Rabu, 24 Januari 2018

Sakit Tetap Seperti Sehat



Oleh: Ustadz H.M Syamlan, Lc
Sumber Google
Rasululllah saw bersabda,
“Idzaamaridhol’abdu au saafara, kutibalahu mitslu maa kaana ya’malu mu qiimaan shohiihaan.”
Artinya: “Apabila seorang hamba sakit/sedang bepergian, maka tetap dinilai (amal shalih) baginya, seperti apa yang ia lakukan saat muqim dan sehat” (HR. Bukhari dan Abu Musa)
Berikut poin-poin pentingnya:
1.      Sehat, sakit, lapang, sempit, dan suka adala ujian semuanya. Dan semua pasti ada hikmahnya
2.      Jangan menunggu nanti. Jangan menunda-nunda, karena waktu terus berjalan. Kita tidak tau apa yang akan terjadi.  Carilah untukmu akhirat, namun jangan sampai melupakan dunia. Jangan sampai terbalik.
3.      Kita diperintahkan agar biasa melakukan kebaikan saat sehat dan lapang. Saat muda dan muqim.
4.      Kebaikan yang biasa dilakukan saat ada udzur sehingga tak bisa melakukanya, maka tetap dinilai seperti melakukanya.
5.      Allah Maha Penyayang dan Maha Pemurah. Mari kita selalu bersyukur kepadaNya
Senantiasa Bersyukur meski Keadaan Sedang Sakit
6.      Niat baik yang sungguh-sungguh bernilai besar disisi Allah.
“Banyak amal kecil menjadi besar karena  niat, dan banyak amal besar menjadi kecil karena niat. Maka luruskanlah niat”
Semoga kita senantiasa istiqamah dalam suatu kebiasaan yang baik. Karena, istiqamah itu butuh perjuangan. Dan perjuangan membutuhkan pengorbanan. Semoga Allah selalu meridhoi kita di atas jalan kebenaran. Aamiin..
Luruskan Niat
Demikian rangkuman isi kajian dari Ustadz Syamlan, semoga bermamfaat. J

0 komentar:

Posting Komentar