Jumat, 12 Januari 2018

Pertolongan Allah Menuju Desa Val III, Curup



Assalamu’alaikumwr.wb
Apa kabar ni shohibul qur’an? Semoga senantiasa dalam keadaan bersyukur akan nikmat Allah ya.. Aamiin..
Masih ingat dengan slogan kita?? Iyaahh.. betul sekali. “Khairukum man ta’allamal qur’an wa ‘allamahu, “Sebaik-baik diantaramu adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkanya”. (HR.Muslim)
Alhamdulillah, Di penghujung tahun 2017 kemaren tepatnya pada hari Sabtu-mingu, tanggal 16-17 Desember 2018 kita bisa melakukan sebuah perjalanan ke salah satu desa di Kabupaten Curup. Desanya salah satu anggota KompaQ kita, Juliansyah Putra. Di Desa Val III, Kec. Ulu Raya, Curup. Selain anggota-anggota KompaQ, juga para penyiar radio Jazirah ikut berangkat. Jumlah yang berangkat ada sekitar 40 orang.
sambutan dari ibu kepala desa Val III saat kedatangan KompaQ
Perjalanan yang tidak akan kami lupakan. Bukan hanya jalan-jalan. Tapi disana kita tentunya juga ada materi kajian motivasi dari Bang Hardiansyah, Bang Nover, serta Mas Solehan. Selain kajian kita juga bersilaturahmi dengan warga, mengajar ngaji di 3 buah TPQ setempat, kerja bakti membersihkan masjid, Promosi kampus dengan membagikan kalender door to door kerumah warga, kajian agama, takziah di salah satu rumah warga yang tertimpa musibah, serta diakhiri dengan Refreshing di Danau Ujan Mas curup.
Berbagai hal yang berkaitan dengan Rihlah Dakwah sudah kami persiapkan jauh-jauh hari sebelum hari H keberangkatan. Mulai dari mengelist nama-nama yang ikut rihlah, penyewaan bus, pencarian dana, pengajuan proposal, persiapan  alat-alat yang akan dibawa, konsep agenda, dll
Awalnya sempat kebingungan bagaimana kami mencari dana. Karena nggak akan cukup kalau cuma mengandalkan dana dari pengumpulan sumbangan peserta dan sekalipun kalau proposal yang diajukan ke kampus cair, tetap saja akan kurang. Karena kita harus nyewa bus yang sewanya nggak sedikit. Jarak dari kota Bengkulu ke desa tersebut lumayan jauh. Belum lagi konsumsi dan agenda bakti social kita.
Hufftt.. perjuangan yang luar biasa. Setelah kami briefing dengan Pembina KompaQ, Bang Nover, akhirnya saya pun berinisiatif untuk mengajukan proposal ke perorangan. Orang-orang yang juga memiliki jiwa dakwah dan orang-orang yang kami kenal. Mulailah kita perbanyak proposal. Ada sekitar 6 buah proposal yang kami ajukan.Dan hanya kami lakukan dalam waktu kurang dari 1 mingu. Karena sudah mendekati sekali dengan hari H keberangkatan rihlah.
Kajian dari Bang Hardi dan Mas Soleh
Siangnya kami cetak proposal, malamnya kami langsung ngantar proposal ke salah satu bunda yang kami kenal lumayan dekat dan berpengaruh di UMB. Alhamdulillah.. setelah kita ngobrol-ngobrol dan menceritakan bagaimana konsep agenda Rihlah Dakwah kita, serta perkembangan KompaQ yang lumayan maju, di luar dugaan ternyata bunda tersebut memberikan kami amplop yang lumayan tebal. Kami bahagia luar biasa. Sebelum pulang kami masih sempat foto dulu sama beliau. Setelah kami berpamitan pulang, karena rasa penasaran yang sangat, akhirnya saya dan salah satu rekan saya, Anisa, membuka amplop di jalan yang sepi. Hihii... MasyaAllahh.. 1 juta di kasih sama bunda. Luar biasa. Jarang sekali ada individu yang mau memberi uang sebesar itu tiap agenda-agenda yang diadakan pihak kampus. Langsung lah kami mengabari ke teman-teman panitia yang lain. Sama seperti yang kami rasakan, banjir ucapan “Alhamdulilah” d grup whatsapp kita. Dan bukan Cuma itu, ternyata dana cair dari universitas juga melebihi dari yang kami duga sebelumnya. Pertolongan Allah benar-benar luar biasa bagi pejuang agamanya.
Bukan hanya itu dana proposal per individu yang cair. Dana yang cair dari Direktur Radio Jazirah juga sangat kami syukuri. Di tambah lagi dengan dana cair yang lainya dari donatur, serta pengumpulan dana dari peserta. Bukan hanya itu, ternyata di lokasi dakwah, di desa  Val III, Curup pun lagi-lagi Allah menolong kami melalui warga setempat. Ketika kami sampai, kami di sambut dengan sangat baik, dan dijamu dengan istimewa. Sehingga dana untuk konsumsi pun kami lebih hemat.
pembagian kalender door to door ke rumah warga
Kalau biasanya kami mengadakan kegiatan dananya pas-pasan dan bahkan nombok karena kekurangan, kali ini malah berlebih banyak. Lagi-lagi aku bersyukur.Dengan dana yang berlebih tersebut uang kas KompaQ jadi bertambah untuk tabungan agenda yang lain. Aku semakin kuat dan yakin dengan Firman Allah dalam QS.Muhammad ayat 7. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong mu dan meneguh kan kedudukan mu”.
Puji Syukur kehadirat Allah yang senantiasa menolong hamba-hambaNya..dan Alhamdulillah juga agenda kita berjalan dengan sangat baik dan lancar. Banyak apresiasi yang kami dapatkan yang tentunya memotivasi kami agar lebih semngat lagi untuk berdakwah. Saya selalu ingat pesan salah satu Pembina KompaQ bidang Tabligh kita, Ustadz Malito Junizon, yang mengatakan, “Bukan dakwah yang membutuhkan kita. Tapi kitalah yang membutuh kan dakwah. Ada atau pun tidak kita, dakwah akan tetap berjalan, bahkan lebih baik dari pada dakwah yang saat ini kita lakukan. Jadi kita  harus ambil dakwah ini!”. Barakallah ya ustadz atas motivasinya
foto bersama ketika refreshing di Danau Ujan Mas
Mungkin ini pengalaman yang dapat saya bagikan ke sahabat semuanya. Shohibul Qur’an yang insyaAllah senantiasa mencintai Al-Qur’an. Pesan saya kepada teman-teman dan untuk saya juga tentunya, tetaplah berdakwah dimana pun sahabat berada dan kapan pun serta dengan siapapun. Berdakwah tidak harus di atas mimbar berceramah. Tapi banyak cara. Membuat tulisan yang bermamfaat juga dakwah, mengajar adek-adek kita ngaji juga dakwah, menjadi youtuber dengan content-kontent islami juga dakwah, bahkan menujukan perilaku baik kita sehingga menjadi contoh dan tauladan bagi teman-teman yang juga adalah sebagian dari dakwah. Berdakwahlah dengan siapa saja. Dengan anak kecil, orang tua, teman sejawat, teman organisasi, dll.. berdakwah dengan cara yang baik.
Tetaplah berdakwah seberat apapun rintangan yang akan kita hadapi. Seberat apapun halarintang yang menghadang. Kita pasti bisa. Teruslah menebar kebaikan dengan sesama. Allah tidak akan menyia-nyiakan kita. Bahkan pertolongan Allah ada dimana-mana, InsyaAllah..
Semoga pengalaman kami ini mampu menginspirasi sahabat, dan do’a kan KompaQ agar makin  semangat berdakwah. Makin semangat belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Dan tentunya agar KompaQ semakin Kompak. Aaminn..
perjalanan pulang kembali ke bengkulu dengan segala keletihanya
Salam ukhuwah bagi para pecinta Alqur’an dan teruslah ber fastabiqulkhoirat.

0 komentar:

Posting Komentar