

Suasana Perjalanan


Karena ini kali pertama aku kesana, aku berusaha untuk tidak tidur di perjalanan. Hehe.. Tapi tetap aja aku tertidur. Yaa.. walau melek terus pun aku tidak akan hafal jalan jika cuma sekali lewat doank.

Kami melewati jalan daerah Tapan. Dan agak sedap-sedap ngeri juga karena di beberapa titik dekatttt banget dengan jurang. Jadi supir kudu hati-hati banget. Jangan sampe mobilnya nyasar. Apalagi saat kami pulangnya itu ada 1 mobil yang masuk jurang. Duhh.. ngeri banget ya Allah.

Masih di daerah Tapan juga, kami melewati kebun durian yang pohonnya sedang berbuah. Auto ingat donkk.. kebun durian kami. Kalau lagi musiman, kami bebas makan durian di bawah pohonnya langsung.  Hehe.. kita pengen mampir dulu sebenarnya  buat makan duren. Tapi ternyata nggak jadi.  Eh, jadi deng. Tapi pas balik dari Kerinci baru kita mampir makan duren. Sedappppp!!


Di perbatasan antara Tapan dan Prov. Jambi, ada sebuah air terjun di pinggir jalan. Cantik banget. Bebas bagi  yang mau foto atau mampir disana siapa aja. Nggak ada tarif. Namun tetap kudu hati-hati karena posisinya tepat di pinggir jalan. Jangan sampai kita mengganggu perjalanan orang, Yess. 

Kami juga nggak tau apa nama air terjun ini. tapi karena posisinya dekat pula dengan rumah makan Kelok Patah, kami pun memberi nama Air Terjun Kelok Patah. Sound Interesting, bukan? Hihii..

Dan mendekati Kota Kerinci, ada sebuah objek wisata lagi di pinggiran jalan. Yaitu Bukit Impian. Kami tentu mampir dulu donk. Dari puncak sini Nampak lah keindahan Kerinci. Bukit Impian ini dirancang instagramable banget. Banyak spot foto yang keren mulai dari atas puncak hingga turun ke bawah. So, kalau kamu ke Kerinci jangan lupa mampir sini yaa. 


Oiya, dikarenakan  ini adalah lebaran pertama, jadi nggak ada yang nungguin lokasi wisata ini. Karena penjaganya juga mudik lebaran kali yaa. Jadi kita bisa foto gratis sepuasnya. Hehe.. kalau hari biasa, untuk masuk disini ada karcisnya. Cuma aku nggak tau berapa. Mungkin Cuma 5.000 rupiah doank dech kayaknya.

Suasana Ziarah


Ketika nyampai di lokasi yaitu di Desa Tanjung Pauh, sorenya sekitar jam 5 kita langsung ziarah ke makam. Awalnya aku kira lokasi ziarah ini jauh temans. Dan ternyata dekat banget. Yaitu di samping Masjid. Sementara Masjid berada nggak jauh dari rumah. 

Jadi gimana ya jelasinnya. koq aku jadi bingung? wkwk.. Kan ada masjid, lalu disamping masjid itu ada sepetak tanah dan sekitar 3 kuburan kalau nggak salah. Bukan tanah lapang. Kami do’a dan baca surat yasinnya dari masjid yang dibatas tembok namun tetap terbuka oleh jendela dan menghadap ke kuburan. Ngerti nggak? Ngertilah yaa.. intinya ya begitu. Hehe. 

Baca juga: Lebaran Telah Usai


FYI, disini rumahnya dempet-dempet juga di beberapa titik. Termasuk rumah nenek alias Ibunya Tante.

Karena sore hari itu posisi cuaca hujan dan makin sore, ziarah dilanjutin esoknya lagi. Lebaran hari ke-2. Setelah do’a bersama. Kalau kali ini ziarah di makam Kakaknya Tante. Yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Lokasi ini nggak jauh, pun juga nggak terlalu dekat dari rumah Nenek. Ada beberapa kuburan di sepetak tanah. Lokasinya pun di tengah-tengah rumah warga.

Hal baru yang aku tau di desa ini, kuburannya nggak ada pemakaman umum temans. Atau mungkin memang aku nggak tau kali ya. Hehehe.. karena beberapa warga yang ziarah pun mereka balik ke keluarga masing-masing dan lokasi ziarah yang berbeda-beda pula.


Suasana Do’a dan Makan Bersama yang Berbeda

Ini juga hal baru yang aku tau. Kalau di daerah ku itu, kalau do’a dan makan bersama  yang diundang cuma kaum Bapak-bapaknya saja. Kaum Ibu mah itu urusan dapur. Tapi kalau di desa sini, semuanya diundang. Mulai dari Bapak-bapak, Ibu-ibu, hingga anak-anak. Waktu makan pun juga berbeda. Jika di daerahku, waktu makan itu saat semua yang diundang sudah pada kumpul baru berdo’a bersama dan dilanjutkan makan. Jadi serempak gitu. 

Sementara daerah ini, jika udah banyak yang datang maka berdo’a bersama lanjut makan bersama. Lalu bagaimana yang terlambat? Ya nggak masalah. Disini nggak ada terikat jam berapa harus datang. Pokoknya datang saja di hari itu. makanan tetap disediakan oleh tuan rumah. Benar-benar sedekah maksimal.

Baca juga: 13 Jam Perjalanan Memabukkan Menuju Kaur

Dan di hari itu biasanya ada 2,3, atau 4 undangan makan bersama. Jadi atur-atur perut yaa. Jangan sampe kepenuhan dan malah nggak bisa jalan lagi kalau terlalu banyak makan. Hihii..

Wisata di Kerinci

Pegunungan di Kerinci

Nahh, kalau Wisata di Kerinci juga banyak sebenarnya. Ada Danau Kaca, Danau Kerinci, Air Terjun, Kebun Teh Kayu Aro, Hutan Pinus, Taman Pertiwi dan lain-lain.

Bukit Impian

Namun kami yang awalnya pengen main ke Danau nggak jadi dikarenakan tiketnya mahallll. Ada uang masuk, uang parkir, dan karcis pula untuk masuk ke Danau. Untuk uang masuk aja 10k per orang.  Sementara kita ada 6 orang. Akhirnya kita mutar arah. Nyari wisata yang lebih hemat lagi dan beralihlah ke Taman Pertiwi saja. Sepertinya taman ini baru dibuka. Ada danau buatan, ada flying foxnya juga.

Di bawahnya itu Danau (Taman Pertiwi)

Nahh.. itulah pengalaman lebaran di Kerinci temans, kalau kamu pernah ngerasain lebaran dimana saja nich? Certain yuk :-)

Tidak ada komentar

Terima kasih kunjunganya teman-teman :-) Jangan lupa komentar dan Silahkan tinggalkan komentar yang baik-baik saja. No SARA. Syukron Jazakallah