Minggu, 28 Januari 2018

Fenomena Dilan..

Akhir-akhir ini kawla muda dihebohkan oleh sebuah film layar lebar yang disadur dari Novel 1990 an..  Semua heboh membicarakan Dilan.  Media sosial baik itu instagram,  whatsapp maupun facebook dihebohkan oleh Dilan. Lalu muncul lagi meme2 tentang Dilan.  Kutipan "Rindu itu berat,  kamu nggak akan kuat,  biar aku aja" sudah banyak tersebar.  Lalu dengan kreatifnya  anak2 muda merubah kata-kata tersebut sesuai dengan apa yang ia inginkan. Ada pro dan kontra disana.

Bagaimana bisa Dilan dengan keromantisanya kepada Meilan mampu membuat anak2 muda terbius oleh rayuan gombalyna.

Meski banyak anak muda yang pro dan berargumen antusias dengan sosok Dilan,  yang nge-fans sama dilan, namun
ada juga yang kontra.  Karena tidak sesuai dengan agama kita.  Agama Islam.  Karena Dilan disana merupakan cerita tentang pacaran anak muda yang dipenuhi hawa nafsu.  Misalnya pendapat salah satu sahabat kita yg di share2 di grup whatsapp.

*Dilan,  bukan pemuda idaman*
_Oleh: Muhammad Fahrul Alam_

"Sobat bagaimana Akhir ini dunia remaja sedang diramaikan film Dilan. Cerita disadur dari Novel 1990. Sebagai mislim dan muslimah cerdas, tak layak bagi kita respon cepat dan mudah ikut-ikutan. Yup, berfikir sebelum berbuat. Ini film makin membawa kedekatan pada Allah atau justru merangsang kemaksiyatan pada Allah?
Sobat, dari membaca resume Novel Dilan 1990. Tak ada yang mengagumkan dari novel tersebut. Cerita didominasi pacaran. Pendewaan nafsu dan maksiyat atas nama cinta.
Jika banyak yang bilang keunikan ada diromatisme Dilan. Justru disitulah rayuan maut syaitan membius iman. Kecerdasan yang ditampilkan hanya kamlufase dari kebodohan pemuda yang dangkal ajaran agama.

Sobat, jadi g' perlu kita "kepincut bin ikut-ikut arus hura-hura film roman "picisan" ini. Banyak hal yang lebih penting kita kaji. Cukuplah viralnya film ini menjadi pelajaran tersendiri. Bahwa dunia remaja saat ini masih memilukan hati. Banyak yang belum menemukan jati diri. Sehingga mudah terpesona oleh gaya hidup yang tidak Islami. Kegelapan dunia remaja ini yang harus diterangi Islam sebagai ideologi

Sobat, pemuda idaman bukan yang ahli pacaran. Pemuda idaman bukan yang kreatif mengumbar maksiyat atas nama cinta dan sayang. Inilah jebakan syaithan. Agar pemuda Islam terlena dan lupa dunia perjuangan.

Sobat, yakinlah pemuda beriman ada yang faham tujuan mereka diciptakan. Pemuda yang dengan ikhlas dan taat pada aturan Islam. Dioptimalkan potensinya untuk mencintai Islam. Memperjuangkan Islam. Bukan meremehkan ajaran Islam, dengan gaya hidup pacaran seperti si Dilan.

Sobat, sebagai bukti cinta kita pada teman yang lain. Yuk, kita ajak mereka cinta Islam dan mengkajinya. Agar tidak mudah terbawa gaya hidup bebas. Agar tidak terbawa tontonan sekuler sebagai tuntunan.Eman..mereka pemuda harapan umat dan agama."

Ahh..ini membuat aku merasa tergelitik juga dan ingin sedikit berargumen. Kenapa? Ada apa?? Yahh.. Aku tidak tau tentang Dilan, kenapa bisa seheboh itu ya? Aku memang beum menonton film nya di bioskop2 terdekat. Dan juga tidak membaca novelnya.  Hanya saja aku akrab dengan judulnya karena sering diliat sewaktu ke gramed.
Karena penasaran yaa akhirnya aku baca review Film Dilan di salah satu akun sahabat blogger. Yaa memang begitulah.. Sosok Dilan yang membuat hati para wanita meleleh. *huhuu..dah kayak mentega aja hati wanita. Hihii.. Sosok Dilan yang romantis terhadap Milea namun pada akhirnya tidak dinikahii.  *duuhh.. Sakit. 😬

Ahh.. Anak muda,  mudah sekali ternyata heboh dengan sesuatu hal yang baru.  Mudah sekali merobah mindsetnya dengan cara seperti ini.
Jika memang kisah Dilan dan Milea itu romantis, percayalah kisah Fatimah Az-Zahra anak Rasulullah dengan Ali Bin Abi Thalib yang merupakan sepupu sekaligus Sahabat Rasulullah jauh lebih romantis.  Mereka teman sepermainan yang saling mencintai dalam diam.  Tidak mampu mengungkapkan rasa cintanya karena khawatir kesucian Cinta mereka akan ternoda. Namun pada akhirnya mereka menikah.  Ali menjadi suami Fatimah dan menantu Rasulullah.. Hati siapa yang tidak bahagia dipersatukan dengan gadis/pria pujaan hati yang telah lama dinanti. Ahh..  Bila saja kisah cintaku sesuci dan semurni kisah Fatimah dan Ali.

Anak muda, teman-teman seperjuanganku,  teman2 seumuranku,  maupun lebih muda dan lebih tua daripadaku,  kisah2 Cinta sahabat Rasulullah,  para Tabi'in,  dan kisah-kisah Cinta manusia2 sholeh banyak sekali di luar sana yang bisa menginspirasi.  Banyakkk..
Bukan aku tidak setuju dengan kalian yang terhipnotis dengan Dilan.  Tapi..  Menontonlah dengan bijak.  Jgn liat dan sisi negatifnya. Tapi liatlah sisi positif dari film Dilan tersebut.  Tentang rasa sikap nasionalismenya,  tentang persahabatn,  tentang patuh terhadap orang tua dan guru,  dan lain-lain..
"Dilan,  bukan rindu yang berat.  Tapi dosa,  kamu nggak akan kuat.  Aku juga"
"Dilan bukan rindu yang berat tapi fitnah dajjal.  Kita nggak akan kuat,  yuk hafal 10 surat pertama Al-Kahfi.  Aku juga. 😊😇"
"Ah Dilan..  Bukan rindu yang berat tapi istiqamah jauh lebih berat. Bisakah kamu bangun disepertiga malam dan istiqamah dengan itu, Dilan?"  *Oupss..
This entry was posted in

2 komentar: